01. SMA SAVARD

41.6K 3.2K 200
                                        

Jangan lupa follow, karena akan ada sebagian part yang diprivate.

Jangan jadi sider, ya.

Aku minta bintang di pojok kirinya, nggak komen juga nggak papa, kok. Asalkan bintangnya dikasih, hehehe. Kalau yang komen aku ucapin makasih.

Jangan lupa juga bagikan ke teman-temannya. Semoga suka.

Happy reading.

***

01. SMA SAVARD

"Assalamualaikum warahmatullahi wabaraakatuh. Mohon maaf lahir dan batin. Saya selaku calon tunangan anak Om. Mau bertemu dengan anak Om yang bernama Albarian Deliano Florist," ucap Karina di ruangan tengah setelah menyalami tangan Rehan.

"Kamu Karina? Anaknya Leon?" tanya Rehan.

"Iya. Seratus satu buat, Om," balas Karina.

"Albarian-nya ada, Om?" lanjut Karina bertanya.

"Kamu panggil aja. Dia ada di dalam kamarnya. Om mau berangkat kerja dulu," pamit Rehan.

Karina menyalami tangan Rehan sebelum Rehan berangkat kerja. "Semangat kerjanya, ya. Bapak calon mertua."

"Hm. Kamu sama Al baik-baik, ya."

"Oke, Om!"

Rehan langsung beranjak dari hadapan Karina, keluar dari dalam rumahnya. Karina berjalan menaiki anak tangga rumah Albarian menuju lantai dua, lebih tepatnya kamar Albarian.

"ALBARIAN DELIANO FLORIST! TUNANGAN MU DATANG! AYOK BANGUN!"

Tok!

Tok!

Tok!

Seorang cowok yang bernama Albarian mendengus kesal di dalam kamarnya. Dia membuka kedua matanya malas. Dia benar-benar masih ngantuk. Suara riuh dari luar kamarnya membuat tidurnya terganggu. Cowok itu bangkit dari atas ranjangnya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Rasanya dia ingin menimbun orang yang telah membuat tidurnya terganggu.

"Siapa?!"

Dari luar kamar Albarian, seorang gadis dengan pakaian seragam SMA Sarvard lengkap telah berdiri sedari tadi sambil menunggu tunangannya keluar dari kamar. Dia terus melihat ke arah jam tangannya. Jam yang menunjukkan pukul 07.15 Wib.

Sial! Lima belas menit lagi sekolah akan tutup. Gadis yang memiliki nama lengkap Karina Queenla, hari pertama baginya sekolah di sana setelah libur panjangnya di Inggris. Gadis cantik dengan rambut lurus sedikit bergelombang di ujung, mata sipit, hidung mancung, kulit putih dan alis tebal. Calon tunangan Albarian.

"Al! Buka pintunya!" seru gadis itu dari luar.

Albarian berjalan sedikit tertatih-tatih ke arah pintu kamarnya dengan kesal, cowok itu membuka pintu kamarnya. Sontak Karina langsung memeluk erat Albarian. Terlihat raut wajah Albarian yang masam dengan tingkah gadis itu. Cowok itu melepaskan pelukan tunangannya.

"Ngapain lo ke sini? Udah sana pulang! Gue mau tidur!" ketus Albarian.

Albarian mencengkeram erat tangan Karina lalu menariknya menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Dia berjalan ke arah pintu depan lalu melempar Karina keluar dari dalam rumahnya.

"Sana lo pulang! Gue nggak butuh pembantu kek lo!" ketus Albarian menghina Karina.

Karina menatap bola mata Albarian malas. "Udah bela-belain ke rumah lo. Tahunya gue diperlukan kek babu."

"Bacot!"

Albarian menutup pintu rumahnya. Tapi, Karina menahannya. "Gue mau berangkat ke sekolah bareng lo! Gue baru pulang dari Inggris! Gue nggak bisa beradaptasi dengan sekolah baru."

Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang