3. Paksaan

4.4K 790 758
                                        

HALO SEMUANYA!
TERIMA KASIH MAU MEMBACA!!

Q: Kalian bikin cerita juga di Wattpad? Jawab disini skuy!

~ HAPPY READING! ~

***

"Definisi bahagia adalah bisa rebahan sambil main hp, Wi-Fi lancar jaya dan ditemani camilan di sisimu,"

***

PAK Polisi memanggil Laura ke kantor polisi. Laura yang sedang dalam perjalanan menuju kantornya terpaksa meminta izin kepada atasannya tak bisa masuk.

Sesampainya di Kantor Polisi, Laura bergegas masuk dan disambut oleh Polisi yang berjaga.

"Anda, Ibu Laura?" Tanya Pak Polisi tersebut seraya mengeluarkan beberapa berkas.

Laura mengganguk dan melirik ke Marina yang ada di sampingnya. Laura tersenyum tumpul dan dibalas oleh Marina.

"Sebenarnya, ka-"

"Saya tidak mau membawa kasus ini ke pengadilan," potong Laura yang membuat Pak Polisi dan Marina terkejut. "Ini musibah, saya tidak mau masalah ini di periksa lebih lanjut."

Pak Polisi itu mengganguk dan menyodorkan sebuah kertas kesepakatan agar kasus ini tak dibawa ke meja hijau. Laura menandatangani langsung perjanjian itu.

"Permisi," Laura segera beranjak meninggalkan ruangan tersebut.

"Bu Marina, Ivan saya kembalikan lagi ke Ibu," ucap Pak Polisi tersebut. "Hei, bawa anak itu kemari!"

Ivan menundukkan kepala tak berani menatap Marina. Ia langsung berlari sekencang mungkin keluar dan dikejar beberapa Polisi yang berjaga.

"Sudah, Pak. Biarkan saja!" Tahan Marina seraya menatap khawatir Ivan yang sudah tak terlihat lagi.

***

"Lo nggak marah sama gue?" Tanya David dengan tatapan menyesal kepada Jessie.

Jessie menggeleng sambil tersenyum, "Nggak kok,"

"Gue pergi dulu ya," pamit David dan dijawab anggukan dari Jessie.

"Lo belum jawab semua pertanyaan yang gue tanyain!"

David berhenti melangkah dan memutar badannya ke belakang. "Tentang penyakit gue? Lo nggak perlu tau. Itu privasi gue," jawabnya seraya kembali melangkah menjauh keluar dari taman.

Jessie menatap punggung David yang perlahan menghilang ketika memasuki kamar inapnya.

***

AWAN jingga menyelimuti langit sore itu. Jessie bersama Laura menunggu bangunnya Agam dari komanya sambil menonton televisi yang dipasang di depan ranjang Agam berbaring.

"Kamu pulang gih sekarang, ganti baju terus kalo mau datang kesini lagi," ucap Laura.

"Ya sudah, tapi Jessie naik apa?"

"Bunda sudah mesen ojek online buat kamu," jawab Laura seraya membuka ponselnya. "Bentar lagi dateng,"

Jessie mengganguk dan pamit ke Agam yang masih terdiam kaku di ranjangnya.

Unforgettable Memories [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang