69. Permohonan Maaf

100 7 0
                                        

-IM NOT FINE-

"Sakit. Hatiku bagaikan ditusuk ribuan duri. Aku tidak bisa menerima kenyataan pahit ini. Tapi, mau bagaimanapun kenyataan itu tetap ada. Aku harus berusaha untuk menerima luka yang sangat besar itu."- Syla Aulia.

*************

Devan, Alvin, dan Kila berada diparkiran sekolah. Raut wajah mereka bertiga terlihat cemas memikirkan keberadaan Syla sekarang yang entah dimana. Ponsel gadis itu mati, seolah sengaja dimatikan. Bobby tengah mencari keberadaan Leon, lantaran mendengar jika Leon keluar dari ruang penyiaran setelah kejadian.

"Aku ingat tempat yang pasti akan dikunjungi oleh Syla." Ujar Devan setelah berfikir singkat. Kekasihnya pasti akan pergi kesana disaat hatinya tidak baik-baik saja.

"Dimana?" Tanya Alvin dengan raut wajah penasaran.

"Pantai. Aku akan pergi kesana." Ucap Devan yang diangguki oleh Alvin dan Kila.

"Kabari aku jika kamu sudah menemukan Syla. Aku juga akan menyusul Bobby." Ujar Alvin kepada sahabatnya yang mengangguki ucapannya.

"Kalo gitu aku pergi dulu." Pamit Devan tersenyum tipis kepada pasangan kekasih itu. Alvin dan Kila mengangguk mempersilahkan. Devan pun masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya dengan kecepatan sedang.

"Kamu pulang, ya. Aku akan terus kabari kamu." Alvin berucap seraya memegang bahu Kila dengan lembut.

"Gak mau. Aku gak mau pulang. Aku mau ikut aja sama kamu." Ucap Kila menggelengkan kepalanya, raut wajahnya masih terlihat khawatir.

"Nggak, Kila. Kamu harus pulang, oke? Aku yakin kok, nggak terjadi apa-apa sama Syla." Alvin menatap kedua mata Kila dengan tatapan tulus, nadanya juga terdengar lembut.

"Tapi-

"Kila." Alvin sengaja memotong ucapan Kila dengan nada tegas. Kila pun mengangguk seraya menghela nafas pelan. Alvin tersenyum manis, tangannya mengusap lembut rambut gadis imut itu.

"Ayo. Aku anter kamu pulang." Ujar Alvin seraya mengenggam tangan Kila dengan lembut. Mereka pun masuk kedalam mobil Alvin, pria blasteran itu melajukan mobilnya dan meninggalkan kawasan parkiran yang mulai sepi.

**************

"Huh. Huh. Huh. SYLA!" Teriak Devan dengan nafas tidak beraturan, ia berlari sekencang mungkin sampai pesisir pantai. Tapi, ia tidak menemukan kekasihnya.

"Syla. Kamu dimana?" Devan memegang lututnya, keringat terus bercucuran di area dahi dan pelipisnya. Nafasnya masih terdengar tidak beraturan.

"Tunggu. Ini cincin dari aku buat hadiah ulang tahun Syla." Devan tidak sengaja melihat cincin berlian yang sedikit tertutup pasir pantai. Ia pun mengambilnya, dan mengamatinya.

"Jadi, Syla udah kesini. Aku datang terlambat." Lanjut Devan sudah yakin jika Cincin itu milik Syla pemberiannya saat ulang tahun satu bulan yang lalu. Ia menghela nafas kasar seraya menatap cincin itu dengan tatapan sendu.

"Syla. Kumohon, maafkan aku. Aku sudah bodoh karena membohongimu." Devan menangis tanpa suara, air matanya menetes tepat di cincin itu. Pria itu benar-benar merasa bersalah sekaligus menyesal telah membuat Syla kecewa.

************

Syla melangkahkan kakinya dengan langkah kaki pelan, tatapannya terlihat kosong, keadaannya sangat kacau. Gadis itu berniat untuk pergi dari keluarga yang ternyata bukan keluarga kandungnya. Ia tentunya merasa malu lantaran sudah menumpang dan merasakan banyak kasih sayang dari orang yang bahkan bukan orang tua kandungnya. Syla mulai mengerti, kenapa Nesya melakukan itu kepadanya.

I'M NOT FINE (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang