Destiny : 21

9.3K 689 65
                                        

      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

      Alvarez keluar dari gedung berlantai 4 itu, ia masih menitikkan air matanya. Ia tak akan menyerah untuk mendapatkan Najwa kembali. Ia akan ke rumah Najwa malam nanti. Sebelum kembali ke hotel Alvarez menghubungi mama Sera terlebih dahulu.

Setelah itu Alvarez langsung melajukan mobilnya ke hotel. Sedangkan di ruangannya Najwa menangis sejadi-jadinya. Ia bingung, ia masih mencintai Alvarez. Tapi ia takut kejadian beberapa tahun silam terulang. Ia takut Al membenci Alana.

"Ya Allah.. hikss.. kasihan Alana. Tapi aku udah muak sama sifat mas Al" lirih Najwa.

Ia sangat bingung dengan keadaannya sekarang, ia sangat ragu untuk kembali pada Alvarez.

**

   Pada malam harinya Al mendatangi rumah Najwa. Rumah berlantai 2 yang memiliki halaman luas didepannya. Sangat mewah sekali, Al tersenyum. Ia bangga sekali dengan Najwa, bisa mendirikan sebuah bisnis yang sangat menjanjikan. Al langsung menekan bel dipintu rumah Najwa. Sedangkan didalam semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing. Karena jam sudah menunjukkan pukul 08:45 malam.

"Sebentar" ucap seseorang dari dalam. Tak lama pintu terbuka, muncul seorang wanita paruh baya.

"Selamat malam" ucap Al sambil menundukkan kepalanya, ia yakin wanita didepannya itu adalah art disana.

"Malam, mau cari siapa yaa mas?" Tanya bik Sari khas dengan logat Jawa.

"Saya mau cari Najwa Bu, ada?" Tanya Al.

"Ada mas, sebentar yaa mas. Bibik panggilkan dulu, silahkan masuk mas" ucap bik Sari.

"Iya bik Terimakasih" ucap Al lalu ikut masuk ke dalam.

Alvarez duduk di sofa ruang tamu, dan bik Sari naik ke lantai atas untuk ke kamar Najwa. Al menatap ruangan megah itu, banyak foto Najwa dan Alana berjajar disana. Sedangkan dikamar Najwa sedang berdongeng untuk Alana. Tak lama pintunya diketuk dari luar.

"Permisi mba Najwa" ucap bik Sari.

"Iya bik sebentar" ucap Najwa, lalu membuka pintu.

"Iya bik ada apa?" Tanya Najwa.
"Mba di bawah ada tamu buat mba Najwa" ucap bik Sari.

"Siapa bik?" Tanya Najwa sambil mengernyitkan keningnya.

"Bibik ngga tau mba, laki-laki tinggi, putih, ganteng mba. Matanya hampir mirip dengan Alana" ucap bik Sari.

"Mas Al" batin Najwa.

"Emm.. iya bik, Najwa turun" ucap Najwa.

"Bik, tolong antar Lana ke kamarnya yaa. Biar ditemani Mira" ucap Najwa.
"Baik mba" balas bik Sari.

Setelah itu Najwa langsung turun ke bawah. Al menatap seseorang yang turun dari tangga , wanita cantik yang menggunakan dress selutut.

"Kenapa lagi?" Tanya Najwa to the poin.
"Naa, saya mau bicara" ucap Al.

"Diluar aja, aku ngga mau ribut-ribut disini" ucap Najwa.

DESTINY [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang