[Aku yakin, pasti kalian semua tahu bagaimana cara menghargai penulis.]
Jangan lupa vote, coment, dan bagikan ke teman-temannya atau sosmed.
Typo bertebaran.
Tebarkan coment sebanyak-banyaknya!
Happy reading.
***
59. DOKUMEN
Flashback on.
Gadis yang berumur delapan tahun berlari-lari di atas bukit bersama seorang anak laki-laki. Mereka berdua terlihat bahagia. Mereka bercanda riang. Albarian kecil berlari mengejar Karina lalu memeluk gadis itu dari belakang.
Karina kecil melepaskan pelukan Albarian kecil. Dia membalikkan badannya lalu menatap dalam Albarian. "Aku capek."
Cup.
Albarian mengecup mesra pipi Karina lalu menarik tangan gadis itu agar mengikutinya. "Ikut aku!"
"Kita mau kemana, Al?" tanya Karina mengikuti Albarian dari belakang.
"Udah, ikut aja, katanya capek."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Albarian membawa Karina ke sebuah pohon besar yang bernama Flamboyan. Pohon dengan daun berwarna merahnya yang terlihat sangat indah. Mereka berdua berlindung di bawah pohon itu. Albarian membaringkan tubuhnya di atas rerumputan hijau yang sangat tebal. Anak laki-laki itu menepuk rumput di sampingnya. "Ayo, sini! Berbaring disebelahku."
Karina kecil tersenyum lalu berbaring di samping Albarian. Mereka berdua mendongak menatap celah-celah yang terlihat dari ranting pohon itu.
"Aku bakalan sekolah ke luar negeri," ucap Karina. "Kata papa di Inggris."
"Jadi, aku sendirian, dong?" tanya Albarian.
"Ya, begitulah."
Albarian menghela nafas kasar. "Apakah kamu akan kembali ke lagi sini?"
"Sepertinya. Tapi, aku belum tahu seberapa lama."
Karina menghela nafas panjang. "Aku tidak ingin berpisah denganmu, Al."
Albarian bangkit lalu meregangkan otot-ototnya. Dia menoleh ke arah Karina yang masih terbaring di atas rumput dengan raut wajah sendu. "Cepatlah kembali, aku akan menunggumu." Albarian tersenyum.
Karina juga bangkit lalu langsung memeluk Albarian. Gadis itu menangis tersedu-sedu dalam pelukan Albarian. "Jangan pernah tinggalin aku. Berjanjilah kalau kita bakalan bersama, selamanya. Aku mencintaimu, Al."