69. Hukuman

584 70 6
                                        

HEYYO SEMUANYA YEAYY!
SELAMAT, KAMU MASIH HIDUP
DAN BELUM MENG-GHOSTING
SAYA NIH! CONGRATS YA!

INGAT, JADI TUKANG GHOSTING ITU
JAHAT BANGET LHO. DOSANYA DI JAMIN MENUMPUK KAYAK CUCIAN PIRING. JADI ALANGKAH BAIKNYA VOTE DAN SIAP SPAM KOMEN DI SETIAP PARAGRAF INI.

JANGAN LUPA BAHAGIA!
KENALAN LEWAT KOMENTAR?

~ HAPPY READING! ~

***

"Semuanya masih sama seperti dahulu. Senyap dan sepi, tersisa diri ini sendiri menatap langit yang berselimutkan kelabu,"

***

HARI ini, Jessie memutuskan untuk pergi ke sekolah walau pun memang keluarganya masih dalam kondisi berduka. Tetapi, Jessie tak ingin menyia-nyiakan waktunya untuk belajar agar ia bisa naik ke kelas 11.

Cewek berambut sebahu itu memasuki gerbang sekolah, dengan banyaknya juga siswa yang berlalu-lalang di sana.

Semua orang menatap Jessie iba mengingat Ayah Jessie yang baru saja lusa kemarin meninggal dunia. Hebat bagi semua orang kalau seorang anak sanggup hidup dan belajar tanpa ada sosok Ayah yang berarti lagi di setiap klise kehidupan.

Kalau di ingat-ingat, Jessie juga tak perlu merasa risih. Ia pernah merasakan hal yang sama dan bahka lebih parah. Jessie memang sudah seperti selebritis dadakan.

"Jes! Lo ke sekolah?" tanya Dinda yang muncul tiba-tiba dari belakang tubuh Jessie dengan raut wajah terkejut. Di ikuti oleh Disa di belakangnya.

Jessie mengangguk pelan sebagai jawabannya.

"Kak Agam di mana?" tanya Disa.

"Iya. Lo sendirian kesini?" tambah Dinda.

"Gue ke sini sendirian naik bis kota tadi turun di halte," jawab Jessie sekenanya. Ia sedang tidak ingin berbicara panjang lebar saat ini.

"Lah? Lo sekolah Jes?" tanya Arya yang kebetulan lewat di koridor saat itu dan berpapasan dengan Jessie.

"Iya,"

"Gue panggilin Wisnu sebentar,"

"Jangan!" Jessie seketika saat itu juga refleks menarik paksa tangan Arya. Orang-orang sangat tidak peka! Jangan merusak mood-nya bersekolah hari ini!

"Kenapa? Biar gue suruh Wisnu jagain lo," ucap Arya seperti anak polos yang tak tahu apa-apa.

"Bego banget sih lo! Gak ngerti suasana sama sekali!" ujar Dinda seraya melotot tajam menatap Arya.

"Kenapa lo sewot?" ucap Arya dengan nada tak suka.

"Ngapain lo panggil orang yang udah jadi mantannya Jessie? Kalau gini terus mah, mana ada yang mau sama lo lama-lama!" balas Dinda. Entah, melihat anggota inti Xeagle itu saja sudah membuatnya ingin meremas wajah mereka satu-satu, keculi Wisnu, hehehe...

"Malah bagus dong? Kalau mereka balikan gimana? Kan makin mantap jiwa tuh," ujar Arya.

"Sudah, ish! Jangan pada berantem. Gak malu di liatin sama anak-anak yang lain?" Disa berusaha memisahkan perdebatan antara Dinda dan Arya.

Unforgettable Memories [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang