66. (UN)HAPPY BIRTHDAY

7.2K 532 23
                                        

[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]

Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.

Tebarkan komen sebanyak-banyaknya!

Happy reading.

***


66. (UN)HAPPY BIRTHDAY

Zelia mengobati bekas luka Davandra di depan teras rumahnya. Gadis itu tidak mengantarkan cowok itu pulang. Kebetulan, Zelia yang membawa motornya, Davandra. Jadi, dia berhenti di rumahnya. Sekalian mau mengobati luka yang ada di wajah Davandra.

"Shh.." Davandra meringis kesakitan saat Zelia membersihkan sudut bibir cowok itu yang terluka dengan kapas yang telah diberi alkohol.

"Sakit?" tanya Zelia penuh selidik.

Davandra tersenyum lalu menggeleng lemah. Setelah selesai, Zelia memasukkan seluruh obat yang digunakannya untuk mengobati luka Davandra ke dalam kotak P3K.

Gadis itu menatap dalam ke arah Davandra yang tengah memegang sudut bibirnya. "Lo udah baikkan? Atau, gue anterin pulang?"

"Nggak perlu, gue udah mendingan, kok," jawab Davandra tenang.

Zelia mengalihkan pandangannya lurus ke depan -menatap halaman rumahnya yang terlihat sedikit gelap. Hanya ada lampu temaram yang menghiasi halaman rumah itu.

Zelia terus melirik ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Raut wajah gadis itu terlihat sendu. Pikirannya sekarang tengah bercabang dua. Kelihatannya gadis itu tengah kalut.

Davandra menoleh ke arah Zelia. Dia menatap Zelia heran. "Lo kenapa?"

Zelia menoleh lalu menatap sendu ke arah Davandra. "Gue merasa aneh."

"Sepertinya gue sedang sakit," lanjut Zelia.

"Gue benar-benar bingung sekarang." Zelia menghela nafas kasar.

"Sepertinya, sebagian hati gue hancur."

"Gue merasakan ada seseorang yang mencoba menggores hati gue."

"Rasanya sangat sakit." Bulir air bening jatuh dari sudut mata Zelia.

Gadis itu mendongak lalu menyeka air matanya. Dia menoleh ke arah Davandra lalu tersenyum manis. "Maaf, gue cuman lagi pengen nangis aja."

Davandra tersenyum kecil. Dia mencoba menggapai tangan Zelia. Gadis itu melirik ke arah jam tangan. Dia terlihat resah. Dia baru menyadari kalai Davandra menggenggam erat tangannya.

Zelia menatap nanar tangannya yang dipegang oleh Davandra lalu beralih menatap bola mata cokelat milik Davandra dalam. "Beneran, gue nggak papa."

"Raut wajah lo tengah mengartikan kalau lo sedang kalut," ucap Davandra.

"Gue paham, gue tahu, kok. Gue tahu semuanya." ucap Davandra.

Zelia hanya diam menunggu lanjutan ucapan Davandra.

"Sekarang, lo ikut gue."

Davandra bangkit lalu berjalan sedikit tertatih-tatih ke arah motornya. Sedangkan, Zelia mengekori Davandra dari belakang. Tangan gadis itu masih digenggam oleh Davandra.

Cowok itu tidak mengenakan helm. Dia langsung saja naik ke atas motornya. Matanya menoleh ke arah Zelia yang berdiri di sampingnya. "Ayo, naik!"

"Tapi-?" ragu Zelia.

Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang