23. Sedikit Tentang David

1.4K 295 123
                                        

SUMPAH, JUDUL PARTNYA INI SPOILER BANGET YA :(

BEBERAPA HARI INI AKU LAGI GAK MOOD GARA-GARA LAGI BERGULAT AMA WRITER BLOCK, AKU AJA MAKSAIN BUAT UP LOH :"(

HAPPY READING!

***
"Jika kamu memang suka, katakan saja. Memendam hanya membawa kecewa suatu hari nanti,"

***


KEDUA orang itu terpaku dalam keheningan. Kedua mata mereka saling bertatapan tanpa arti. Dunia seakan-akan berhenti berputar hanya untuk mempersilahkan mereka untuk bertemu kembali.

"Jes," Dinda menyenggol lengan Jessie. Mereka pun saling mengarahkan tatapan mereka ke tempat lain.

"Wisnu dimana?" Tanya Jessie.

Adam menunjukkan ruangan kaca tersebut dengan dagunya. Jessie berjalan pelan mendekati, dan tampak Wisnu yang sudah berbaring lemah disana. Kedua tungkainya langsung melemah.

"Wisnu..."

Dinda langsung membopong tubuh Jessie yang lemah itu di bantu beberapa anggota Xeagle lainnya. Gadis itu hanya bisa menangis sejadi-jadinya dalam situasi yang sedang genting itu.

Beralih ke David, lelaki itu hanya bisa menahan rasa sesak di dadanya dalam diam. Sudah terbukti jika Jessie pasti punya rasa dengan Wisnu. Jika ia tetap memaksa, pasti hanya membawa kecewa.

"Jes! Jangan begini dong! Gue jadi khawatir," ucap Dinda seraya menenangkan Jessie.

Mila mengelus pundak Jessie dengan lembut, "Jangan nangis lagi ya, tante tau kamu sedih, tapi jangan begini ya,"

"Ta-tapi Wisnu--"

"Wisnu gak papa, nanti sembuh dia," potong Mila.

"Wah! Itu tandanya Jessie dah suka sama Wiwin!" Seru Arya.

Fatih langsung menoyor kepala Arya, "Apaan sih lo? Gak tepat banget ngomong begini,"

Mereka terkekeh pelan, hanya saja ada petir menggelegar yang membuat David semakin putus asa. Ia menahan matanya yang sudah memerah dan berkaca-kaca.

David membalikkan badannya dan memilih menunggu di luar, sendirian di temani waktu siang yang mendung. Seperti keadaan hatinya yang saat ini sedang ditusuk ribuan belati.

Jika memang bukan Jessie pemberhentiannya, setidaknya semesta memberitahunya untuk tak mencoba memperbaiki semuanya. Seperti sekarang, ia hanya mendapatkan kecewa.

***

JESSIE menidurkan kepalanya di bahu Mila sambil menatap Wisnu yang kini terbaring lemah dengan tatapan sendu. Matanya sudah membengkak karena sedari tadi menangis.

"Bun, aku pulang dulu ya," pamit Fatih dan Adam yang sedari tadi ikut menunggu Wisnu.

Mila tersenyum tipis, "Iya, hati-hati ya di jalan,"

Kedua lelaki itu langsung meninggalkan ruangan itu, tinggal Mila dan Jessie yang masih setia menunggu.

"Tante masih inget, waktu Wisnu pernah cerita kamu," ucap Mila memecah keheningan.

Jessie mengangkat kepalanya sambil menatap Mila penasaran. "Wisnu ngomongin Jessie?" Beonya.

"Dia pernah cerita, kalau dia bakalan nikahin kamu. Halu terus sampai pernah cerita bakalan punya rumah di Selandia Baru, honey moon ke Bulan dibantu NASA, terus punya anak dua belas," cerita Mila seraya terkekeh diikuti Jessie.

Unforgettable Memories [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang