07. UPACARA

22.8K 2.2K 19
                                        

Aku mau ngemis vote dan coment-nya dong. Kalian baik deh, aku tahu kalian tuh orang yang senang melihat orang bahagia. Jadi beri bintang di pojok kirinya, ya.

Bagikan juga ke teman-temannya biar semua pada baca.

Semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu.

Happy reading.

***


07. UPACARA

Sudah Minggu hari apa? Apakah itu hari keberuntungan atau hari tugas lagi?

Senin. Hari yang membuat semua siswa-siswi SMA Savard menggerutu kesal dalam hati. Seluruh siswa-siswi SMA Savard berhamburan keluar menuju ke lapangan untuk melaksanakan suatu kegiatan yang dimana wc dijadikan alasan serta pura-pura pingsan agar bisa rebahan di UKS.

Geng Zagas sudah berdiri di depan kelas XII IPS 1. Mereka telah bersiap-siap untuk menuju ke lapangan upacara. Tapi masih ada aja setan yang menghasut agar tidak mengikuti upacara.

"Woi pinjam topi dong." ucap Gevin kepada ketiga temannya.

"Udah ngapain upacara mendingan sembunyi di basecamp aja." hasut Bayu.

"Lo nggak ada otak ya, Bay. Masa lo nggak ngehargai perjuangan para pahlawan. Tinggal berdiri aja masih mager lo." ceramah Bryan.

"Lo jangan sok-sokan, digebet sama Nancy aja lo nggak kuat."

"Yang mau ke basecamp ke basecamp aja, yang mau upacara ya upacara aja." ucap Albarian sebagai penengah.

Tak lama kemudian, Zelia dan Nancy berjalan di depan geng Zagas sambil berbincang-bincang.

"Nan, gue nggak ada topi." ujar Zelia dengan raut wajah panik.

"Udah lo tenang aja, doain aja kalau orang nggak razia," ucap Nancy menenangkan Zelia.

Albarian mendengar semua ucapan Zelia dan Nancy. Tidak Albarian saja seluruh anggota Zagas mendengar perbincangan mereka.

"Nancy!" panggil Bayu.

Sontak langkah kaki Nancy dan Zelia terhenti. Mereka berdua membalikkan badannya. Yang dipanggil Nancy, Zelia juga ikut menoleh. Namanya juga mereka ingin ke lapangan berdua.

"Bryan nyariin lo!" teriak Bayu kepada Nancy yang berdiri di dekat tangga yang menghubungkan lantai satu. Karena Lapangan berada si bawah. Jadi, siswa-siswi yang berada si lantai atas harus melewati tangga utama itu.

"Bilang sama Bryan 'Gue nungguin pengakuannya, karena gue bosan digantung'." balas Nancy lalu mengajak Zelia pergi ke lapangan upacara. "Ayok, kita ke lapangan! Nanti terlambat, malah nambah masalah."

Zelia yang terus menatap Albarian mengalihkan pandangannya, mengangguk ke arah Nancy. Mereka berdua menuruni tangga menuju lapangan. Terlihat banyak siswa-siswi dari kelas lainnya yang juga melewati tangga utama.

"DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH SISWA-SISWI YANG BERADA DI LANTAI DUA UNTUK SEGERA MENUJU LAPANGAN UPACARA!"

Teriakan itu menggema di seluruh sisi SMA Savard. Sumber suara yang berasal dari lapangan.

"Yang mau ke basecamp ikutin gue." ujar Albarian melangkah pergi menuju basecamp yang berada di ujung lantai dua. Ruangan yang jarang diketahui banyak orang.

Sedangkan Bryan memilih arah yang berbeda, dia berjalan menuruni tangga menuju lapangan upacara. Saat menuruni tangga Bryan bertemu dengan Karina yang berlari berlawanan arah dengannya.

"Bryan!" panggil Karina sontak Bryan menghentikan langkahnya. "Albarian mana?"

"Di basecamp." jawab Bryan singkat.

"Oke, thanks." Karina langsung berlari ke arah basecamp Zagas. Sadangkan Bryan kembali berlari menuju lapangan.

_ALBARIAN_

"Orang razia."

"Razia."

"Orang razia topi sama dasi."

"Razia, njir."

"Pinjam topi, lo!"

Bisikan-bisikan 'razia' tersampaikan ke seluruh siswa-siswi yang mengikuti upacara. Mereka mengetahui karena melihat salah satu siswa yang ditarik berjalan ke depan lapangan karena tidak memakai dasi dan topi.

Seketika siswa-siswi yang tidak memiliki perlengkapan upacara yang lengkap pindah posisi ke belakang barisan. Begitu juga dengan Zelia. Gadis itu membalikkan badannya pindah ke barisan belakang. Kebetulan Nancy berada di depan Zelia.

"Gimana ini, Nan. Orang razia gue takut." bisik Zelia cemas.

"Lo tenang aja." balas Nancy berbisik sambil menatap ke arah depan, melihat pembina upacara yang sedang menyampaikan amanat.

Zelia melirik kesana-kemari. Gadis itu melihat seorang guru pria yang sedang berjalan ke arahnya sambil mencari siswa-siswi yang tidak lengkap.

"Nan, guru itu melihat gue." ujar Zelia panik.

"Sekarang lo jongkok!" titah Nancy.

Zelia mengikuti semua perintah Nancy. Gadis itu jongkok sambil menenggelamkan kepalanya di sela-sela lututnya.

Tiba-tiba saja Zelia merasakan kalau ada seseorang yang memasangkan sesuatu di kepalanya. Gadis itu mendongak, pandangannya sedikit terhalang dengan ujung topi yang terpasang di kepalanya.

"Albarian." ujar Zelia lalu berdiri menatap Albarian yang berdiri di sampingnya sambil tersenyum. Lebih tepatnya dibarisan cowok.

Flashback on.

Tok tok tok.

"Albarian."

Karina mengetuk pintu basecamp Zagas sambil memanggil nama Albarian. Albarian membuka pintu basecamp-nya. Terlihat Karina yang membawa sebuah topi. Gadis ity itu memiliki dua topi, satu di kepalanya dan satunya lagi di tangannya.

"Lo udah sampai, mana topi gue?" tanya Albarian.

Karina memberikan topi yang di pegangnya kepada Albarian. "Nih."

"Makasih." ucap Albarian. "Udah, sekarang lo pergi ke lapangan. Gue takut kalau lo terlambat terus dihukum."

"Iya, aku tahu kamu perhatian sama kamu. Oke baby, aku perg, ya." Karina beranjak dari basecamp Zagas, berlari ke arah lapangan. Dimana upacara telah di mulai dan telah berjalan setengah jalan.

Albarian masuk ke dalam basecamp-nya menatap ke arah dua temannya yang sedang sibuk mabar. "Gue pergi upacara dulu! Kalian di sini aja!"

"Ngapain lo upacara, mendingan mabar sama kami aja."

Albarian keluar dari basecamp, menutup pintu basecamp-nya rapat-rapat. Cowok itu berlari dengan cepat ke lapangan upacara sebelum orang malaksanakan razia.

Flashback off.

"Kamu! Ke depan!" titah guru pria yang sedang merazia kepada Albarian.

Zelia berkaca-kaca menatap ke arah Albarian. "Tapi-"

"Udah, ini cuman hal kecil, kok." Albarian melangkah pergi berjalan dengan santai ke depan lapangan berdiri dengan siswa-siswi lainnya yang melanggar aturan.

_ALBARIAN_

Terimakasih buat yang udah singgah dicerita ku, semoga betah dan nggak pergi ya.

See you next part!

Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang