WHAT?! SEMINGGU UPDATE DUA KALI?! SENENG GAK NIH PARA READERS YANG
BUDIMAN?
ANGGAP AJA INI DOUBLE UPDATE BEDA HARI AJA YA! WKWKWK...
IKUTI TERUS YA GUYS CERITA INI. DUKUNGAN KALIAN ITU BERARTI BANGET
BUAT AKU 💖✨.
~ HAPPY READING! ~
***
"Mengikhlaskan adalah cara
yang paling jitu,"
***
MERATAPI nasibnya adalah hobi baru Jessie di saat ia sedang dalam keadaan tidak melakukan kegiatan apa pun seperti sekarang. Mengingat masa-masa kecilnya yang bahagia bersama Ayah tercinta yang senantiasa berada di sampingnya. Sayangnya, Ayah Jessie sebagai seorang TNI sedang melakukan tugas menjaga perdamaian dunia di Lebanon.
Jessie menatap langit-langit kamarnya seraya mendesah sebal. Ponselnya sedari tadi terus berdering karena banyaknya orang-orang yang saat ini sedang mengirimnya pesan di waktu bersamaan. Entah itu menanyakan kabarnya setelah kejadian di sekolah, atau anggota TAPOPS yang kini beralih melakukan stalk besar-besaran kepadanya.
Karena bosan dan tak tahu ingin melakukan apa, Jessie memilih keluar dari kamar hendak ke dapur untuk mencari sesuatu yang dapat bisa ia makan. Perutnya sudah keroncongan sedari tadi mengingat ia lupa tak makan siang di kantin.
Suasana di rumah saat itu lumayan sepi. Hanya terdengar sayup-sayup suara televisi di ruang keluarga dengan suara celotehan Agam yang sedang menyemangati tim sepak bola kesayangannya yang sedang bertanding saat itu.
"YEAYYY GOL!!" pekik Agam ketika tim pilihannya kembali mencetak skor.
"Eh, Jes? Sejak kapan lo disitu?" tanya Agam ketika menyadari kehadiran Jessie di dapur saat itu. Ya, dapur di rumahnya memang langsung tersambung dengan ruang keluarga. Sehingga Agam bisa melihat Jessie walaupun jaraknya memang agak jauh.
"Nyari makanan. Jangan-jangan lo habisin semuanya ya?!" tuduh Jessie.
Agam hanya mencengir lebar seperti kuda menampilkan deretan gigi rapi dan bersinar miliknya. "Gue habisin semuanya," jawabnya santai.
Jessie baru saja mengingat tentang satu kantung besar berisi beraneka ragam makanan ringan yang diberikan David. Aish, bagaimana ia bisa melupakan itu? Ia tanpa babibu langsung berlari kembali ke kamarnya dengan perasaan berbinar-binar.
Jessie membuka kantung tersebut kembali. Hatinya berbunga-bunga ketika menghamburkan isi kantung tersebut di atas kasurnya. Ia menjerit bahagia ketika mendapatkan snack limited edition rasa Seblak yang sangat ia idamkan tersebut. David memang paling tahu apa yang ia suka!
Ketika hendak ingin membuka salah satu bungkus snack, tatapannya sedikit teralihkan ke sebuah amplop berwarna kuning dengan hiasan gambar love di depannya. Jessie mengernyit heran mengapa benda semacam ini bisa ia temukan. Apa David tidak sengaja memasukkan suratnya ke dalam kantung ini? Rasanya mustahil.
Tanpa pikir panjang, Jessie langsung membuka amplop tersebut. Ia menarik selembar kertas yang terselip di dalam amplop. Senyumnya seketika mengembang ketika membacanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable Memories [END]
Novela JuvenilEND (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung dengan keadaan moodnya. Gadis biasa yang harus menerima sebuah konflik percintaan yang rumit dalam hidupnya setelah terlibat sebuah kecelak...
![Unforgettable Memories [END]](https://img.wattpad.com/cover/220541182-64-k747544.jpg)