-IM NOT FINE-
"Jika hidupku diceritakan dalam sebuah sinetron, mungkin episodenya akan terus bertambah."- Syla Aulia.
*******
Syla menghela nafas pelan melihat disamping kanan dan kirinya ada Tania dan Adis yang memegang bahunya dengan tatapan interogasi. Mereka memegang bahunya agar dirinya tidak bisa pergi, lantaran dua gadis cantik itu ingin menanyakan banyak sesuatu kepadanya. Syla menebak pasti tentang hubungannya dan Devan.
"Sejak kapan kalian pacaran?" Tanya Tania dengan nada serius.
"Dari kapan kalian deket?" Kini Adis yang bertanya nadanya sama seperti Tania.
"Semalam. Enam bulan yang lalu." Ujar Syla menjawab dua pertanyaan sekaligus.
"Kok gak keliatan deket?" Tanya Tania mengerutkan dahinya bingung.
"Pdkt-nya kapan?" Tanya Adis sama halnya bingung.
"Deketnya diluar kawasan sekolah. Waktu belajar bareng, sama main." Ujar Syla dengan nada santai seolah apa yang dikatakannya memang benar.
"Belajar bareng? Kapan?" Tanya Tania seraya menarik kursi dari belakang dan duduk di samping kanan Syla.
"Main? Main kemana? Kapan?" Tanya Adis yang sama halnya menarik kursi dari belakang dan duduk di samping kiri Syla.
"Pas pulang sekolah. Kemana aja, yang penting keluar. Setiap akhir pekan. Kalo kita berduanya lagi gak sibuk." Ucap Syla dengan nada dan raut wajah santai.
"Yang ngedeketin kamu atau Kak Devan?" Tanya Tania dengan raut wajah penasaran.
"Kak Devan." Ucap Syla menatap Tania dengan senyum tipisnya.
"Oh~ gitu." Tania mengangguk-anggukan kepalanya paham.
"Kalian saling suka? Yang nyatain perasaannya lebih dulu kamu atau kak Devan?" Adis bertanya dengan tatapan tanda tanya.
"Iyalah, kalo gak saling suka. Gak mungkin pacaran. Kak Devan yang nyatain lebih awal." Ujar Syla dengan senyum senangnya. 'Kecuali kalo diancam. Kayak aku.' Batin Syla dengan nada lirih.
"Beruntung, ya kamu." Ucap Tania menundukan kepalanya sekejap, ia menghela nafas pelan membuat Syla menatapnya dengan tatapan bingung.
"Beruntung apa?" Tanya Syla seraya mengerutkan dahinya.
"Ya, beruntung. Se-kali pacaran sama yang ganteng, pinter, kaya dan juga lumayan baik. Dia hampir sempurna deh." Ucap Tania seraya mengangguk-anggukan kepalanya, ia tersenyum tipis ke arah Syla.
"Kok kalian bilang dia hampir sempurna?" Tanya Syla bingung. Memang benar Devan tampan, pintar, dan juga kaya. Tapi soal sifatnya, Syla masih meragukan kalo Devan itu orang yang baik.
"Seperti yang udah aku bilang tadi. Kalo Devan itu ganteng, pinter, kaya dan juga sifatnya baik. Memangnya kamu gak ngerasa kalo dia itu hampir sempurna?" Tania menjawab pertanyaan Syla dengan nada santainya, ia juga bertanya.
"Kalian udah tau sifat aslinya kayak gimana?" Tanya Syla yang mengabaikan pertanyaan dari Tania.
"Selama aku jadi tetangganya. Aku tau sedikit sifat aslinya. Dia itu simple banget orangnya. Kalo ada yang bikin dia marah, dia juga ikutan marah. Kalo ada yang bikin bahagia, dia juga ikutan bahagia. Kita liat Devan suka bantu orang yang kepintarannya di bawah rata-rata. Tapi itu emang bener kok, dia suka bantuin orang yang lagi susah." Jelas Adis berkata jujur tanpa kebohongan.
'Adis tetangganya kak Devan? Aku baru tau.'- Batin Syla terkejut.
"Pengen jadi tetangganya kak Devan. Kamu juga pengen jadi tetangganya kak Devan kan? Kencan juga bisa setiap hari." Ucap Tania kepada Syla masih terdiam.

KAMU SEDANG MEMBACA
I'M NOT FINE (TAMAT)
Teen Fiction-Maaf penulisannya masih acak-acakan. Akan direvisi nanti :) ***** Namanya Syla Aulia, gadis berusia tujuh belas tahun yang harus menerima kenyataan pahit. Dua saudaranya membencinya tanpa mengatakan alasan kepadanya. Memang benar adanya, takdir keh...