[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]
Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.
Happy reading.
***
28. DUA KUBU BERBEDA
Dua geng tengah berdiri di jalan raya yang terlihat kosong. Di satu sisi geng Zagas yang hanya beranggotakan lima orang dan beberapa yang memegang balok kayu, sebenarnya banyak, sih. Dan disisi lain geng Foster yang jumlah anggotanya dua puluh orang dan sekarang hanya datang dua belas orang dengan tangan kosong karena yang lainnya tidak bisa datang.
Dari segi jumlah anggota, geng Foster masih unggul. Geng Foster dipimpin oleh Davandra, sedangkan geng Zagas dipimpin oleh Albarian. Mereka berdua juga sama-sama unggul, sama-sama pinta, cuman Albarian lebih humoris dan tampan, sedangkan Davandra lebih romantis dan tidak terlalu tampan, modal uang doang.
Albarian dan Davandra saling membalas tatapan tajam.
"Kapan selesainya, sih, arisan ini?!" ujar Bayu malas sambil menggoyangkan balok kayu yang dipegangnya ke sembarang arah.
"Aduh Gusti! Arisan aja pakek main keroyokan," sambung Gevin dengan nada khasnya.
"Maklum, mak-mak arisan beraninya main keroyokan," sambung Bayu.
"Kata ilham. Beraninya main keroyokan, nembak cewek aja minta bantuan teman," timpa Bryan.
"Kata Ilham," jeda Gevin lalu menoleh ke arah Bryan. "Orang yang baik adalah orang yang tahu diri kek lo!"
Bryan menatap sinis Gevin. "Mendingan gue, daripada lo nggak laku-laku."
"Gue mah ijo tomat! ikatan jomblo terhormat!" ujar Gevin sambil membusungkan dadanya yang terlihat membanggakan dirinya sendiri.
"Virus goblok sudah mendarah daging," gumam Albarian menatap malas ketiga temannya.
Dari sisi sebelah.
"Itu tuh, efek nongkrong sama emak-emak komplek. Sukanya ngeghibah," ujar salah satu geng Foster.
"Kalian jangan banyak bacot!" teriak salah satu anggota geng Foster kepada geng Zagas.
"Eh, bekicot marah!" ledek Bayu sambil menunjuk ke arah orang itu.
"Udah sono pulang, minum cucu sama emak!" celutuk Gevin dengan raut wajah mengejeknya.
"Bacot! Anying!" umpat Davandra dengan nada tinggi.
Dari sisi kanan, geng Foster berjalan perlahan-lahan lalu berlari ke arah geng Zagas. Begitu juga dari sisi kiri, geng Zagas berjalan perlahan-lahan lalu berlari ke arah geng Zagas. Kedua kubu geng itu mengeluarkan seluruh amarahnya lewat pukulan dan tendangan. Apapun bentuk bela diri mereka keluarkan.
Davandra memegang krah jaket denim Albarian dengan raut wajah yang penuh emosi.
"Gue ingetin sama lo! Kalau Zelia itu milik gue! Gue nggak bakalan rela kalau lo jadian sama dia!" ketus Davandra.
Albarian melayangkan pukulannya ke pipi Davandra lalu membalikkan badan Davandra dan memegang krah jaket cowok itu. Sekarang, gantian Albarian yang melakukan hal itu ke Davandra.
"Ingat! Lo itu hanya mantan dan lo itu sampah masyarakat, anjing! Lo kira lo bisa ngerebut Zelia dari gue?
"Di-dia be-bekas gue!" ujar Davandra terpenggal-penggal akibat cengkeraman Albarian di krah jaketnya lalu cowok itu menaikkan sudut bibirnya ke arah Albarian.
Raut wajah Albarian terlihat emosi.
"Bangsat!" umpat Albarian.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Albarian meninju Davandra dengan membabi-buta tanpa ampun cowok itu. Davandra terlempar jauh akibat tendangan Albarian. Terlihat kedua cowok itu saling tatap dan mengambil nafas kasar setelah meluapkan segala amarahnya.
"Al! Awas!" teriak Bryan yang sedang menahan leher lawannya.
Albarian menoleh ke belakang.
Bugh.
"Al!" pekik ketiga teman Albarian.
Pipi Albarian sukses ditinju oleh salah satu anggota Foster lalu Davandra bangkit dan membalas pukulan Albarian hingga cowok itu muntah darah. Wajahnya sudah membiru akibat pukulan keras dari lawannya. Dia bersimpuh lutut lalu terbaring kaku. Sedangkan ke-tiga teman Albarian melanjutkan pertengkarannya.
"Dasar pecundang! Nggak pantas lo disebut sebagai lelaki!" ketus Davandra menatap sinis Albarian yang tergeletak di jalanan dengan mata yang berair dan peluh yang terys bercucuran.
"Albarian!" pekik seorang gadis dari kejauhan yang tengah bersembunyi di balik pohon sedari tadi, menghampiri Albarian.
"Karina?" gumam Davandra tidak percaya.
Tbc..
Besok sambung lagi, ya.
Atau nanti malam?
KAMU SEDANG MEMBACA
Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]
Novela Juvenil"Kalau mau cium gue jangan ragu-ragu gitu!" sambar Zelia membuat Albarian mematung diam. "Ciuman gue mahal!" Sungut Albarian. __________________ Baca aja!! Aku tantang kalian membaca part 13 dan 14, kalau nggak suka baru tinggalin kalau suka, baca d...
![Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]](https://img.wattpad.com/cover/248130734-64-k121444.jpg)