72. Yakin, Adik?

124 12 0
                                    

-IM NOT FINE-





"Aku tidak tau telah menyakiti perasaan orang yang kusayangi dan kucari."- Leon Jonnathan.



*************

Terdengar beberapa kali helaan nafas kasar keluar dari mulut Pria yang tengah berdiri seraya menatap halaman belakang lewat jendela kamarnya. Jam menunjukan pukul 21:17. Leon tengah memikirkan ucapan Ayahnya beberapa jam yang lalu. Fakta Syla adalah adik yang ia cari selama ini membuat dirinya tersentak terkejut dan tidak percaya mengetahui dirinyalah yang membuat Syla terluka tadi pagi.

"Syla. Maafkan aku." Tidak terhitung berapa kata maaf yang dikeluarkan oleh Leon setelah mendengar ucapan Ayahnya. Ia kembali menghela nafas kasar hingga suara deringan ponsel membuat Leon tersadar dengan fikirannya.

"Elsa? Kenapa dia menghubungiku?" Gumam Leon mengerutkan keningnya bingung. Tanpa berfikir panjang lagi, Leon pun segera mengangkatnya.

"Halo? Ada apa?" Tanya Leon dengan nada bingung.

"Maaf, aku pasti menganggu waktumu." Ucap Elsa merasa bersalah.

"Tidak. Lagipula, aku sedang tidak sibuk." Ujar Leon jujur, ia masih berdiri seraya menatap bulan yang bersinar terang.

"Oh, gitu. Baiklah." Elsa tersenyum senang mendengar ucapan Leon barusan.

"Ada apa? Tumben nelfon." Tanya Leon yang benar-benar merasa bingung.

"Kamu baik-baik aja?" Bukannya menjawab pertanyaan dari Pria berwajah tampan itu, Elsa malah bertanya yang membuat Leon semakin mengerutkan keningnya.

"Hm? Kenapa kamu nanya aku baik-baik aja? Memangnya apa yang terjadi padaku?" Tanya Leon lagi, ia merasa aneh kepada gadis yang menghubunginya itu.

"Kudengar tadi pagi kamu keluar dari ruang penyiaran. Aku liat dahi kamu berdarah. Udah di obati, kan?" Nadanya terdengar khawatir. Ia memang melihat Leon sekilas, awalnya Elsa akan memanggilnya. Namun, Leon terlihat marah. Elsa pun mengurungkan niatnya.

"Oh, karena itu. Aku baik-baik aja. Dahi aku juga udah di obati kok. Jangan khawatir. Kufikir ada apa." Leon tertawa pelan mendengar ucapan Elsa. Dahinya memang sudah di obati oleh ibu tirinya. Leon tidak mengatakan kejadian tadi kepada orang tuanya. Untungnya mereka berdua tidak menghadiri rapat.

"Syukurlah." Elsa tersenyum lega.

Leon juga tersenyum, rasanya semua fikiran yang menumpuk didalam benaknya hilang begitu saja. Leon pun duduk di ranjangnya, seraya memegang ponselnya.

"Leon. Besok. Kamu sibuk gak?" Lanjut Elsa yang bertanya dengan nada ragu-ragu.

"Gak terlalu sibuk. Memangnya ada apa?" Tanya Leon mengerutkan keningnya.

"Nggak ada apa-apa. Aku cuma mau bilang sesuatu sama kamu." Ucap Elsa dengan nada serius.

"Oh, oke. Besok kita ketemu." Leon tersenyum tipis.

Elsa berdehem menanggapi ucapan Leon. Ia sudah memikirkan beberapa kali untuk mengatakan perasaannya kepada Pria yang sudah membuatnya kembali merasakan jatuh cinta setelah di khianati oleh kekasihnya beberapa bulan yang lalu. Elsa yakin dengan perasaannya. Jikapun Leon menolaknya, Elsa akan mengikhlaskannya. Ia tidak mau seperti Nesya.

*************

"Keysha. Ini kamu, Nak?" Tanya Gea seraya mengusap lembut pipi anak kakaknya. Kedua matanya terlihat berkaca-kaca karena terharu.

"Iya, Tante. Maafin Keysha." Ujar Syla yang sama halnya merasa terharu kepada suadara ayah kandungnya. Gea pun segera memeluk Syla dengan lembut, Syla membalas pelukan dari tantenya.

I'M NOT FINE (TAMAT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang