52. PACAR NGGAK ADA AKHLAK

8.1K 647 10
                                        

[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]

Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.

Typo bertebaran.

Happy reading.

***

52. PACAR NGGAK ADA AKHLAK

Bruk.

Zelia mengerem mendadak motor bebeknya di dinding pembatas samping sekolah. Sial! Gadis itu membentur dinding itu tidak terlalu kuat dan ban belakang motornya sedikit terangkat.

Tidak mungkin mereka berdua lewat pagar sekolah. Bisa-bisa mereka masuk ruang BK.

"Woi! Kecebong minta dinikahin. Lo kalau bawa motor tu pakek hati, masa lo nabrak dinding, kan nggak astetik," rutuk Albarian kesal lalu turun dari atas motor bebek itu.

Zelia menoleh malas ke arah Albarian. "Terus, gue harus nabrak apa?"

"Nabrak hati gue. Biar lebih astetik." goda Albarian dengan ekspresi lebaynya.

"Minta digibeng juga lo!" ketus Zelia.

Zelia memarkirkan motor bebeknya di samping sekolah, agar tidak ketahuan kalau mereka berdua terlambat. Gadis itu turun dari motornya lalu melirik ke arah jarum jam yang sudah lewat dua menit dari waktu ujian. Sia mereka sudah terlambat.

Albarian membuka helmnya lalu meletakkannya di atas motor, begitu juga dengan Zelia. Gadis itu menatap ke arah dinding pembatas yang cukup tinggi, sekitaran tiga meter.

"Apalah daya gue yang pendek ini," ucap Zelia lesu lalu menoleh ke arag Albarian yang berdiri di sampingnya. "Lo ada rencana buat bisa sampai ke sebalik dinding, nggak?"

Albarian mencoba sedikit berpikir. "Gue tahu!"

Zelia memasang raut wajah serius. Seperti seseorang yang mendapatkan sebuah harapan. "Gimana-gimana?"

"Baling-baling bambu!" seru Albarian lalu terkekeh-kekeh. Sedangkan, Zelia memasang raut wajah malas lalu melayangkan tangannya ke kepala belakang cowok itu.

Plak.

"Sakit, anjir!" gerutu Albarian sambil mengusap-usap kepala belakangnya yang ditampar Zelia.

"Bodo amat!" ketus Zelua lalu berjalan ke arah dinding pembatasan. Gadis itu meloncat-loncat, berharap bisa menggapai bagian atas dinding itu. Tapi, hasilnya nihil.

Tak lama kemudian, Zelia mendapati Albarian yang meletakkan tangga kayu di dinding pembatas itu di sampingnya. Entah darimana cowok itu mendapatkannya. Gadis itu menoleh ke arah Albarian.

"Punya otak juga lo," ujar Zelia.

Albarian menoleh ke arah Zelia. "Emangnya lo, otak kek udang. Bawa motor aja kek orang dikejar setan."

"Bukan setan," sanggah Zelia lalu berjalan menghampiri Albarian.

"Terus apa?" tanya Albarian heran.

Zelia merangkul pundak Albarian sambil menatap dalam cowok itu. "Setankai bunga mawar."

"Setangkai bukan setankai, goblok," ucap Albarian membenarkan ucapan Zelia.

Zelia melepaskan rangkulannya lalu menaikan satu persatu kakinya di anak tangga kayu itu. Zelia berhenti di tangga pertama lalu menoleh ke arah Albarian yang masih berada di bawah. Terlihat cowok itu mendongak menatapnya.

"Jangan ngintip dari bawah. Awas aja lo! Gue sumpahin mata lo berkarat."

"Bacot, anying!" umpat Albarian lalu mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.

Zelia melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga itu lalu disusul Albarian saat Zelia sudah sampai di sebalik pagar. Albarian meloncat dari atas pagar itu yang dibawahnya terlihat rerumputan tebal.

"Awas Zelia."

Zelia menoleh ke arah Albarian sambil mendongak. "Kampret. Jangan loncat anjir!"

"Albarian bangsattt!" pekik Zelia sambil menutup matanya erat dengan telapak tangan yang terjulur ke arah Albarian.

Bruk.

"Aaaa!" pekik Zelia yang seketika mulutnya dibekap oleh Albarian dengan tangannya, Albarian.

"Berisik." Albarian menatap dalam bola mata milik Zelia.

Sial! Albarian jatuh di tubuh Zelia, hingga dia menindih tubuh gadis itu. Mata mereka saling bertatapan dalam. Gadis itu merasakan jelas hembusan nafas cowok itu yang tersengal-sengal. Dadanya terasa sesak, jantungnya berdegup kencang.

Zelia mendorong kuat dada bidang Albarian, menjauhkan tubuhnya dari cowok itu, hingga Albarian terlempar ke samping.

Zelia bangkit lalu membersihkan seragamnya yang sedikit kotor. Sedangkan, Albarian bangkit lalu membersihkan bajunya yang sedikit kotor juga.

Setelah selesai, Zelia langsung menarik kerah baju Albarian. Dia berlari, menyeret cowok itu, hingga cowok itu tercekik dan mengekorinya dari belakang. Mereka berdua berlari di koridor kelas X yang terlihat sepi, karena semua orang tengah sibuk ujian.

"Zelia! Anjir leher gue tercekik, kampret!" umpat Albarian kesal yang tidak dipedulikan oleh Zelia. Gadis itu terus menyeret sambil berlari dengan santainya. Sedangkan, cowok itu sulit untuk bernafas. Dasar Zelia minim akhlak.

"Bacot!" Zelia semakin menarik kerah baju Albarian. "Cepetan nanti kita terlambat, sebelum guru pengawasnya masuk ke kelas."

"Woi!" teriak salah satu guru BK dari ujung koridor kelas X.

Sial! Zelia menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara teriakan dari ujung koridor itu. Sedangkan Albarian mendelik saat mendapati seorang pria dengan baju berwarna putih hitam di ujung koridor. Ya, dia adalah guru BK.

Zelia menoleh ke belakang lalu terkejut dengan mata yang melotot. "Anjir, guru BK."

Sontak, Zelia melepaskan kerah baju Albarian dengan cepat lalu berlari. Sial! Cowok itu terjatuh ke atas lantai koridor sambil mengerang kesakitan. "Arkh."

Zelia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang. Dia mendapati Albarian yang tergeletak di atas lantai koridor. Tanpa, rasa bersalah. Gadis itu membiarkan Albarian tergeletak. Ciri-ciri oacar nggak ada akhlak.

"Woi, tunggu!" teriak guru BK itu berlari ke arah mereka berdua.

"Gue tunggu nasib lo di kelas, Al!" seru Zelia lalu berlari secepat mungkin, menaiki tangga yang menghubungkan lantai dua. Tanpa, menghiraukan Albarian.

Gadis itu benar-benar keterlaluan.

Albarian mendongak. "Zeliaa! Anjir! Minta di santet lo!"

"Maafkan, gue, Al. Lo jadi tumbal aja!"

"Dasar pacar titisan setan! Lihat aja lo! Gue jitak kepala lo sampai mampus!" geram Albarian dengan ekspresi kesalnya.

"Jangan lari kalian!"

Albarian menoleh ke belakang, guru BK itu semakin mendekat dengan tongkat kayunya. Cowok itu bangkit lalu berlari secepat mungkin, melebihi kecepatan kuda.

"Ada setan! Kaburrr!"

-oOo-

Gimana part-nya?

Makasih buat kalian yang udah mau baca cerita gaje ku.

See you next part!

Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang