~ HAPPY READING! ~
Q: Apa bagian yang paling kalian suka di part sebelumnya?
***
"Jangan pergi dariku! Karena Tuhan yang menyuruhku menjagamu. Jadi, jangan pergi!"
***
TUBUH gadis itu tergantung di langit-langit toilet. Napasnya terengah-engah karena tali yang melilit lehernya.
Jessie hanya bisa pasrah dengan kondisinya sekarang. Beberapa kali ada orang-orang yang memaksa untuk masuk ke toilet memecah keheningan. Tapi, hasilnya tetap saja tak ada yang bisa membuka.
Sudah sekitar lima menit Jessie tergantung disana. Ia sudah bersiap-siap meninggalkan segala rasa malu dan luka yang membekas di hatinya.
Terima kasih, Tuhan. Kau menciptakan rangkaian cerita yang membuatku masih bisa merasakan segalanya. Aku bersyukur, menjalani peran utama yang indah ini.
Aku bersyukur, atas segala suka dan duka yang aku rasakan di seluruh dunia ini. Setidaknya, aku masih bisa merasakan cinta.
Jessie memejamkan kelopak matanya perlahan. Air matanya terus mengalir deras hingga membasahi pipinya. Dan saat itu juga, ia tahu melepaskan lebih mudah daripada menahan.
***
"EH, Wis, lo liat Jessie nggak? Perasaan tuh bocah kagak muncul-muncul," tanya Adam yang mengundang mata dari teman-temannya.
"Gue nggak tau," Wisnu menghendikkan bahunya dan tetap melaksanakan acara makan mie ayamnya.
"Lo kan calon pacarnya, masa lo nggak tau?" Tanya Arya yang sedari tadi bermain ponsel.
"Enak banget hidup lo. Tinggal bilang suka terus pergi. Emang cewek semudah itu lo mainin?" Cibiran tajam yang keluar dari mulut Kinos langsung menusuk hati Wisnu.
Wisnu berdecak kesal dengan tatapan ganas. Seketika, seluruh teman-temannya terdiam tanpa suara.
"Gue lagi mager. Gue bayarin lima ratus ribu buat cari Jessie,"
Seluruh orang bagian Xeagle langsung berpencar untuk mencari sosok gadis yang disuruh Wisnu. Lumayan, lima ratus ribu dari seorang sultan yang Ibunya pemilik tambang batu bara di Kalimantan.
Jauh di pojokan sana, David menatap gerak-gerik Wisnu dan teman-temannya dari kejauhan ditemani Altha. Tidak, lebih cocoknya David sendiri karena Altha fokus menyantap semangkuk bakso.
"Eh, lo nggak makan, Dav?" Tanya Altha sambil terus mencerna makanannya.
David menggeleng dan beberapa kali menulis sesuatu di bukunya. "Gak, lo sendiri aja. Gue cabut bentar,"
David segera beranjak pergi meninggalkan Altha yang cuek dengan kepergian David. Cowok itu sudah memata-matai Wisnu dengan gengnya beberapa hari yang lalu. Dan Altha, benar-benar tak tahu dengan perubahan sikap David belakangan. Yang pasti, David ada rasa kepada gadis yang terus di incarnya.
"Bucinnya udah akut," gumam Altha. "Gue harus lapor Tante Marina nih."
Kalian pasti sudah tahu, Altha adalah satu-satunya teman David. Bukan lagi teman, namun seorang sahabat yang selalu menemani David kapan saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable Memories [END]
Genç KurguEND (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung dengan keadaan moodnya. Gadis biasa yang harus menerima sebuah konflik percintaan yang rumit dalam hidupnya setelah terlibat sebuah kecelak...
![Unforgettable Memories [END]](https://img.wattpad.com/cover/220541182-64-k747544.jpg)