[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]
Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.
Happy reading.
***
22. BASECAMP
Beberapa guru sedang rapat di meja meeting yang telah disediakan di ruangan khusus. Ruangan yang hanya berukuran 4m x 4m dan terlihat sebuah meja bundar yang memiliki lima kursi dan hanya diduduki tiga kursi oleh beberapa orang penting. Di sana ada Bapak kepala sekolah, kepala BK, dan wali kelas, XII IPS 2. Ya, itu adalah wali kelas Albarian dan Zelia.
"Jadi, bagaimana, Buk? Pak?" tanya kepala sekolah setelah menjelaskan tentang Zelia kepada Buk Helena selaku wali kelas, XII IPS 2 dan kepada Pak Aryo--kepala BK.
"Menurut pengamatan saya. Zelia memang tidak salah. Dia telah membantu teman-temannya dan membuat sarana yang ada di sekolah tidak terlalu banyak yanv hancur," pendapat Buk Helena.
"Saya juga berpendapat begitu. Kita batalkan saja D.O-nya Zelia. Ini haknya untuk menempuh pendidikan.
"Baiklah, saya akan menelpon Zelia dan menyuruhnya untuk kembali ke sekolah."
-oOo-
Geng Zagas tengah berkumpul di basecamp. Terlihat Bryan tengah duduk di kursi sambil mengusap layar ponselnya, Gevin tengah sibuk duduk lesehan sambil memakan cemilan ringan. Sedangkan, Bayu sibuk menatap layar ponselnya sambil duduk di sebelah Gevin. Kalau Albarian, berdiri sambil menyandarkan punggungnya di dinding basecamp sambil mengunyah permen karet.
"Anjir! Karina makin aduhai aja," puji Bayu sambil menatap terpana ke arah layar ponselnya.
Gevin menoleh dan mengambil paksa ponsel Bayu lalu menatap tajam layar ponsel yang ada di tangannya sekarang. "Aduh mamae ada cewek baju merah bikin saya terpana." senandung Gevin.
Bayu kembali mengambil ponselnya dari tangan Gevin. "Dasar kang copet."
Gevin merogoh beberapa snak yabg tengah dipegangnya lalu menyumbangkannya ke mulut Bayu. "Mulut lo butuh difilter!"
"Ini lah ciri-ciri titisan dakjal. Masa tunangan sahabatnya sendiri diembat," timpa Bryan menatap ke arah Bayu dan Gevin.
"Bacot!" ucap Bayu dan Gevin serentak ke arah Bryan.
Albarian beranjak dan melangkahkan kakinya lalu duduk lesehan di tengah-tengah Gevin dan Bayu sambil merangkul pundak kedua temannya itu.
"Kalian mau gue galiin kuburan nggak?" tawar Albarian menatap kedua temannya secara bergantian sambil memberikan senyuman devil.
Gevin dan Bayu meneguk kasar salivanya.
"Biar gue siapin kain kafannya," sambung Bryan.
Albarian memberikan jempol untuk Bryan, tangannya masih merangkul pundak temannya itu.
"Jadi, gimana?" tanya Albarian kepada mereka berdua.
"A-anu. Ga, gimana-gimana," jawab Gevin ketakutan.
"I-iya, kami kilap," sambung Bayu.
"Emang, ya. Manusia itu suka pura-pura kilap. Padahal, sebenarnya memang mau," kata Bryan melirik-lirik ke sembarang arah.
Tahu lah, maksud dari kata Bryan menuju kemana.
"Ini akibat lo kebanyakan ghibah sama emak-emak komplek!" ketus Bayu kepada Bryan.
Albarian menepuk kedua pundak temannya itu hingga mereka terlonjak kaget.
"Kalau kalian mau, ambil langsung bungkus!"
Gevin dan Bayu menoleh ke arah Albarian.
"Serius?" tanya mereka berdua serentak.
Albarian menaikkan satu alisnya dan sudut bibirnya menandakan kalau dia serius.
Albarian melepaskan rangkulannya.
"Kalian adalah keluarga gue. Jadi, susah dan senang kita akan bersama. Kalau yang satu sedih kita tertawa di atas penderitaannya."
Bryan, Bayu, dan Gian menatap datar Albarian.
"Canda penderitaan," lanjut Albarian.
"Gue serius. Kalian tu harta kedua gue setelah Zelia."
"Lo udah jadian sama Zelia, Al?" tanya Gevin lalu mengunyah cemilannya.
"Emang ada yang berani nolak gue? Setan aja sampe godain gue. Apalagi Zelia," jawab Albarian dengan membanggakan dirinya.
"Ini nih pacar yang nggak tahu diri. Masa pacarnya disamakan dengan setan," sambar Bryan sok-sokan. Ini nih kebiasaan Bryan. Mulutnya tu bikin nyesek.
Lihat Nancy aja kek kucing ketonbean.
"Ah, lo nggak asik," kata Bayu pada Albarian.
Albarian menaikan satu alisnya heran ke arah Bayu. "Satu kata..."
"... bodo amat."
"Lo bilang 'susah dan senang sama-sama'. Berarti lo harus jomblo juga dong kek kita-kita. Ya, nggak?" tanya Bayu menatap ke arah Bryan dan Gevin bergantian.
"Itu derita lo!" ketus Albarian.
"Gue bakalan nemuin geng Foster nantu malam dan kalian semua harus ikut," lanjutnya
"Lo mau mengakhiri hidup lo?" tanya Bayu.
"Katakan tidak pada hidup lo!" sambar Albarian.
Bayu memasang wajah jeleknya ke arah Albarian, seakan-akan itu sebuah ejekan.
Pletak.
Albarian menepis kepala Bayu.
"Arkh! Sakit, njir. Nggak ngotak lo!"
"Otak gue emang nggak ada."
"Gue dan Zelia tadi pagi dikejar sama geng Foster. Hingga kaki pacar gue berdarah. Dan itu tidaklah keyen. Gue akan balikkin darah itu ke mereka," lanjut Albarian serius.
Albarian menatap ke tiga temannya secara bergantian. "Jadi, kalian harus ikut dengan gue."
"Gue ikut!" kata Bayu semangat.
"Keknya main lempar-lemparan pisau enak tuh," lanjut Bayu.
"Ntar, biar gue yang iris-iris mereka. Trus gue cincang-cincang," timpa Gevin.
"Gue yang nyiapin wajan, santan, cabe, dan bumbu lainnya. Lumayan..."
"...makan rendang manusia," ucap Bryan sambil memainkan alisnya ke arah teman-temannya.
"Gobloknya natural pemberian Tuhan," kata Albarian sambil tersenyum.
-oOo-
KAMU SEDANG MEMBACA
Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]
Teen Fiction"Kalau mau cium gue jangan ragu-ragu gitu!" sambar Zelia membuat Albarian mematung diam. "Ciuman gue mahal!" Sungut Albarian. __________________ Baca aja!! Aku tantang kalian membaca part 13 dan 14, kalau nggak suka baru tinggalin kalau suka, baca d...
![Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]](https://img.wattpad.com/cover/248130734-64-k121444.jpg)