HAI SOBAT! JANGAN LUPA VOTE, COMMENT, SHARE DAN FOLLOW AKUN WATTPADKU YA! AKU TUNGGU:)
BURUANNN....
SELAMAT MEMBACA
*****
Hari ini Diara pulang telat karena ada banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan di tempat kerjanya. Pekerjaan yang padat membuat ia harus pulang terlambat, biasanya sebelum jam enam sore ia sudah sampai di rumah.
Hari ini Diara pulang sendiri, meski Adit sempat menawarkan diri untuk menjemputnya tapi ia tolak. Diara tidak enak jika harus merepotkan laki-laki itu terus, apalagi Adit juga punya pekerjaan.
Adit memang sudah lama berhenti bekerja di restaurant tempat Diara juga bekerja. Sudah sekitar delapan bulan sejak kelulusannya, laki-laki itu memutuskan untuk berhenti bekerja dan melanjutkan pekerjaannya di salah satu perusahaan.
Namun, meski begitu Adit selalu menyempatkan diri untuk mengantar-menjemput Diara, atau paling tidak hanya bertemu sebentar dengan gadis itu. Adit memang selalu semenyenangkan itu bagi Diara, buktinya seperti hari ini.
Adit sempat mengajak Diara ke toko buku dengan alasan laki itu ingin membeli pulpen. Tapi tanpa Adit sadari Diara tahu bahwa laki-laki itu ingin menghibur dirinya yang sedang kalut. Adit memang laki-laki yang baik dan Diara beruntung memiliki teman sepertinya.
Rencananya setelah sampai di dalam kamar nanti Diara ingin segera merebahkan dirinya di kasur. Hari ini sungguh membuatnya merasa kelelahan. Pintu rumah langsung terbuka ketika Diara sampai di depan pintu, padahal ia belum menyentuhnya sama sekali. Seolah rumah sudah menyambutnya untuk pulang.
Dan di balik pintu sana muncul seorang laki-laki dengan kaus hitam dan celana panjang dengan rawut wajah datar."Jam berapa ini?"
Diara sempat terkejut, karena bersama Adit ia hampir saja melupakan kepulangan makhluk paling menyebalkan di dunia. Sambil melirik jam tangannya yang ada dibagian kiri, lalu melirik ke arah tembok Diara menjawab.
"Di jam saya menunjukan pukul tujuh tiga puluh sama seperti jam yang ada di tembok"
"Dari mana kamu?"
"Memangnya penting?" Diara malah menantang.
"Mau kemana pun kamu pergi itu urusan kamu. Tapi, saya juga berhak tahu"
"Kayaknya perjanjiannya gak gitu"
Adnan menghela nafas panjang. Berbicara dengan Diara hanya akan menghabiskan tenaga juga menguras emosinya."Di dalam ada Bunda. Kalau Bunda bertanya dan jawaban kita berbeda itu akan mencurigakan"
Dari Diara mengerut."Bunda? Di sini?"
Belum sempat Adnan menjawab suara dari arah belakang Adnan langsung mengintrupsi."Ara? Udah pulang?"
Diara langsung menoleh ke asal sumber suara, lalu mendekat."Bunda? Bunda kapan ke sini?"
"Tadi sore. Kamu kenapa pulang telat?" tanya Mira yang menyambut Diara dengan senyuman."Yang lain dari tadi udah nunggu kamu buat makan malam bersama ada Nada, Kinan, dan Raian juga"
Mendengar ucapan Mira, Diara jadi tidak enak."Ara ada kerja kelompok tadi. Harusnya Bunda sama yang lain makan duluan aja"
Mira menggeleng."Rasanya ada yang kurang kalau gak ada kamu" Diara hanya tersenyum mendengar ucapan Mira barusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IN MARRIAGE
Romantizm[ Dunia lebih menghargai orang yang mau berusaha dengan usahanya sendiri] -Sudutmataa- *Buat dibaca GRATIS bukan dicopoy! JANGAN LUPA FOLLOW DULU YA! Dijodohkan dengan orang yang asing bagi Diara Pradipta sangat tidak masuk akal bahkan mereka baru k...
