61. MENYERAH AGAR BAHAGIA

4.3K 146 8
                                        

HOLAAA SEMUAAA 👋 KANGEN SEKALI SAMA KAWANS ONLINEKUU <3 SEBULAN AKU GAK UPDATE DAN KALIAN MASIH SETIA SEKALEH MENAGIH :) MAAFIN YAAA?
YANG FOLLOW AKUN SUDUTMATAA PASTI PAHAM KENAPA 😁

BULAN INI AKU USAHAKAN UPDATENYA RAJIN TAPI VOTE KALIAN JUGA HARUS RAJIN YAAAA AKU TUNGGUIN POKOKNYA NOTIF-NOTIF KALIAN ♡ TERPANTAU ADA NOTIF-NOTIF BARU JUGA DAN KAWANS BARU 👀 WELCOME OUR HOME 💜

OKE PASSWORDNYA SEBELUM BACA APA? YAPS! VOTE, COMMENT SEBANYAK-BANYAKNYA, SHARE KE SEMUA TEMAN-TEMAN KALIAN BIAR MAKIN RAMAI, DAN FOLLOW AKUN SUDUTMATAA DI INSTAGRAM DAN WATTPAD DENGAN USERNAME YANG SAMA! JADI JANGAN LUPA YAAAA

AKU TUNGGUIN NOTIFNYA



























SELAMAT MEMBACA






"Berhasil melihat kamu bahagia adalah bukti cinta aku ke kamu, meski bahagia itu bukan sama aku"

-Adit-

*****

"Data yang kamu kirim ke saya kemarin valid, Diara. Setidaknya data ini masih sama dengan tiga bulan lalu sebelum diperbarui. Saya sudah mengecek sendiri tentang kesamaan data yang kamu kirim dibagian SIA"

Diara memperhatikan dan mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan yang Gilang berikan padanya. Diara pun beberapa kali menggeser ipad milik Gilang untuk memastikan kecocokan data yang ia miliki, Gilang membawakan data yang begitu lengkap untuknya.

Mulai dari struktur data sampai nama-nama orang yang memegang saham Pra Grop semua ada di dalam ipad milik Gilang, karyawan dari MH Company. Rasanya begitu janggal melihat bagaimana rival perusahaan keluarganya memiliki data yang begitu lengkap tentang seluk-beluk perusahaan keluarganya.

Meski pun Adnan adalah menantu dari Papanya, tapi Diara jelas tahu bahwa Papanya tidak pernah mau menjual saham perusahaannya pada orang-orang MH Company. Sebelum menjual saham, Papanya pasti akan mencari tahu dulu siapa pembelinya karena bisa saja hal itu dimanipulasi. Diara tidak tahu alasan yang pasti kenapa Papanya tidak pernah mau menjual sahamnya pada MH Company.

"Tiga bulan lalu? Memangnya apa yang berbeda?" Diara menatap Gilang dengan rawut wajah bingung.

"Kepemilikan Pak Adnan atas Pra Grop naik dua persen" Gilang menunjuk angka tiga puluh tujuh persen yang tertera di layar dengan nama Adnan yang bersanding dengan angkat tersebut.

"Bagaimana bisa? Apa Kak Adnan membeli saham Pra Grop? Tapi apa mungkin?" tanya Diara begitu penasaran. Namun Gilang tidak langsung menjawab."Atau Mas Gilang juga tidak tahu lagi kenapa saham milik Kak Adnan atas Pra Grop meningkat?"

Terlihat jelas sekali dari rawut wajah Gilang, ia sedang menimbang-nimbang sesuatu yang akan ia keluarkan dari mulutnya."Hm... Kamu tidak tahu? Saham sebesar dua persen itu... Pak Dianto sendiri yang memberikannya pada Pak Adnan"

"Papa saya yang memberikannya?! Atas dasar apa?" Diara terkejut mendengar jawaban Gilang barusan. Hal itu menurutnya hampir tidak mungkin terjadi, dan ia pikir tidak akan pernah terjadi.

"Kalau itu saya tidak tahu, bisa saja dipengaruhi keputusan internal"

Diara menghela nafas gusar, ternyata masalah ini lebih rumit dari yang ia duga. Semakin ia berusaha memecahkan satu bagian, maka akan semakin banyak bagian lain yang muncul yang tidak ia duga. Masalah ini benar-benar menguras pikirannya, Diara harus segera menyelesaikan masalah rumit ini.

LOVE IN MARRIAGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang