HALO SEMUANYA! UPDATE LAGI SEPERTI BIASANYA, HEHE 😊
GIMANA PART KEMARIN? AKU SENDIRI SIH YAKIN ADA YANG KECEWA SAMA PART KEMARIN.. TAPI YA.. MEMANG RENCANANYA KEK GITU
DARIPADA HUJAT AKU MENDING BACA AJA DEH 😑😑
***
"Jatuh cinta itu bukan perkara mudah. Sekali terjatuh kamu akan susah bangunnya,"
***
JESSIE tak bisa berhenti menangis. Air matanya terus-menerus mengalir deras bersamaan dengan jiwa Wisnu yang sudah berada di pangkuan-Nya. Sudah banyak teman-teman Wisnu lainnya yang ingin menenangkannya, hanya saja ia tak mau diganggu untuk saat ini.
"Katanya lo bakal sama gue disini, hiks..." ucapnya dengan nada pilu. Hatinya terasa seperti ditusuk oleh ribuan belati. Ia tak bisa merelakannya. Ia tak bisa merelakan kepergian Wisnu!
"Gu-gue janji bakal lakuin yang lo mau," lanjutnya.
Tubuh Wisnu yang sudah tak bernyawa itu keluar dari ICU. Isak tangis para anggota keluarga Wisnu beserta anggota Xeagle semakin menjadi-jadi. Jessie yang melihatnya langsung menghadang para perawat yang akan membawa Wisnu ke kamar mayat.
"Jangan bawa dia! Dia masih hidup!" Pekiknya sembari membuka sehelai kain putih yang menutupi tubuh Wisnu. Ia tanpa segan langsung memeluk jasad lelaki itu.
"Jes, udah... Wisnu sudah tenang disana," ujar Kinos menenangkan.
"Nggak!! Wisnu masih hidup! Plis, Wisnu masih hidup! Jangan pada nangis! Wisnu masih hidup!"
Jessie kehilangan setengah kesadarannya. Ia masih sangat syok menerima semuanya yang seakan-akan berjalan begitu cepat. Kepergian Wisnu sangat memukul batinnya.
"Sudah ya, sayang. Wisnu pasti sedih kalau kamu menangis begini terus," Mila mengelus bahu Jessie yang bergetar karena menahan isak tangisnya. Ia tahu, gadis itu pasti sedang terluka.
"Tante gak percaya Wisnu masih hidup? Dia masih hidup, Tante!" Jessie menggenggam telapak tangan Wisnu yang terasa dingin. "Lihat nih, Wisnu aja megang tangan Jessie, Tan,"
"Kami mohon untuk segera menurut prosedur Rumah Sakit," ujar salah satu perawat.
Tubuh Jessie tiba-tiba saja tak mempunyai tenaga untuk berdiri. Otot-otot kakinya seketika mati. Seketika dunia menjadi gelap di matanya.
***
JESSIE membuka matanya perlahan. Tampak Agam, Arya, dan Kinos di sekelilingnya. Ia meringis memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Jes, lo udah sadar? Sakit kepala lo? Ada yang sakit lagi? Gak papa kan?"
Rentetan pertanyaan yang keluar dari mulut Agam semakin membuat kepalanya pusing. "Pusing," hanya itu yang bisa ia katakan.
"Heh, lo jangan ngeliatin aja! Ambil obatnya!" Titah Agam pada Kinos dan Arya yang sedari tadi asyik berkutat dengan ponselnya.
"Aku bang?" Tanya Arya.
"Bukan, yang di belakang lo!"
"Ihh.. Abang bikin parno ih," ucap Arya menye-menye.
"Ambil bego! Tangan lo mana?" Agam mulai kesal dengan kelakuan Arya yang mulai absurd.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable Memories [END]
Novela JuvenilEND (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung dengan keadaan moodnya. Gadis biasa yang harus menerima sebuah konflik percintaan yang rumit dalam hidupnya setelah terlibat sebuah kecelak...
![Unforgettable Memories [END]](https://img.wattpad.com/cover/220541182-64-k747544.jpg)