[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]
Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.
Happy reading.
***
27. CAMERA ROLLING AND ACTION
"Zelia?"
Seorang wanita paruh baya memanggil nama anaknya setelah dia membuka pintu rumahnya. Matanya melirik ke setiap sisi teras dan halaman rumah. Hasilnya nihil.
Saat hendak membalikkan badannya masuk ke dalam rumah. Mata Felisia melihat sebuah kantong kresek berwarna hitam di atas meja terasnya lalu kembali melirik kesana-kemari.
Felisia melangkahkan kakinya ke arah meja itu lalu mengambil kantong kresek berwarna hitam itu. Karena penasaran apa isi kantong kresek itu, dia membukanya. Ternyata sebuah kotak yang berisi martabak.
Drtddd....
Ponsel Felisia berdering dari dalam saku baju dasternya lalu merogoh ponselnya dan mengangkatnya.
Zelia.
"Halo, ada apa, Ze?" tanya Felisia setelah teleponnya terangkat.
"Bunda, martabak di atas meja itu Zelia yang beli tadi saat Zelia pulang kerja. Bunda sama Ayah makan aja. Aman kok, tanpa sianida."
"Iya, kamu kemana? Kok nggak-"
Tut..tut..tut..
-oOo-
Seorang gadis tengah berdiri di tepi jalan raya yang terlihat sangat ramai. Kelihatannya dia tengah menunggu seorang atau lebih.
Tak lama kemudian, dua buah mobil bak berwarna hitam berhenti di depan gadis itu. Satu khusus perempuan yabg satunya lagi khusus laki-laki. Terlihat sekitaran sepuluh orang di masing-masing mobil.
"ZELIA!" pekik mereka semua serentak sambil melambaikan tangan ke arah gadia yang berdiri di tepi jalan raya.
"Akhirnya, kalian semua datang juga, ujar Zelia.
"Gimana?" tanya Nancya mendongakkan kepalanya keluar jendela ke arah Zelia.
"Anjir! Mau demo kalian?" tanya Zelia sambil terkekeh-kekeh.
"Skuylah!" teriak Zelia dengan semangat 45 lalu naik ke atas salah satu mobil bak.
"Skuy!" teriak mereka semua serentak.
Kedua mobil itu melaju dan membelah jalanan menunju ke satu titik tujuan. Jalanan yang terlihat lumayan ramai dengan pengendara lainnya. Mereka semua bersenang-senang di atas bak mobil itu.
"Oke ges! Gue lagi berada di atas helikopter tempur alias truk gandeng eh gandengannya kabur."
Inces Lala memulai siaran langsungnya di Instagram, maklum selebgram yang mendadak viral.
"Kala ku pandang mantan nun jauh di sana. Sayup kudengar buaya jantan yang menggema. Terasa kembali gelora jiwa santetku. Karena tersentuh alunan lagu semerdu mantan kampret!" senandung salah satu gadis yang diikuti tepuk tangan oleh gadis lainnya.
"Inces!" panggil salah satu gadis dengan rambut tergerai dan berterbangan akibat hembusan angin.
"Camera rolling and action!"
"Nggak ada bahu pacar masih ada tiang listrik!" ucap gadis itu.
"Mantap!" ucap mereka semua serentak.
"Kemarin gue lihat mantan gue. Ternyata, dia glow up. Eh, tahunya jadi kera!" lanjut gadis yang lain.
"Aamiin!" serentak.
"Ganteng doang, ngejar cewek minta bantuan!" lanjut gadis yang lain.
"Pakboy!" serentak.
Krik..Krik..krik..
"Cantik karena make-up, sekalian make-upnya dimakan, biar cantik luar dalem!" lanjut gadis lain.
"Muanteppp!" serentak.
"Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sejomblo-jomblonya seseorang, itu emang takdirnya." lanjut gadis lain.
"Canda jomblo!" serentak.
"Gue gendut aja cantik. Apalagi kurus, pasti Kim Taehyung jatuh hati!" lanjut Fenny.
"Halu!" serentak.
"Di dalam cerita ada gergasi. Kalau dia atas mobil adanya si Fenny!" lanjut gadis lain.
Fenny menoleh sinis ke arah salah satu gadis yang ngatainnya.
"Kampret!" umpat Fenny yang tengah sibuk terkekeh-kekeh sedari tadi.
Plak!
Erorrrrrrrr.
Camera off.
-oOo-
KAMU SEDANG MEMBACA
Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]
Teen Fiction"Kalau mau cium gue jangan ragu-ragu gitu!" sambar Zelia membuat Albarian mematung diam. "Ciuman gue mahal!" Sungut Albarian. __________________ Baca aja!! Aku tantang kalian membaca part 13 dan 14, kalau nggak suka baru tinggalin kalau suka, baca d...
![Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]](https://img.wattpad.com/cover/248130734-64-k121444.jpg)