بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Hari demi hari berlalu, sekarang usia kandungan Najwa sudah 9 bulan kurang 5 hari. Sampai kini pun masalahnya dengan Alvarez belum juga usai. Malah beberapa hari terakhir Diana semakin gencar menggoda Alvarez, walaupun Al tidak menggubris sedikitpun. Komunikasi antara Al dan Najwa sangat jarang, Najwa selalu menampilkan sifat jutek dan dinginnya.
Pagi ini Najwa berencana pergi ke kantor sebentar untuk mengambil berkas. Walaupun sudah hamil tua Najwa masih sering ke kantor hanya untuk menandatangani kontrak bisnis ataupun mengecek kondisi barang dari pabrik.
"Sayang, mau kemana?" Tanya Al saat melihat mama dari Alana itu sudah menenteng tasnya.
"Kantor" balas Najwa singkat.
"Ngapain? Sayang kamu udah hamil tua. Dirumah aja yaa" ucap Al.
"Engga, aku mau ke kantor sebentar" ucap Najwa.
"Yaudah saya anter yaa, ngga ada penolakan" ucap Al.
Najwa hanya menghela nafas pasrah dan mengangguk. Setelah itu Al dan Najwa langsung pergi dengan satu mobil.
"Najwa, siang nanti saya akan dapat bukti. Fendy janji akan memberikannya nanti" ucap Al.
"Hmm iya" balas Najwa.
Tak lama kemudian mobil Alvarez sudah memasuki kawasan kantor Mahapuri Cosmetic. Najwa langsung pamit dan dibalas Al dengan kecupan di kening, mata, dan bibirnya sekilas. Setelah itu Najwa langsung keluar, mobil Mercy Alvarez pun melaju meninggalkan kantor Najwa. Najwa pun langsung masuk dan menuju ke ruangannya.
Siang harinya Najwa akan pulang naik taksi online. Setelah taksi datang Najwa langsung masuk.
"Perumahan Bumi Permai jalan Aster 5 nomer 10 yaa pak" ucap Najwa menyebutkan alamat lengkapnya.
Tanpa Najwa sadari ternyata supir itu menyunggingkan senyum sinisnya. Tak lama kemudian tiba-tiba 1 orang masuk ke kursi belakang tepat disamping Najwa.
"Loh kalian siapa??" Tanya Najwa panik.
2 orang laki-laki itu hanya tersenyum sinis. Tangan Najwa mencoba membuka pintu mobil namun nihil tidak bisa.
"Kalian siapa?? Lepaskan saya!!" Ucap Najwa berteriak.
Tiba-tiba orang yang baru masuk tadi langsung membius Najwa hingga tak sadarkan diri. Mereka lalu membawa Najwa pergi.
Sedangkan di kantor Buana Investama, Al dan Fendy sedang membicarakan tentang Diana.
"Diana Atmajaya" ucap Al.
"Iya pak, wanita itu bernama Diana Atmajaya. Putri tunggal dari rekan bisnis kita dulu, pak Mahendra Atmajaya" ucap Fendy.
"Mahendra Atmajaya?? Bukannya sudah meninggal waktu itu, terkena serangan jantung" ucap Al.
"Iya pak, dan kemungkinan Diana itu ingin membalas dendam. Karena berpikir bapak yang sudah membunuh ayahnya" ucap Fendy.
"Iya Fen, bisa jadi. Mungkin keluarganya masih salah paham" ucap Al.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY [END]
Storie d'amoreThe Story Of Alvarez & Najwa Mengisahkan Tentang Seorang Pria Yang Telah Meruntuhkan Hidup Seorang Gadis. Gadis Yang Baru Saja Bertunangan Dengan Laki-laki Pujaannya Harus Menerima Kenyataan Pahit. Dengan Sebuah Takdir Yang Sangat Ia Benci. Karena O...
![DESTINY [END]](https://img.wattpad.com/cover/275574476-64-k666941.jpg)