Destiny : 28

8.8K 845 96
                                        

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

    Siang ini Najwa dan Alvarez sudah packing untuk berangkat ke Maladewa. Mereka akhirnya bisa berangkat tanpa kendala. Semalam Alana berhasil dibujuk oleh Najwa, Al, dan mama Sera.

Mereka membujuk Lana agar mengizinkan Alvarez dan Najwa untuk honeymoon. Setelah perdebatan yang cukup alot Alana akhirnya mengizinkan papa dan mamanya pergi.

Flashback on

Saat ini Najwa tengah berdiri di ambang pintu kamar Alana. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini, ternyata mama Sera sudah menyiapkan pribadi untuk Alana. Mama Sera memanggil tukang dekor untuk mendekor kamar ini menjadi kamar anak-anak.

"Sayang kenapa?" Tanya Najwa sambil membelai rambut Alana yang tengkurap di kasurnya.

Punggung Lana terlihat bergetar, Najwa yakin putri kecilnya itu sedang menangis.

"Sayang.. mama disini loh, ngga mau peluk mama?" Tanya Najwa lembut.

"Hikss... M..mamaa ngga ngajak Alana.. mama ngga sayang lagi sama Lana" ucap Alana sambil terisak.

Najwa tersenyum tipis dan langsung mengangkat Alana, menggendong putri kesayangannya itu.

"Hustt.. jangan nangis yaa.. masa udah gede nangis" ucap Najwa. Alana hanya diam dan menyembunyikan wajahnya di leher sang Mama.

Tak lama kemudian Al dan mama Sera juga datang ke kamar Lana. Mereka bingung melihat Lana yang sedang digendong oleh Najwa.

"Ngambek?" Bisik Al
Najwa hanya mengangguk dan tersenyum.

"Sayang anak papa.. kenapa hmm?" Tanya Al sambil menatap wajah Lana. Namun Alana langsung menyembunyikan wajahnya lagi.

"Dear, kenapa kok nangis? Sini cucu omaa.. sayang.. jangan nangis yaa, nanti ngga cantik lagi gimana?" Tanya mama Sera

Alana terus menangis dengan diam di pundak Najwa. Najwa hanya mengusap-usap punggung Alana agar lebih tenang.

"Sayang... Mama ngga boleh pergi yaa?" Tanya Najwa.

"Hikss.. Lana mau ikut" ucap Lana disela-sela menangisnya.

"Dear, cucu omaaa.. kan mama sama papa ada urusan sayang. Lana jalan-jalan sama omaa aja gimana? Kita ke kebun binatang? Atau ke mall? Beli mainan?" Rayu mama Sera.

Alana hanya menggelengkan kepalanya. Najwa lalu duduk dan memangku Alana, gadis kecil itu masih merajuk dan menyembunyikan wajahnya di dada Najwa.

"Sayang... Kamu mau adek ngga?" Tanya mama Sera.

"Ngga mau" balas Lana cepat
"Loh kenapa?" Tanya Al sambil mengambil alih Lana dan memangku putri kecilnya itu.

"Gasuka" balas Lana singkat. Rupanya sifat cuek dan dingin Alvarez menurun ke Alana. Saat sedang marah Alana akan irit bicara sama seperti papanya.

"Sayang ngga boleh kayak gitu dong, masa anak mama marah-marah gini.. I don't like this" ucap Najwa sambil menggelengkan kepalanya. Walaupun masih berusia 4 tahun Alana sudah mengerti berbicara dengan bahasa Inggris.

DESTINY [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang