HYT. 80 END

32 1 0
                                        

perdebatan sengit terjadi oleh seorang pemudan dan dokter.

"saya harap anda melakukan apa yang saya mau!."

"Tapi itu melanggar prosedur tuan..saya..saya..." dokter itu menjadi gagap ketika di lihat oleh mata yang begitu tajam.

"kenapa? anda sudah bosan hidup atau...keluarga anda ingin menemui tuhan sebelum waktunyaa?" seringai muncul di bibirnyaa menatap sang dokter

deg

dokter itu berdebar kencang saat mendengarnyaa. lalunyaa lemas lalu ia berlutut.

"saya tau semuanyaa tentang anda dan keluarga anda bahkan rahasia anda, jangan main main dengan saya"

"maaf kan saya tuan, saya mohon lepaskan keluarga saya, aaya akan ikuti perintah tuan" dokter bersujud dengan penuh ketakutan.

seorang pemuda yang sulit dia lawan. seorang pemuda yang berdarah dingin dan tidak ada kata ampun.

Pria itu tersenyum puas mendengar nya. Kemudian ia pergi dari ruangan dokter itu.

Saat berjalan di koridor tanpa sengaja ia  menabrak seseorang.

Ada seorang pemuda berjalan dengan tergesa gesa.

"Ah...maaf maaf saya tidak sengaja" tanpa melihat siapa yang di tabraknya.

Pria itu diam saja mendengarnya, iya menatap pemuda itu dari atas sampai bawah.

Pemuda itu langsung saja pergi dengan buru-buru.

Mata pria itu mantap kepergiannya dengan sangat tajam.

" Tuan, mobil sudah siap"

Pria itu menganggukan kepalanya, lalu iya mengikuti bawahannya.

                             ~•~•~•~

Nata diam sambil melihat ke arah pintu. Tiba tiba pintu terbuka menampilkan seseorang yang sangat ia kenal.

" Gimana kondisi kamu sayang? " Senyum tipis menghiasi bibirnya.

" Kamu siapa? "

Nata nampak bingung dengan orang itu yang memanggil dengan kata sayang.

Pemuda itu membuka kaca mata dan maskernya memperlihatkan senyum tipis.

Mata nata melotot tidak percaya apa yang ia lihat barusan.

" Kak  Roy? " Lirih nata, benar yang di hadapannya kakaknya ini? Kaka yang paling ia benci. Nata mengepalkan tangannya  dengan erat.

" Apa kabar adik kesayangan ku ".

Senyum itu lagi, senyum yang membuat nata percaya akan semua yang roy lakukan.

" Kenapa?? Kenapa baru sekrang lo muncul?? Kenapa lo sejahat itu?? " Nata mengucapkannya dengan pelan tapi penuh tekanan di setiap katanya.

" Tentu saja balas dendam, hahhahaa.... " Tawa itu bergema di ruangan nata.

"Sekarang!! Aku ingin kamu lebih menderita. Aku udah pasang cip di otakmu sayang".

Deg deg deg

Jantung nata berpacu cepat, knapa ia tidak bisa bahagia??

" Klo kamu gak nurutin kaka tersayang mu ini...!! Kmu akan merasakan sakit luar biasa di sini. " Tunjuk Roy ke kepala.

nata terdiam mencerna semua omongan yang telah roy ucapkan. Matana tak membulat seakan tidak percaya apa yang telah terjadi.

" jadi adikku kamu harus menuruti semua yang aku ucapkan paham".

Hati Yang TerlukaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang