36. BAYU JOMBLO

10.8K 892 16
                                        

[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]

Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.

Happy reading.

Nb: My Prince is Bad Boy ganti judul jadi Couple Goals

***

36. BAYU JOMBLO

Bayu Jomblo [4]

Bayu:
| Woi, yang ganti nama grup gue sumpahin jadi batu!

Gevin:
| Sabar, bro
| Terima aja kenyataan, walaupun pahit.

Bayu:
| Bacot!
| Gue tahu gue jomblo
| Mentang-mentang punya doi kalian semua, kalian tinggalin gue

Bryan:
| Sirik tanda tak mampu, bro

Bayu:
| Bacot lo!

Albarian:
| Kalau KDRT jangan di sini
| hush, hush, sana

Bryan:
| Yang mau punya bini dua ni, yee @Albarian

Bayu:
| Woi, punya bini tu bagi-bagi lah!

Gevin:
| Jomblo ngegas

Bayu:
| Kamvreto

Albarian:
| Dua istri tidak cukup
| Seratus istri baru cukup
| Sekalian nambah pahala:)

Gevin:
| Anjim
| Mau lo kemanain anak orang?

Albarian:
| Mau gue open BO

Bayu:
| Anjir, dasar anak laknat

Albarian:
| Maaf mama @Bayu aku masih suci

Bayu:
| Otak lo butuh gue cuci pakai cling, biar bersih sempurna

Albarian:
| Anjir

Bryan:
| Kuy basket!

Bayu:
| Kuy!
| Males gue sendirian di rumah, apalagi jomblo

Albarian:
| Kuy!

Gevin:
| Pakai bola siapa, nih?

Bayu:
| Bolanya Fenny, lumayan

Gevin:
| Bola yang mananya, nih?

Bryan:
| Anjir
| Om-om bejat!

Albarian:
| Gue tunggu kalian di lapangan basket Kota Padang

Albarian bangkit dari atas ranjang warna putihnya lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Cowok yang tengah mengenakan singlet dan celana training berwarna hitam itu beranjak mengambil hodie berwarna abu-abu miliknya di gantungan dinding lalu mengenakannya.

Albarian mengambil kunci motornya di atas nakas yang terlihat lampu tidur yang tergeletak lalu beranjak keluar dari kamarnya.

"Bibi, Al pamit keluar dulu!" ujar Albarian saat berada di ruang tamu.

"Iya, kamu hati-hati, ya," sahut Bibi dari dapur.

"Iya, Bi!" balas Albarian lalu melangkah keluar dari rumahnya, setelah menutup pintu rumahnya.

Cowok itu berjalan menuruni anak tangga rumahnya menuju ke arah halaman bagasi yang mengarah ke pagar. Terlihat motor sport cowok itu terparkir di halaman itu.

Terlihat langit biru yang telah berubah warna menjadi jingga. Burung-burung berterbangan pulang ke sarangnya. Suasana damai nan indah dengan ufuk senja. Seorang cowok yang tengah menyunggingkan senyum bahagianya di samping motor sport. Hari-harinya akan terasa lebih indah, jika sang pelangi mewarnai setiap masalahnya, hingga dia lupa apa itu masalah.

Cowok itu merogoh ponsel di dalam saku celananya. Matanya menatap layar ponsel itu, sedangkan tangannya terus mengusap layar ponselnya mencari nomor seseorang di kontak whatsapp-nya

Zelia
online

Albarian:
| Gue jemput, ya dugong cantik yang hanya milik gue

Zelia:
| Jangan PHP lagi
| Gue tunggu di depan rumah

Albarian:
| Laksanakan Tuan Putrinya Mas GANTENG

Albarian memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya setelah mengetik dan mengirim pesannya kepada pacarnya, Zelia.

Cowok itu mengambil dan mengenakan helm full face-nya yang terletak di atas motornya, lalu menaiki motornya dan beranjak dari rumahnya menuju lapangan basket.

Semenjak mengenal Zelia, hidup Albarian sedikit lebih berwarna. Terlepas dari masalah pribadinya. Cowok itu sudah mulai merasakan apa itu bahagia dengan orang yang benar-benar mencintainya, sebelum cinta itu berkhianat, entah dari ego, diri sendiri atau pihak ketiga.

-oOo-

Albarian Deliano Florist

Tunggu aku sayang, pangeran mu akan datang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tunggu aku sayang, pangeran mu akan datang.

-Albarian


Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang