37. Perasaan, Tuduhan

86 10 0
                                    

-I'M NOT FINE-

"Aku penasaran bagaimana kisah cinta kita nanti."- Devan Pratama. Syla Aulia.



********

Saat ini Devan tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia menoleh ke arah pacarnya yang dari tadi terus melamun. Devan yakin Syla tengah memikirkan pesan yang dikirim oleh Algi kepadanya. Pria berwajah tampan itu berdehem panjang, membuat lamunan Syla buyar. Tentunya Devan sengaja melakukannya.

"Kamu ngelamun karena mikirin pesan dari Algi ke aku?" Tanya Devan melirik sekilas Syla dengan tatapan bingungnya.

Syla menghela nafas pelan, ia mengalihkan tatapannya menjadi menatap lurus kedepan.

"Devan. Bisa berhentiin dulu mobilnya? Aku mau tanya sesuatu sama kamu." Ujar Syla menatap Devan dengan tatapan memohonnya.

Devan menatap Syla dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan. Pria itupun memberhentikan mobilnya disisi jalan, tepat didekat taman yang tidak terlalu tersorot oleh cahaya matahari. Mereka berdua turun dari mobil lalu berjalan bersamaan menuju kursi yang terbuat dari besi.

"Kamu mau nanya apa?" Tanya Devan berbasa-basi, padahal ia sudah tau pacarnya akan bertanya tentang apa.

"Kamu deket sama kak Algi?" Syla langsung bertanya pertanyaan yang terngiang-ngiang dalam benaknya sedari tadi setelah ia membaca pesan yang kirim oleh kakaknya kepada pacarnya.

"Nggak. Aku ketemu sama dia baru dua kali. Kemarin aku banyak ngobrol sama dia, jadi deket. Tapi nggak terlalu deket." Ujar Devan berucap jujur, nadanya terdengar santai lantaran ia tidak mengatakan kebohongan.

Syla mengangguk-anggukan kepalanya paham. Ia tau pacarnya itu mengatakan yang sebenarnya. Terlihat dari kedua mata Devan. Syla merasa Devan mengobrol dengan kakaknya dan kakaknya mengatakan tanggapan Nesya kepada pacarnya. Syla merasa tidak rela Devan mengetahui tanggapan Nesya, ia hanya takut perasaan Devan kepadanya berubah.

"Jika perasaanmu berubah. Tolong katakan secepatnya. Kumohon." Ucap Syla kepada Devan dengan tatapan memohonnya.

Devan tentunya terkejut dengan permohonan pacarnya.

"Kamu kok bilang gitu sih?" Tanya Devan merasa tidak terima dengan ucapan Syla barusan.

"Aku hanya nggak mau kamu sama aku cuma karena kasihan. Kita berdua nggak akan tau, perasaan kita nanti. Jadi, aku mohon kalo kamu gak cinta lagi sama aku. Kamu cepet bilang." Ujar Syla masih menatap Devan dengan tatapan serius, tapi tetap saja kedua matanya terlihat tidak rela mengatakannya.

Devan menundukan kepalanya sekejap, ia menghela nafas pelan. Kenapa ia tidak terima Syla mengatakan semua itu? Padahal ucapan Syla memang benar. Devan tidak akan tau bagaimana perasaannya kepada Syla nanti.

"Aku memang gak akan tau gimana perasaan aku sama kamu nanti. Dan kalo memang aku gak cinta lagi sama kamu. Aku akan tetap berusaha buat bahagiain kamu, aku juga gak akan ninggalin kamu. Kamu percaya atau nggak, itu terserah kamu." Devan berujar dengan nada serius, kedua matanya tidak terlihat kebohongan sedikitpun.

Syla menatap Devan dengan tatapan harunya, ia tidak percaya ada seseorang yang begitu ingin membuatnya bahagia setelah orang tuanya. Syla percaya kepada Devan, dan berusaha untuk tidak mengecewakan pria itu.

"Makasih. Tapi, aku merasa kamu gak usah ngelakuin itu kalo kamu gak cinta sama aku." Ucap Syla menatap Devan dengan senyum tipisnya.

"Aku disuruh sama kakak pertama kamu. Jadi, kalo nanti kita gak saling bersama lagi. Aku tetep bahagiain kamu, jagain kamu. Karena aku udah dikasih tanggung jawab sama kepercayaan dari kakak kamu. " Ujar Devan menatap Syla dengan senyum manisnya. Syla membulatkan kedua matanya terkejut.

I'M NOT FINE (TAMAT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang