~ HAPPY READING! ~
"Mulut dan hati boleh berbeda.
Tapi, ketika rasa dan hati berhadapan, tak ada yang bisa membohonginya,"
***
JESSIE menatap orang di hadapannya tak percaya. Air matanya tak terbendung lagi dan membasahi pelupuk matanya. Ia tak pernah menyangka teman yang ceria dan baik kepadanya melakukan hal tersebut kepadanya.
"Lo kenapa?" Ucap Jessie, "Gue bener-bener nggak nyangka lo begini Sa." Lirihnya dengan tubuh yang berguncang.
David segera bangkit dan mendelik tajam ke arah Disa. "Memang, gak ada makhluk yang menyeramkan selain orang yang nyakitin temannya sendiri," cibirnya dengan nada dingin.
Disa melipat kedua tangannya di dada dan menatap Jessie sambil tersenyum. "Maaf Jes, lo terlalu baik." Ujarnya.
Dinda menarik lengan Disa dan memelototinya. "Disa! Udah deh! Jangan--"
"Gue nggak mau bohong Din, dosa. Gak masalah sih kalo kita terus tampil sok ramah di depan Jessie, tapi lo harus mikir juga, Din. Lo gak pernah nyangka, kita selalu ada pas dia butuh. Tapi apa dia ada pas kita butuh dia? Jadi, lo mau apa dari dia? Lo bisa aja pura-pura, tapi pikiran lo pasti jawab yang sebenarnya Din." Ucap Disa dengan nada tinggi.
Hening. Semua orang di kantin semua menyorot Jessie. Ucapan umpatan keluar dari banyak mulut membuat Jessie semakin terpuruk.
"Hei, ada apa ini?" Tiba-tiba, Wisnu datang walau tak diundang. Ia menatap Jessie yang menutup wajahnya seraya menangis sesenggukan.
"Jes," Wisnu segera bertekuk lutut di hadapan Jessie dan menatapnya khawatir. Ia beralih menatap Disa di belakangnya dan menatapnya tak suka.
"Lo apain dia?" Tanyanya dengan nada tinggi dan tatapan tajam.
Disa tak menjawab dan menatap ke arah lain untuk menjauhi tatapan tajam Wisnu.
Wisnu berdiri dan mendekati Disa dengan napas kasar yang menyeramkan. "Lo apain dia?!!" Tanyanya lagi, "Denger baik-baik, kalo Jessie luka gara-gara lo, gue nggak tinggal diem!" Tambahnya dengan napas tak beraturan sambil melotot tajam.
Disa terkekeh pelan dan memutar bola matanya dan menatap Wisnu remeh dengan tujuan memprovokasi Wisnu. "Coba aja kalo bisa, lo siapa? Pacarnya Jessie?"
Wisnu tiba-tiba tersenyum refleks ketika mendengar lawan bicaranya berkata seperti itu. Sungguh, dirinya merasa bahagia mendengarnya.
"Iya," Jawabnya santai.
Seluruh orang di kantin saat itu terkejut bukan main. Jessie yang mendengarnya langsung membuka wajahnya dan menatap Wisnu terkejut.
Dinda menyenggol lengan Disa dengan kuat. "Lo gila Sa?" Tanyanya.
Disa menatap Dinda sejenak dan kembali menatap Wisnu, masih dengan tatapan meremehkan dan terkekeh pelan. "Terlalu berharap. Lo pikir Jessie mau sama lo?" Tanyanya, "Lagian, Jessie lagi deket sama David kan? Gue yakin, lo pasti kalah sama dia."
Wisnu refleks menoleh ke belakang dan menatap David yang sedang berada satu meja dengan David. Ia tak melihat David sedari tadi.
Wisnu kembali menatap Disa dengan napas yang memburu. Amarahnya sudah melewati ubun-ubun. Ia mengepalkan tangannya dan memukul Disa hingga terjatuh.
Disa merintih kesakitan. Dinda tak berani menolongnya. Sudut bibirnya mengeluarkan darah yang mengalir. Ia bisa melihat Wisnu mengangat kepalan tangannya hendak memukulnya lagi. Tiba-tiba, David yang ada disana segera menahan tangan Wisnu yang akan melayang di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable Memories [END]
Novela JuvenilEND (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung dengan keadaan moodnya. Gadis biasa yang harus menerima sebuah konflik percintaan yang rumit dalam hidupnya setelah terlibat sebuah kecelak...
![Unforgettable Memories [END]](https://img.wattpad.com/cover/220541182-64-k747544.jpg)