HYT 30

695 23 1
                                        

Percakapan terakhir nata dan alfa. Membuat mereka kian menjauh. Alfa secara perlahan mulai menjauh sesuai dengan keinginan nata. Ia berfikir bahwa apa yang di katakan nata benar.

"Al, kantin yuk" ajak erik

Alfa menganggukan kepalanya. Erik dan rendi mengikuti alfa yang sudah berjalan di depan. Bukannya erik yang mengajaknya ke kantin tapi alfa yang meninggalkannya begitu saja.

Alfa terus saja memikirkan nata. Bayang-bayang nata selalu hadir di otaknya.

"Al, itu ana. Samperin sana!" dorong erik pelan.

"Apaansih.." dengus alfa. Alfa mengurungkan niatnya saat melihat nata.

"Lah kenapa alfa malah puter balik?" tanya rendi yang memerhatikan alfa.

"Udah biarin aja, lagi galau kali" erik tidak menyusul alfa. Karena ia sudah lapar dan melanjutkan langkahnya ke kantin.

Rendi berfikir keras dengan ucapan erik. Ia menebak-nebak kenapa alfa bisa galau. Padahal yang rendi tau alfa sangatlah ceria dan jarang sekali menunjukan muka murung seperti tadi.

Rendi berniat ingin bertanya tapi erik sudah tidak ada ditempatnya.

"Rik, gue..." rendi celingak celinguk melihat dimana tadi erik

"Rik tungguin gue!" teriak rendi saat melihat erik yang sudah agak jauh

~~~~~

Nata melihat alfa yang berbalik. Ia sadar bahwa kata-katanya kemarin memang keterlaluan. Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi. Nata ingin meminta maaf tapi egonya lebih besar.

Seketika selera nata hilang untuk makan. Nata pergi keluar dari kantin. Bahkan ia meninggalkan amel yang sedang memesan makanan. Ia tidak perduli lagi dengan semuanya. Ia hanya butuh tempat sepi untuk menenangkan pikirannya. Mungkin bolos lagi tidak masalah.

Nata melangkahkan kakinya ke gerbang belakang. Nata dengan mudah loncat ke atas gerbang. Ia melihat ke bawah dan turun. Akhir-akhir ini banyak yang mengganggu pikirannya.

Nata memanggil seseorang untuk membawa mobilnya. Setelah menunggu akhirnya ia datang.

"Ini nona" ia menyerahkan kunci mobil. Nata segera menerimanya dan masuk ke dalam mobil. Yang nata tuju sekarang adalah satu tempat. Yaitu rumah sakit, dimana ibunya di rawat.

Nata yang sudah sampai melangkahkan kakinya cepat. Ia membuka pintu dengan perlahan. Nata melihat ke arah ibunya dengan sedih. Sudah dua minggu ibunya belum sadar. Dan sejak saat itu juga nata dan alfa kian menjauh.

"Ma, kenapa ini terjadi sama nata?? Papa gak tau dimana?? Kapan nata bahagia? Saat mama sama papa kembali nata pikir semuanya akan baik. Ternyata nata salah...hiks...hiks..hiks" nata menangis di depan ibunya.

Hanya suara mesin yang terdengar. Ibunya masih setia untuk menutup mata. Nata berfikir apakah di masa lalu ia mebuat kesalahan sehingga semuanya jadi seperti ini?

Nata berhenti menangis. Sekarang tatapannya kosong. Sampai suara pintu terbuka membuat nata menoleh. Seseorang berjalan ke arah nata.

"Bolos??"

"Iya"

"Kenapa bolos??"

Nata diam. Ia tidak tau harus menjawab apa. Sedangkan nata sekarang takut. Ia tau bagaimana kakaknya saat marah.

"Em..itu...!" nata tidak bisa berkata-kata. Meskipun roy sangat penyayang tapi nata kadang takut saat roy marah. Wajahnya begitu menyeramkan. Pandangan matanya tajam.

Hati Yang TerlukaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang