-I'M NOT FINE-
"Aku merasakan apa yang kau rasakan dulu. Rasanya pasti sangat menyakitkan kehilangan dua orang sekaligus."- Hana.
**********
Dua bulan kemudian....
Hana tengah mengusap lembut kepala putranya yang tertidur pulas setelah bermain dengan anak tetangganya. Ia tersenyum bahagia dengan pertumbuhan Devan yang sangat cepat. Tingkah lucunya membuat Hana sangat menyayangi sang putra, terlebih Adit yang seharian bekerja setelah melihat tingkah lucu sang putra. Lelahnya hilang begitu saja.
"Rissa? Kenapa dia mengajakku videocall?" Gumam Hana heran seraya melihat layar ponselnya, biasanya Rissa selalu meneleponnya. Hana pun mengangkatnya dan mengarahkan ponselnya ke wajahnya.
"Hai, Hana." Sapa Rissa tersenyum lebar kepada sahabatnya itu.
"Hai juga, Rissa. Tumben mengajakku Videocall? Ada apa?" Tanya Hana dengan raut wajah bingungnya.
"Nggak ada apa-apa kok." Ucap Rissa masih menampilkan senyum lebarnya.
"Aku cuma mau bilang. Selamat Ulang Tahun! Semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan segalanya." Lanjut Rissa dengan nada semangatnya, raut wajahnya terlihat ceria.
Hana sontak terkejut mendengar ucapan Rissa. Ternyata sahabatnya itu masih mengingat hari ulang tahunnya. Terakhir kali mereka berdua merayakannya sekitar tiga tahun yang lalu. Lantaran mereka berdua terpisah karena Hana yang harus tinggal di Amerika, terlebih ponselnya yang menghilang.
"Kamu masih inget hari ulang tahun aku? Aku gak percaya, sekaligus bahagia banget. Makasih banyak atas doanya, Rissa. Kamu memang sahabat terbaik aku." Ucapan Hana yang terdengar dengan nada haru sekaligus bahagia. Kedua matanya juga berkaca-kaca.
"Pasti inget dong. Kamu kan sahabat aku. Sama-sama, Hana. Maaf, ya. Aku gak bisa rayain kayak dulu. Apalagi sekarang, Lili bukan sahabat kita lagi. Jadi, ulang tahun kamu gak semeriah dulu." Ujar Rissa dengan raut wajah sedihnya, ia jadi teringat sahabat yang telah mengkhianatinya tiga tahun yang lalu.
Hana yang mendengar ucapan Rissa, raut wajahnya sama halnya menjadi sedih. Mereka bersahabat dari zaman Sma, awalnya bertiga. Namun, Lili tiba-tiba berpacaran dengan kekasih Rissa. Bahkan mereka berdua sudah menikah dan baru memiliki satu anak yang usianya sama dengan Hana dan Rissa.
"Seharusnya aku yang minta maaf. Gara-gara aku, kita berdua jadi gak sahabatan lagi sama Lili." Ujar Hana masih dengan raut wajah sedihnya.
"Kalo bukan karena kamu. Aku jadi nikah sama Dika, dan Dika pasti masih pacaran sama Lili. Aku pasti sakit hati, Na. Jadi, makasih banyak udah ngebongkar kelakuan Dika diluar sana. Jangan ngerasa bersalah, oke?" Ucap Rissa tersenyum hangat kepada Hana yang terlihat tersenyum tipis seraya menganggukan kepalanya.
Hana tidak sengaja melihat Dika dan Lili yang tengah pacaran, apalagi saat itu larut malam. Hana tengah menginap dirumah neneknya, dan didekat rumah Neneknya ada sebuah taman yang lumayan sepi. Hana tentunya terkejut melihat pacar Rissa dikhianati, apalagi oleh sahabatnya sendiri. Hana memotretnya, dan mengirimkannya kepada Rissa.
"Aku ingin bertemu dengannya." Ujar Hana kepada Rissa yang terlihat sedikit terkejut.
"Baiklah. Ayo kita bertemu dengannya. Tapi, saat Reza pulang, kamu juga harus kesini. Kita bertemu dengan Lili." Ujar Rissa masih tersenyum hangat kepada Hana yang terlihat terkejut.
"Kak Reza udah pulang. Aku awalnya ingin ikut kesana, tapi Adit bilang aku kesananya tiga bulan lagi. Saat anak kedua kamu udah lahir dan kita sama-sama tinggal di Amerika." Ujar Hana menjelaskan, ia mengatakan yang sebenarnya membuat Rissa terkejut dibuatnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
I'M NOT FINE (TAMAT)
Teen Fiction-Maaf penulisannya masih acak-acakan. Akan direvisi nanti :) ***** Namanya Syla Aulia, gadis berusia tujuh belas tahun yang harus menerima kenyataan pahit. Dua saudaranya membencinya tanpa mengatakan alasan kepadanya. Memang benar adanya, takdir keh...