56. Awal Mimpi Buruk

471 65 3
                                        

GAS LAH UPDATE TERUS
NIH! MASA GAK MAU BANTU
AKU SENENG DIKIT GITU 😭💃.

KAYAK NINGGALIN VOTE DAN KOMENTAR GITU. KUY LAH, MULAI APRESIASI PENULIS DENGAN CARA KAMU SENDIRI!

UPDATE AKAN TERUS DI PERCEPAT HINGGA BEBERAPA MINGGU KE DEPAN. BIASANYA, GAK BAKAL TERATUR LAGI KAYAK SELASA DAN SABTU. BISA TIGA ATAU EMPAT KALI SEHARI. JADI, STAY TUNE TERUS YA!

~ HAPPY READING! ~

***

"Semuanya menjadi kacau semenjak ada jarak di antara kita. Apakah ini awal kehancuran hubungan kita?"

***

JESSIE menghembuskan napas panjang ketika ia belum kunjung mendapat info terbaru tentang ponselnya yang hilang entah kemana. Wisnu juga belum memberi kabar apa pun kepadanya hingga pagi ini.

Cewek itu berjalan gontai menuju lantai bawah. Tampak Laura dan Agam yang sudah ada di meja makan menyantap sarapan.

"Lama banget lo kayak nunggu jawaban doi," ujar Agam.

Jessie tak merespon apa pun. Ia duduk di kursi makan sambil menatap sarapan tanpa minat. Laura dan Agam pun langsung peka dengan perubahan sikap Jessie.

"Kamu kenapa? Sakit?" tanya Laura seraya menempelkan punggung tangannya ke dahi Jessie. Tidak panas sepertinya.

Jessie langsung menepis tangan Laura pelan. "Ish, Mama!"

"Lo kenapa sih? Jadi sensi gak jelas begini. Masih datang bulan?" tanya Agam.

Jessie menundukkan kepalanya. Ingin sekali berkata kalau ponselnya hilang entah kemana kepada keluarga. Akan tetapi, ia harus tahu konsekuensinya nanti. Laura pasti akan marah besar kepadanya.

"Enggak, udah selesai," jawab Jessie ketus.

"Terus kenapa, dong? Kamu di putusin Wisnu? Atau ada masalah di sekolah? Sudah sini cerita dulu. Jangan sembunyikan apa pun sama Mama. Mama gak suka itu," ujar Laura.

Jessie menundukkan kepalanya. Ia terisak-isak berusaha menjawab. Baiklah, semoga Laura tidak marah dan akan membelikannya ponsel baru. Andai semudah itu...

"Hape Jessie..."

"Kenapa? Rusak?" tanya Agam seperti Dora. Berisik sekali dan bodoh!

"Hape Jessie hilang," Jessie mencicit kecil. Walau begitu, satu meja bisa mendengarnya.

Sial, suasana atmofser langsung berubah saat itu juga. Tidak ada yang membuka suara. Dunia terasa berhenti. Lihatlah, ini tanda-tanda akhir Jerman.

"Udah kamu cari?" tanya Laura.

"Sebenarnya, udah dari tadi sore hilangnya. Wisnu lagi nyari kemana-mana, tapi belum ada kabar," jawab Jessie ragu-ragu.

Satu detik...

Dua detik...

Tiga detik...

"KENAPA BISA HILANG, HAH?! KAMU TAU KAN HAPE KAMU ITU HARGANYA GAK MURAH! GIMANA NANTINYA KALAU DATA PRIBADI KAMU DIPAKE SAMA ORANG ASING?! GIMANA JADINYA SEKARANG?!" Laura tampak marah besar saat itu, seperti dugaan Jessie.

Unforgettable Memories [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang