53. CONGRATS

7.3K 638 21
                                        

[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]

Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.

Typo bertebaran.

Happy reading.

***

53. CONGRATS

"Sayang."

"Iya, ada apa sayang?"

"Kamu mau nggak nikahin aku?"

"Ha? Nikah?"

"Iya, kita berdua, nikah."

"Hmm. Bisa jadi."

"Kalau kita udah nikah nanti. Kamu mau punya anak berapa?"

"Hmm. Emang bisa?"

"Nggak ada yang nggak bisa."

"Kamu sadar, nggak?"

"Sadar, apa?"

Plak!

"Kalau kita ini cowok, anjir! Mana mungkin punya anak. Najis kalau gue nikah sama lo!"

Bayu dan Gevin berbicara berdua seperti orang yang berpacaran. Hingga Gevin menepis kepala Bayu, agar menyusahkan drama itu. Padahal mereka cuman melakukan refreshing otak setelah menghadapi ujian mematika. Ya, itu ujian matematika.

Bryan yang tengah merapikan bajunya sambil berdiri menoleh ke arah Bayu dan Gevin. "Aduhhh, pasangan yang serasi."

Bryan menjulurkan tangannya ke arah Bayu dan Gevin lalu bersalaman. "Selamat. Kalian berdua mendapatkan hadiah masuk neraka jahanam jalur mandiri."

"Kampret!" umpat Bayu dan Gevin serentak.

"Matematika ilmu yang paling menyenangkan," Bryan bersenandung sambil menari di hadapan Bayu dan Gevin yang tengah duduk lesehan di atas lantai basecamp Zagas. Sedangkan, Albarian tebgah duduk di kursi yang terletak di sudut ruangan sambil bermain game di ponselnya.

"Menyenangkan dari Hongkong!" umpat Bayu sambil memonyongkan bibirnya kepada Bryan. "Mentang-mentang lo cerdas, seenaknya lo bersenandung."

Bryan menyodorkan wajahnya ke arah Bayu. "Ingat! Hidup santai masa depan cerah."

"Tai! Mana ada hidup santai masa depan cerah. Kalau ada lautan gue minum sampai kering," timpa Gevin.

Bayu menoleh ke arah Gevin. "Maklum, manusia kurang asupan nutrisari." Gevin dan Bayu terkekeh geli.

Bryan membenarkan posisi berdirinya lalu menghampiri Albarian. Dia merangkul pundak Albarian layaknya seperti seorang sahabat. "Bagaimana pertunangan lo?"

"Gue denger, minggu depan lo bakalan tunangan dengan Karina," lanjut Bryan menatap ke arag layar ponsel Albarian. Cowok itu tengah main game pubg.

Albarian menoleh ke arah Bryan. "Siapa bilang gue bakalan tunangan dengan Karina?"

Gevin dan Bayu menoleh ke arah belakang, lebih tepatnya ke arah Albarian.

"Gue juga tahu itu. Tapi, gue lupa kalau gue tahu darimana," ujar Gevin.

"Kalau nggak salah," sambung Bayu mencoba untuk mengingatnya.

"Siapa?" tanya Albarian penasaran menoleh ke arah Bayu.

"Re-" ucap Bayu terpotong saat Albarian bangkit karena dia tahu pasti jawaban Bayu bakalan ngawur. Maklum cowok itu memang suka kemana-mana otaknya.

"Karina."

-oOo-

"Kenapa lo bisa terlambat, Ze?" tanya Nancy yang tengah duduk berhadapan dengan Zelia.

Mereka berdua sedang berada di dalam kelas yang terlihat tidak terlalu ramai. Ada beberapa siswa-siswi yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

"Gara-gara Albarian," jawab Zelia malas.

"Kok bisa?"

"Maklum, motor bututnya bocor."

"Hmm."

Nancy melirik ke arah jari Zelia. Dia mengambil tangan Zelia lalu menatap tajam cicin berlian yang ada di jari manis gadis itu.

"Anjir, lo beli cicin dimana?" tanya Nancy. "Bagus banget."

"Bukan gue," sanggah Zelia.

Nancy menoleh ke arah Zelia, menatap gadis itu heran. "Terus siapa?"

"Albarian," jawab Zelia.

"Uwu, so sweet," ucap Nancy terpana. "Gue jadi iri. Kapan, ya, Bryan beliin cincin berlian buat gue?"

"Selamat, ya. Atas pertunangan lo," sambar Karina yang tiba-tiba saja datang sambil menjulurkan tangannya ke arah Zelia. Berniat untuk bersalaman. Tapi Zelia melongo menatap Karina heran. Begitu juga dengan Nancy. Tiba-tiba saja Karina datang ditengah perbincangan mereka berdua.

"Tunangan?" tanya Nancy heran?

-oOo-


Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang