LIMERENCE 42

8.2K 930 23
                                    

Update! Jangan lupa vote dan komentarnya ya 😚😽

🌼🌼

Karina akhirnya melamar kerja di sebuah toko roti yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Toko roti yang di dalamnya terdapat tempat makan yang setiap pelanggan bisa duduk di sana dan memesan roti yang ingin mereka makan. Bukan hanya roti, ada banyak cake dan minuman yang di sediakan juga.

Menjadi pelayan di tempat ini jauh lebih baik daripada dia memaksa untuk kembali bekerja di tempat lamanya. Ya, Karina sebenarnya masih bisa kembali ke sana. Pemilik Bar dengan tangan terbuka akan menerima Karina untuk bekerja di sana kembali jika dia mau. Tapi dia tentu saja menolaknya. Karena ada banyak pertimbangan yang dia pikirkan jika dia harus kembali ke tempat itu.

Bukan hanya memikirkan bagaimana cara pandang orang lain yang melihatnya bekerja di tempat yang mereka anggap kotor padahal faktanya tidak seperti itu. Dia juga memikirkan putranya, Javas. Dia juga tidak bisa bekerja malam dan pulang dini hari. Dia harus mengurus Javas meski Ardhani sudah memberi fasilitas baby sitter untuk mengurus Javas.

Sebenarnya Karina tidak terlalu membutuhkan baby sitter. Dia hanya butuh orang yang menunggu Javas saat dia bekerja saja. Karena setelah pulang kerja dia akan kembali menjaga dan mengurus Javas sendiri. Tapi apa boleh buat, Karina tidak bisa menolak permintaan Ardhani yang memang dia butuhkan juga. Hanya kali ini, setelah itu Karina tidak akan meminta pemberian dari Ardhani lagi.

Dan sepertinya Tuhan memang sedang mendengar doa dan harapannya. Akhirnya Karina di terima juga bekerja di toko roti yang belum lama buka. Meski toko itu masih baru, toko itu sepertinya cukup sukses karena berhasil menarik banyak pelanggan yang membuat toko itu membutuhkan beberapa karyawan yang harus di pekerjakan di sana.

Dan Karina datang di waktu yang sangat tepat. Di saat toko itu benar-benar sedang membutuhkan pegawai. Karina datang melamar. Tentu saja dia langsung di terima dan memulai pekerjaan pertamanya di sana.

"Pesan apa Mbak?" tanya Karina. Pagi ini ada banyak pelanggan datang untuk sarapan. Roti Bun dengan berbagai toping menjadi roti favorit yang banyak di pesan. Ada Almod Croisstant yang menjadi favorit keduanya.

"Pesan Roti Bun orginal satu. Sama cokelat panas ya Kak," jawabnya.

Karina mencatatnya lalu mengangguk. "Ada pesanan lainnya?"

"Untuk sekarang itu saja."

"Baik, mohon di tunggu sebentar Kak."

Karina pamit memberikan nota pesan lalu kembali melayani pelanggan lain yang sudah menunggu. Semakin lama ada banyak orang datang untuk memesan roti. Sudah lama Karina tidak bekerja, rasanya dia sedikit gugup takut membuat kesalahan. Tapi Karina meyakinkan dirinya kalau semuanya akan baik-baik saja.

"Lelah sekali ya Rin?" Aci bertanya sembari membusungkan badannya dari meja kasir agar bisa melihatku yang jongkok di baliknya dengan jelas.

Karina tersenyum. "Hanya sedikit."

Aci balas tersenyum. "Nanti juga pasti akan terbiasa. Kami dulu pernah merasakan sesuatu yang lebih parah dari ini," sahut Aci mengembangkan pipinya.

"Yang lebih parah?"

Aci mengangguk. "Ya. Waktu itu pastry chef yang bekerja di toko ini keluar. Dan Bos kesulitan mencarinya sampai dia sendiri yang harus bekerja membuat roti."

Satu alis Karina naik. "Tidak ada yang melamar kerja?"

Aci menggeleng. "Bukan tidak ada. Tapi banyak. Tapi yang melamar di sini tidak di terima oleh Bos. Sampai akhirnya datang Ara yang menjadikannya seorang pastry chef di sini."

Limerence (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang