Serly terengah-engah karena terbangun dari mimpi buruknya.
Serly melihat Fatan meninggal di depannya.
"Hah...hah...hah...itu cuma mimpi" katanya. Tapi serly menangis.
"Hiks...hiks...hiks..." serly memeluk lututnya sendiri.
Ibu serly yang baru saja keluar untuk sarapan akhirnya kembali.
Ia segera menghampiri serly yang menangis. Ibunya segera memeluk serly sambil mengusap kepala serly.
"Serly mimpi, hiks...fatan ninggalin serly hiks.. serly mau ketemu fatan"
"Nanti kita ke rumah fatan" kata ibunya serly.
"Serly maunya sekarang. Gak mau nanti!" Serly melihat ke arah ibunya.
"Tapi serly kan lagi sakit"
"Serly gak sakit. Serly mau ketemu fatan. Pokoknya sekarang titik!!!" Marah serly.
Ibunya Serly menghela nafas. Apa boleh buat, ia mengikuti ucapan Serly.
~~~
Serly dan ibunya pergi ke rumah Alfa ibunya membujuk agar menunggu saja di rumah.
Ibunya berfikir bahwa Alfa sedang sekolah. Tapi nyatanya Alfa ada di rumah.
"Assalamualaikum tante" ucap Serly saat melihat ibunya Alfa sedang duduk sambil maskeran.
"Eh serly. Ko ke sini?" Kaget ibunya Alfa melihat serly.
"Serly mau ketemu fatan. Serly mau samperin ke sekolah tapi kata mom gak boleh. Jadi serly tunggu di sini deh" adu serly sambil cemberut.
"Wah kebetulan Al...Fatan ada di rumah" hampir saja ibunya Alfa keceplosan.
"Beneran tante?" Tanya Serly antusia.
Ibunya Alfa menganggukan kepala. Sedangkan ibunya serly ikut duduk.
Ibunya Alfa dan Serly sangatlah dekat. Mereka teman semasa SMP sampai sekarang.
Serly yang mengetahui Alfa di rumah langsung menuju kamarnya. Bahkan serly berdiri di depan pintu kamar Fatan.
"Ko di kunci sih!" Kesar serly.
"Fatan...Fatan, buka pintunya" serly keaal karena tidak ada jawaban sama sekali.
Ia kemudian menjauh dari kamar Fatan dan menuju ibunya Alfa.
"Tante, kamar fatan di kunci. Aku panggil-panggil gak di jawab"
Ibunya Alfa tersenyum ke arah serly.
"Kamar Fatan udah pindah. Ada di sebelahnya. Coba serly kesana"
Serly menuruti perintah ibunya Alfa. Ia berjalan ke kamar Alfa.
Serly membuka pintunya.ternyata lintu kamar Alfa tidak di kunci.
"Fatan..fatan...kamu di mana?" Tidak ada jawaban sama sekali.
Serly melihat ke seluruh ruangan. Serly merasa bahwa Fatan sangat suka warna gelap. Tapi kenapa kamarnya terkesan lebih ceria?
Serly berjalan ke arah buku-buku. Ia mengambil salah satu komik.
"Sejak kapan Fatan suka komik? Diakan gak suka" ucap serly. Sambil membalikan setiap halaman.
Sampai sebuah surat terjatuh. Surat yang Alfa simpan diantara lipatan komik.
"Surat apa ini?" Tanya serly pada dirinya sendiri sambil melihat suratnya dengan lekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hati Yang Terluka
Teen FictionKetika hati yang terluka karena cinta. Bukan mulut yang bicara melainkan air mata yang meluncur begitu saja. Anatasya andika wijaya gadis polos yang berubah karena penghianatan dan perpisahan kedua orangtuanya. Ia merasa hidupnya sebatangkara. Ketik...
