67. Masa Lalu

542 58 0
                                        

HALO EPRIBADEH!
MENGHITUNG DENGAN JARI
OTEWE ENDING NIH!

AYO! LUAPKAN SUKA DAN DUKA
KALIAN SELAMA MEMBACA U.M
SEASON 1 SELAMA INI! SENANG
BISA MELIHAT KALIAN YANG
TERHIBUR DENGAN KISAH YANG
AKU BAWA UNTUK KALIAN INI :)

WARNING! SETENGAH DARI PART
INI MASA LALU WISNU YA! SEMOGA DARI SINI KALIAN MENGERTI, KALAU WISNU ITU GAK JAHAT KOK. HANYA MASA LALUNYA YANG MENGUBAH DIA JADI BEGINI :')

~ HAPPY READING! ~

***

"Orangtua adalah cinta kasih
sayang pertama semua manusia,"

***

"Ayah!"

Seorang anak kecil berusia lima tahun saat itu berlari mengejar Ayahnya yang pergi dengan koper serta barang-barangnya. Ayahnya akan pergi meninggalkannya.

"Ayah jangan pergi!" teriak Wisnu kecil seraya menangis tersedu-sedu.

Mila langsung menarik tangan anaknya itu agar tidak berlari mengejar Ayahnya yang akan pergi meninggalkan mereka dengan segudang luka yang begitu banyak.

"Jangan kejar Ayah!" peringat Mila dengan air mata yang sudah mengalir deras di pelupuk matanya.

"AYAH MAU KEMANA?! AYAH GAK BOLEH PERGI! AYAH HARUS NEMENIN WISNU DISINI!" pekik anak kecil itu.

"Udah, ya? Anak cowok kan gak boleh nangis. Inget tuh kata Ayah," ujar Mila sambil menghapus jejak air mata yang membasahi pipi anaknya.

Arthur melirik sekilas istri pertamanya dan jagoan kecilnya itu. Ia merasa sedih karena harus meninggalkan keluarga pertamanya dengan cara sebodoh ini.

"Ayo, sayang. Kita harus pergi,"  ucap Marina seraya memeluk Arthur dari belakang.

Marina. Wanita sialan itu sudah menghancurkan keluarga Wisnu. Keluarga yang utuh sempurna, tidak pernah ada masalah, saling menyanyangi, dan senantiasa harmonis seketika runtuh dengan kehadirannya yang merusak keluarga kecil itu.

Anak berusia lima tahun juga keluar dari dalam mobil. Ia menatap anak sebaya dengan umurnya keheranan. Ya, dia David Atlanta Langit. Anak haram yang membuat Arthur harus meninggalkan keluarganya.

Arthur menunduk menatap David, lalu menggendongnya. "Hayo, anak Ayah kenapa keluar dari mobil? Ayo masuk lagi," ucapnya.

Mila langsung menarik tangan Wisnu agar tidak melihat pemandangan yang hanya akan menyakiti hati mereka berdua. Walaupun Wisnu terus memberontak tak mau di bawa pergi.

"AYAH! AYAH CUMA PUNYA WISNU, NGGAK ADA YANG LAIN! AYAH KOK JAHAT?!"

"Udah, jangan teriak-teriak. Ayah cuma pergi sebentar aja kok," ujar Mila menenangkan Wisnu.

Arthur menatap Wisnu dengan tatapan sedih. Anaknya harus menjalani hidupnya tanpa sosok Ayah di sampingnya. Namun, di sisi lain ia harus menjaga David.

"Papa! Itu dia kenapa nangis?" tanya David dengan raut wajah polosnya.

"Dia itu mau ambil Papa kamu, tuh. Ayo marahin dia," bohong Marina.

Unforgettable Memories [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang