Update! Maaf updatenya telat gak sesuai jadwal ya😽
🌼🌼
Ardhani pulang dengan perasaan campur aduk. Pikirannya bercabang setelah mendengarkan permintaan Karina yang menurutnya cukup berat. Bagaimana tidak, Karina meminta Ardhani menjelaskan semua tentang Javas kepada kekasihnya, Jesica.
Meski sekarang hubungannya dengan Jesica sudah tidak lagi tegang seperti dulu bahkan hubungan mereka sudah baik-baik saja dan semakin dekat. Tapi tetap saja, menuruti permintaan yang di minta Karina tidak lah mudah. Bukan karena Ardhani jahat tidak mau memberi tahu dan terkesan membohongi Jesica. Hanya saja Ardhani takut kalau Jesica akan bersikap seperti dulu. Tidak menerima keputusannya dan bersikap gegabah.
"Kamu sudah pulang."
Ardhani terkejut mendengar suara seseorang di dalam ruangan ketika dia baru saja membuka pintu apartemen. Di dalam ruangan terlihat kekasihnya sedang duduk manis menikmati secangkir teh hangat di atas sofa.
Sekarang Ardhani sudah punya tempat tinggal sendiri. Bukan hanya sekarang, dulu juga dia memang sudah memiliki tempat tinggal. Sayangnya Ardhani jarang sekali menghuninya karena dia lebih memilih tinggal di rumah orang tuanya atau mampir ke rumah Kakaknya, Ivander di saat dia sedang bosan.
Melihat Jesica sudah berada di dalam apartemennya tentu saja bukan tanpa alasan. Karena Jesica juga tahu sandi kunci apartemen Ardhani. Terkadang ketika Jesica punya waktu luang, perempuan itu akan tinggal dan tidur di apartemennya.
"Kapan kamu di sini?" tanya Ardhani. Laki-laki itu melepaskan sepatunya dengan wajah yang masih terlihat bingung.
Tentu saja dia bingung. Tidak seperti biasanya, Jesica pasti akan menghubunginya jika perempuan itu ingin datang atau sudah berada di apartemen. Tapi kali ini Jesica sama sekali tidak menghubunginya.
Jesica melihat arloji di tangannya lalu menatap Ardhani dengan senyum manis seperti biasanya. "Mungkin sekitar sepuluh menit yang lalu."
Ardhani berjalan mendekat ke arah Jesica. "Kenapa tidak menghubungiku?"
Jesica tersenyum. "Kejutan."
Meski jawaban Jesica sudah sangat jelas. Ardhani masih merasa aneh dan bingung. "Apa hari ini sedang luang?"
Mengingat Jesica seorang selebriti dengan jadwal segudang membuat Ardhani sedikit bingung. Karena akhir-akhir ini mereka jarang sekali bertemu. Bahkan berkomunikasi saja seadanya karena kesibukkan Jesica.
Alasan yang membuat Ardhani berat menerima permintaan Karina juga karena Ardhani jarang sekali bertemu dengan Jesica. Bahkan Jesica harus membuat jadwal lebih dulu agar bisa mengambil waktu liburnya untuk bertemu dan menghabiskan waktu berdua dengannya.
Belum lagi Ardhani takut melihat respons Jesica yang akan menolak. Ardhani juga takut semua itu akan mengganggu hubungan mereka yang sudah membaik juga pekerjaan Jesica.
Jesica tersenyum. berjalan ke arah Ardhani lalu memeluknya. "Kenapa? Kamu terlihat tidak suka melihatku di sini."
Ardhani mendengus. "Mana mungkin. Aku sudah pasti senang melihat kamu di sini mengingat kita jarang bertemu. Hanya saja aku masih terkejut karena tiba-tiba melihat kamu ada di sini tanpa mengabari ku. Dengan siapa kemari?"
Jesica terkikik geli. "Aku sengaja tidak mengabari kamu karena ingin membuat kejutan. Hari ini aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku. Karena itu aku langsung kemari di antar asistenku."
"Apa dia ada di sini?"
Jesica menggeleng. "Dia pulang. Aku menyuruhnya untuk beristirahat sementara aku tinggal di sini."

KAMU SEDANG MEMBACA
Limerence (TAMAT)
RomanceKarina harus menerima pil pahit ketika Dokter memberi tahu bahwa dirinya positif hamil. Fakta tentang kehamilan yang terjadi karena one night stand juga atas kesalahannya membuat Karina berantakan. ** Semuanya berawal ketika malam itu. Di mana Ardha...