66. Segera Kembali

465 68 0
                                        

HOLAA! MAKIN GERCEP NIH
DAUS TIAP HARI UPDATE.
SAYANGNYA SIH, MASA KALIAN
TIDAK BERBAIK HATI GITU
VOTE DAN KOMENNYA 😭💔.

JANGAN JADI PEMBACA GELAP.
GAK MALU SAMA TETANGGA
DIBILANG SUKA MAIN GELAP-
GELAPAN? AHAHAHAHAHAH

MAKANYA GITU, BIAR KALIAN DI
LIHAT SEBAGAI ANAK YANG
BAIK HATI, JANGAN LUPA GITU
KASIH APRESIASI KE SAYA, GAK
SAMPE 5 MENIT SAYANG :'(

~ HAPPY READING! ~

***

"Cinta di dasari oleh perasaan.
Bukan berasal dari paksaan,"

***

PERTUNANGANNYA adalah malam ini. David yang bahkan masih belum siap langsung di paksa oleh Marina datang ke butik untuk bersiap-siap memakai setelan lengkap. Kemeja putih serta tuksedo hitam garis-garis, di tambah sepatu pantofel yang menambah karisma cowok itu.

"Kamu ganteng banget sih," ucap Irene seraya bergelayut manja di tangan David.

David seketika saat itu juga langsung menepis Irene dan memberi tatapan tajam ke cewek itu. Entah mengapa, dalam semalam sifat Irene kepadanya langsung berubah yang awalnya dingin dan cuek, menjadi lebih perhatian dan manja.

"Jangan begitu kamu!" tegur Marina melihat David yang kasar dengan Irene.

"Kamu jangan marah, dong. Kamu kan memang ganteng," ujar Irene sambil memelas.

"Jangan harap gue suka sama lo! Jijik gue lihat muka lo di sini,"

"Kamu lupa?" Marina mengulum senyum yang menyeramkan. Ia memberi kode kepada David tentang apa yang akan ia lakukan jika David terus menolak dan memberontak.

David memang langsung mati kutu. Tapi, alangkah lebih baiknya jika Marina tahu ia adalah anak yang pintar. Tentu ia sudah mempunyai rencana besar untuk melakukan apa pun agar pertunangan malam ini kacau. Tunggu saja.

"Tenang aja. David masih ingat," jawab David.

"David, kita ke bawah yuk! Aku mau ajak kamu buat pilih gaun yang bagus buat aku," pinta Irene sambil memasang wajah puppy eyes.

"Pake daster aja. Biar kayak tante-tante,"

"David, ish!" Irene memprotes.

"David, udah ayo ikut Mama ke bawah buat pilihin gaun yang bagus untuk Irene. Jangan berantem kalian, nanti malah makin sayang," goda Marina.

Bulu kuduk David langsung bergidik ngeri mendengarnya. "David tunggu di sini aja. Masih mau siap-siap," tolaknya mencari alasan.

"Yahhh..." sedih Irene.

"Ya sudah, kamu juga masih belum rapi. Masuk ke dalam lagi sana, biar Irene aja yuk yang ikut Tante," Marina menarik tangan Irene dan mengajaknya untuk turun ke lantai bawah.

David menghembuskan napas lega. Ia menatap dirinya dari cermin besar di hadapannya. Tak terasa, beberapa jam lagi ia akan memulai misinya. Ia hanya bisa berdoa agar rencananya itu berhasil dengan baik.

Unforgettable Memories [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang