UPDATE LAGII!
SIAPA NIH YANG HAPPY? TIAP MINGGU LHO UPDATENYA SEKARANG! GAK SEPERTI DULU LAGI YANG HAMPIR SEBULAN SEKALI UPDATE WKWK... SEBENARNYA ADA ALASANNYA SIH, BESOK DAN ALASANNYA AKU KASIH TAU SAMA KEJUTAN NANTI AKU KASIH KE KALIAN!
~ HAPPY READING! ~
***
"Peluk aku sekali saja. Sebagai tandamu sudah benar-benar merajai perasaanku, dan kini aku tahu semuanya tinggal sebatas kenangan,"
***
Wisnu berjalan menyusuri lorong-lorong yang tampak seperti labirin tersebut. Sunyi dan gelap yang menjadi kawannya sekarang. Tak ada suara yang memecah keheningan. Bahkan, langkah kakinya pun tampak tak terdengar.
Ya, dia bukan sedang berjalan. Kakinya tak menapak langsung dengan bumi.
Lelaki itu terkejut. Ia terjatuh begitu saja seakan-akan ada yang mendorongnya. Kakinya seketika terasa berat dan sulit di gerakkan. Dadanya naik turun sulit mengikuti irama napasnya yang semakin menderu. Keringat dingin bercucuran membasahi pelipisnya.
Kakinya perlahan-lahan dapat digerakkan. Dengan cepat ia berlari menjauhi lorong tersebut. Sayangnya, itu bukan langkah yang tepat. Ia justru semakin tersesat di tengah-tengah lorong yang menghadangnya.
Braakk!
Tubuh yang kokoh itu tumbang dengan sekali dorongan. Wisnu meringis pelan memegangi bagian lututnya yang mengeluarkan darah segar. Ia membalikkan badannya dan di saat itu pula, ia melihat Radit tampak tersenyum kepadanya.
"Lo sudah kalah, pecundang! Keadaan lo sekarang cuma jadi beban keluarga lo aja," ejek Radit seraya mencengkram rahang Wisnu dengan kuat.
Wisnu tak berdaya saat ini. Tubuhnya memang sudah lemas, bahkan berjalan pun rasanya berat. Masa bodoh apa yang akan dilakukan rivalnya itu kepadanya.
Radit merogoh saku celananya sejenak. Wisnu spontan melotot menatap pisau lipat yang dibawa oleh Radit tersebut. Dengan sisa tenaganya, ia melepaskan cengkraman Radit untuk menyelamatkan dirinya. Ia tertatih-tatih berlari menjauhi Radit yang kini sedang mengejarnya.
Tampaknya, dewi fortuna sedang tak berpihak padanya. Ia menemui lorong buntu. Wisnu berdecak sebal dan segera mencari lorong lainnya untuk berlari. Namun, Radit sudah menghadangnya.
"Mau lari kemana lagi, tikus kecil?" Radit menyeringai sembari mengacungkan pisau lipatnya untuk mengancam Wisnu. "Lo tau? Ini pisau yang buat lo sekarang ada di posisi ini. Dan sekarang, pisau ini juga yang bakal antar lo ke alam baka."
"Iya, gue kalah. Gue sekarang ngaku kalah sama lo, Radit. Tolong, bebasin gue kali ini. Gue bakal turuti apa yang lo mau, asal lo jangan bunuh gue," ujar Wisnu dengan nada lemah.
Radit tertawa kecil, merayakan kemenangannya kali ini. "Akhirnya, Wisnu Alderich. Hidup lo bakalan berakhir disini," ia menyeringai. Tawanya semakin besar ketika rival yang sudah sangat ia hancurkan itu menyeret tubuhnya yang lemah itu untuk menjauh. Senyumnya adalah derita lelaki sialan itu.
Ia memainkan pisau lipat itu untuk semakin membuat Wisnu ketakutan. Lelaki yang 'sok' kuat itu akhirnya bisa segera tumbang di tangannya. Hari yang ia tunggu-tunggu ini akhirnya tiba juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable Memories [END]
Teen FictionEND (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung dengan keadaan moodnya. Gadis biasa yang harus menerima sebuah konflik percintaan yang rumit dalam hidupnya setelah terlibat sebuah kecelak...
![Unforgettable Memories [END]](https://img.wattpad.com/cover/220541182-64-k747544.jpg)