50. Permohonan

93 9 0
                                    

-IM NOT FINE-

"Takdir memang kejam kepadaku."- Rissa.

************

"Namanya siapa, Sa?" Tanya Gio seraya menatap Keysha yang digendong oleh Rissa.

"Keysha Rahel." Balas Rissa dengan senyum tipisnya.

"Namanya cantik." Gio tersenyum ia masih menatap bayi perempuan yang masih berusia tiga bulan itu.

"Makasih." Ucapannya diangguki oleh Gio.

"Oh, iya. Katanya mau bilang sesuatu?" Tanya Gio menatap Rissa dengan raut wajah bingungnya.

Rissa pun menundukan kepalanya, lalu menghela nafas pelan. Ia mendongak, menatap Gio dengan raut wajah seriusnya. Gio semakin bingung dan penasaran apa yang akan dikatakan oleh Rissa.

"Sebelum Mas Reza meninggal. Dia menyuruhku untuk menikah denganmu. Mas Reza ingin, Kenza sama Keysha punya ayah." Rissa menatap kedua mata Gio dengan tatapan serius, begitu juga dengan nada suaranya.

Gio sontak membulatkan kedua matanya terkejut. Reza memang sempat mengatakannya satu bulan yang lalu, tapi ia fikir ucapan teman dekatnya itu hanya candaan semata. Gio merasa Rissa tidak berbohong, ia pun menundukan kepalanya seraya berfikir apa yang harus dikatakannya.

"Maaf. Seharusnya aku tidak mengatakannya. Ucapanku barusan, pasti membuatmu terbebani." Lanjut Rissa merasa bersalah, ia pun hendak berdiri dari duduknya lalu pergi dari hadapan Gio. Tapi, Pria itu terlebih dahulu berucap. Membuatnya, mengurungkan niatnya.

"Baiklah. Ayo. Kita menikah." Gio menatap Rissa dengan nada dan tatapan seriusnya. Membuat Rissa terkejut, wanita itu berfikir mungkin Gio akan menolaknya.

"Jangan. Aku tau kamu sudah mempunyai tunangan. Kalian berdua sebentar lagi akan menikah. Jika dia tau kamu malah menikah denganku, dia pasti akan sakit hati. Jadi, anggap saja aku tidak mengatakannya tadi." Jelas Rissa seraya menggeleng cepat, ia sungguh menyesal mengatakan itu.

"Tidak. Kita tetap menikah. Tapi, aku hanya akan menjadi ayah Kenza, bukan suami kamu." Ucapannya masih dengan nada serius, begitu juga dengan tatapannya. Rissa membulatkan kedua matanya, ia masih duduk dihadapan Gio.

"Maksud kamu apa?" Tanya Rissa terkejut sekaligus sedikit tidak mengerti maksud ucapan Gio barusan.

"Pernikahan kita nanti tidak akan seperti pernikahan orang lain. Aku akan bersikap seperti ayah kepada Kenza. Tapi, aku tidak akan bersikap seperti seorang suami kepadamu. Bagaimana? Kamu setuju?" Gio menjelaskan semua apa yang terfikirkan dalam benaknya. Pertanyaan itu membuat Rissa bimbang.

"Baiklah. Aku setuju. Tapi, kamu harus janji akan memperlakukan Kenza dan Keysha seperti seorang ayah kandung. Seperti permintaan Reza. Aku akan berusaha untuk baik-baik saja, dengan perlakuanmu nanti kepadaku." Jelas Rissa setelah berfikir singkat, ia harus memenuhi apa yang diinginkan oleh suaminya.

"Syukurlah. Aku akan mempersiapkan pernikahannya. Tapi, tidak akan mewah. Hanya sederhana. Dan aku ingin, pekan depan kita menikah." Ujar Gio seraya menghela nafas kasar dan berdiri dari duduknya.

"Apa? Kenapa secepat itu?" Tanya Rissa benar-benar terkejut mendengar ucapan Gio barusan.

"Bukankah. Lebih cepat, lebih baik?" Tanya Gio dengan senyum tipisnya.

Rissa diam, benar apa yang dikatakan oleh Gio. Tapi, ia belum mengatakannya kepada Hana. Ponselnya hilang. Dan sahabatnya itu entah kapan akan kembali ke Indonesia. Tiba-tiba ia terfikirkan sesuatu.

I'M NOT FINE (TAMAT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang