Update! Jangan lupa vote dan komentarnya ygy❤️ selamat membaca😽
Ardhani akhirnya kembali juga dari tugasnya yang sudah di selesaikan laki-laki itu. Bahkan masih dengan setelan kerjanya, laki-laki itu bergegas pergi ke kediaman Karina.
Karina pikir Ardhani tidak jadi pulang karena sampai dia selesai dari pekerjaannya, laki-laki itu masih belum ada kabarnya. Karena itu juga Karina berinisiatif untuk mengambil Javas sendiri di rumah Ivander di mana putranya di titipkan.
Tidak tahu kenapa, ada rasa kecewa yang mengendap di hatinya. Entah untuk apa dia merasakan perasaan seperti itu. Kekecewaan apa yang ingin dia keluhkan? Hanya karena Ardhani tidak jadi pulang dan menepati janjinya. Tidak, bukan itu. Ini bukan karena dirinya. Hanya saja, Karina memang sangat membenci orang yang tidak menepati janjinya, apa lagi berhubungan dengan putranya.
Memang benar Javas masih kecil. Dia masih tidak mengerti apa-apa. Tapi Karina tahu kalau putranya itu memang merindukan Ayahnya. Karena belakangan ini Javas selalu merengek.
"Kenapa Javas menangis terus, Rin?" Tiara bertanya. Tidak biasanya dia melihat si tampan itu rewel seperti itu kecuali di saat si kecil sakit.
Tapi hari ini Javas tampak baik-baik saja. Badannya tidak panas dan dia juga menyusu dengan baik.
Kai sudah sangat lama tidak bertemu dengan keponakannya itu. Laki-laki itu mendadak rindu dan akhirnya pergi ke kediaman Karina untuk melepaskan rindu pada si kecil Javas sebelum berangkat bekerja.
"Apa dia sakit?" tanya Kai. Kai mencoba menenangkan Javas yang merengek di gendongannya.
Karina menggeleng. "Aku pikir dia tidak apa-apa. Tadi dia baik-baik saja. Tidak tahu kenapa habis mandi sampai sekarang dia merengek terus menerus."
"Mungkin ada sakit yang dia rasakan di tubuhnya? Tapi di mana?" tanya Tiara. Perempuan itu juga membantu melihat tubuh Javas. Takut ada bagian tubuhnya yang terluka. Atau ada serangga yang menggigitnya yang membuat Javas menangis terus menerus.
"Tidak ada apa-apa," kata Tiara lagi.
"Mungkin mau minum susu," ujar Kai lalu melihat Javas yang masih menangis. "Mau minum susu ya Nak?"
Javas tentu saja tidak merespons apa-apa selain menangis. Karina dengan cepat pergi ke dapur untuk membuatkan susu. Mungkin Javas lapar lagi meski putranya itu baru saja minum susu.
Karina memberikan botol yang sudah berisi susu hangat ke arah Kai. Kai mengambilnya dan memberikannya kepada Javas. Sayangnya Javas menolak dan anak itu masih menangis, dan tangisnya semakin keras membuat mereka semua kaget dan kebingungan.
"Sini, biar aku yang menggendongnya." Karina langsung mengambil Javas dari gendongan Kai. Mencoba menenangkan si bayi.
Sayangnya Javas masih belum bisa menghentikan isak tangisnya sampai tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Tiara yang melihat suasana sedang tidak kondusif berinisiatif untuk membukakan pintu.
Kedua alis Tiara naik melihat siapa yang berdiri di ambang pintu. "Ardhani."
Ardhani tersenyum tipis. "Karina ada?"
Tiara yang kebingungan mengangguk saja lalu membiarkan Ardhani masuk ke dalam setelah melepaskan sepatunya. Dahi Karina mengerut, melihat pakaian Ardhani sepertinya laki-laki itu baru pulang dari tempat kerjanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Limerence (TAMAT)
RomanceKarina harus menerima pil pahit ketika Dokter memberi tahu bahwa dirinya positif hamil. Fakta tentang kehamilan yang terjadi karena one night stand juga atas kesalahannya membuat Karina berantakan. ** Semuanya berawal ketika malam itu. Di mana Ardha...