Extra Part 2 [Cuman Bonus, sayang kalau dibuang]

15.4K 584 83
                                        

[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]

Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.

Happy reading.

***


Beberapa tahun kemudian...

Seorang gadis tengah berkaca di salah satu ruangan khusus yang telah disediakan di salah satu hotel ternama eh, bukan hotel tapi penthouse yang memiliki seratus lantai. Penthouse itu dinamakan Delianosca. Pemilik dari penthouse itu adalah salah satu orang terkaya di dunia baru-baru ini akibat beberapa bisnis yang dirintisnya di Dubai, Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya jaya.

Gadis yang mengenakan gaun pengantin itu tengah bersiap-siap untuk melangsungkan pernikahannya dengan anak pemilik penthouse itu. Ya, dia adalah Albarian Deliano Florist. Anak dari penguasa yang akan menduduki tahta Delianosca bersama saudara kembarnya. Ada beberapa keluarga besar yang tinggal di sini. Termasuk keluarga besar Leon dan salah satu tamu baru yang bernama Laliana dan Arzas, keluarga tersohor dengan bisnis makanan di mana-mana dengan dua anaknya yang bernama Lidya dan Azvars.

Zelia tengah duduk di depan kaca sambil menatap wajahnya yang sangat cantik bak ratu istana. Ya, sebentar lagi gadis itu akan menjadi ratunya Deliano. Betapa beruntungnya hidup gadis yang sederhana itu, hingga memiliki calom suami yang sangat mapan. Bisa melebihi dari kata itu.

"Lo terlihat sangat bahagia. Andai saja gue yang berada di posisi lo pasti gue juga bahagia tapi gue juga bahagia kalau Albarian bahagia dengan pilihannya," ucap Karina sambil merapikan rambut Zelia agar terlihat lebih indah. Ya, beberapa tahun ini mereka berteman dekat.

Zelia tersenyum kecil. "Gue yakin, lo pasti menemukan cowok yang terbaik untuk hidup lo."

Karina tersenyum kecil. "Gue juga berpikiran begitu. Beberapa bulan ini gue dekat dengan Azvars, anaknya Tante Laliana."

"Adiknya Lidya? Kakak ipar lo?" tanya Zelia.

"Iya, gue juga udah jadian. Dia sangat baik kepada gue. Dia perhatian. Ternyata memang benar seseorang akan terlihat sempurna di mata orang yang tepat." ucap Karina lalu menyudahi kegiatannya. Akhirnya dia benar-benar telah selesai merias Zelia secantik mungkin dengan bantuan beberapa make up ternama.

"Sekarang kalian boleh pergi!" titah Karina kepada tiga orang make up artis yang membantunya sedari tadi. Mereka bertiga beranjak dari ruangan itu saat membuka pintu keluar. Terlihat Albarian yang baru saja masuk melewati ketiga make-up artis itu.

Albarian berjalan menghampiri Zelia. Cowok itu terpana melihat kecantikan calon istirnya. Sungguh terlihat sangat memukau. "Kamu terlihat sangat cantik."

Zelia langsung menoleh. "Kenapa kamu ke sini? Kan nggak boleh."

Albarian mendekatkan wajahnya ke wajah Zelia nyaris membuat dahi mereka berdua bersentuhan. "Siapa yang berani melarangku? Tidak ada. Aku bebas untuk melakukan apapun."

Zelia mendorong kening Albarian dengan satu jarinya, hingga cowok itu menjauhkan wajahnya dari wajah Zelia.

"Dasar bagong! Kamu pikir kamu berhak melakukan apapun?" ketus Zelia.

"Of course! Hehehe," Albarian tertawa geli. "Aku hanya ingin melihat calon istriku yang sangat cantik. Apakah tidak boleh?"

Zelia tersenyum manis. "Tidak, karena aku malu. Udah, Al sana pergi!"

Zelia menoleh ke arah Karina. "Kar, usir Albarian. Kalau perlu dongkrak aja cowok itu agar pergi!"

Albarian menatap Karina tajam. Tidak mau kalah, Karina membalas tatapan Albarian lebih tajam. "Gue copotin juga mata lo, Al!"

Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang