LOPYUUU SEMUANYAA-!!
YEAY, UDAH PART 70 NIH GUYS,
YUHUUUU!!!
TARIK NAPAS, TAHAN!
SAMPE BESOK YA, HABIS ITU
HEMBUSKAN DENGAN PERLAHAN.
ENDING TINGGAL LIMA PART
LAGI, KALIAN SIAP GAK NIH? BISA
MERAMALKAN ENDINGNYA NANTI
SAD ATAU HAPPY?
SAD ENDING KAYAKNYA SERU SIH
WKWKWKWK...
KALAU HAPPY ENDING, LUMAYAN
ADA LANJUTANNYA NANTI 😤✋.
~ HAPPY READING! ~
***
"Tuhan punya berbagai cara untuk membuat hamba-Nya menemukan orang yang sempurna,"
***
DAVID duduk termenung menatap makanan di hadapannya dengan tatapan tak minat. Bukan berarti ia tidak mau menyantap makanan rakyat jelata seperti ini. Ia sedang memikirkan caranya untuk bertemu Jessie.
Bertemu? Membuat janji untuk saling bertemu, say hai, lalu pulang. Mudah! Yang susah itu mentalnya yang sudah breakdancing.
"Makan," tegur Irene yang duduk berhadapan dengan David di meja makan. Hanya mereka berdua yang berada di meja makan yang besar tersebut.
David mengangguk kecil. Ia mulai memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya, lalu menguyahnya tak ikhlas.
"Kenapa?" tanya Irene yang menyadari sikap David yang agak aneh hari ini.
Cowok itu hanya diam seraya kembali menyantap makanan di atas piring dengan lahap tak mempedulikan pertanyaan dari Irene.
"Badan lo sakit? Harusnya lo inget, dari kemarin lalu lo harus pergi kemoterapi. Kalau lo diemin terus, bukannya nanti kanker lo semakin parah?"
"Makan aja. Balik kamar," David menjawab dengan cepat. Nada bicaranya terdengar dingin dan jutek membuat Irene berdecih pelan.
"Kayak begitu belagu pengen ketemu cewek yang lo suka itu. Coba lo pikirin apa yang ada di pikiran dia pas lihat lo dengan kulit pucat memar begitu terus kurus kerempeng. Kalau gue jadi dia, gue mah keburu ilfeel," cibir Irene.
David meletakkan sendoknya ke atas piring. Sial, kata-kata Irene begitu menusuk perasaannya! Ia jadi ingat tentang surat pernyataan cintanya tempo hari itu. Kalau Jessie sudah membacanya, apa kira-kira reaksi cewek tersebut.
Aku butuh waktu.
Yap, terus menunggu. David akan menerima risiko yang akan ia dapatkan kalau Jessie menolaknya mentah-mentah nanti. Lagipula, mana ada cewek yang mau dengan cowok penyakitan seperti dirinya?
"Gue gak punya biaya untuk berobat. Lo bersyukur aja udah dapet tempat tinggal disini. Itu pun nantinya lo bakal gue cariin kos buat tempat tinggal lo," balas David tak mau kalah.
Irene terkekeh pelan. "Lo sebegitu yakinnya kalau semua ini berjalan dengan lancar. Orangtua gue, dan nyokap lo itu orang ternama, Dav. Mereka punya banyak koneksi di sini, dan mereka juga bisa dengan mudahnya melacak keberadaan kita. Apalagi, di tempat sejelas ini," ujarnya panjang lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable Memories [END]
Roman pour AdolescentsEND (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung dengan keadaan moodnya. Gadis biasa yang harus menerima sebuah konflik percintaan yang rumit dalam hidupnya setelah terlibat sebuah kecelak...
![Unforgettable Memories [END]](https://img.wattpad.com/cover/220541182-64-k747544.jpg)