DYTTMS

3.6K 605 66
                                    













" ...... Kim Taehyung? "

"..... Y-ya!? "

Wanita itu semakin memperlebar senyumannya, melipat kedua tangannya di depan perut, membawa tas kecil yang tak kalah saing harganya karena itu adalah merek Gucci Marmont mini, lalu berkata lembut.

" Bisa kita bicara? "

Taehyung tidak tahu siapa wanita sebenarnya jadi dia agak ragu untuk mengiyakan ajakan si wanita. Tapi wanita itu tidak tersinggung, dia tetap menunggu bahkan menambahkan kalimatnya dengan lembut pula.

" Hanya sebentar, aku butuh kepastian, lagipula aku masih Jeon."

Mendengar kata Jeon seketika membuat tubuh Taehyung membeku.





.........







Kim Taehyung melipat kedua tangannya dengan gugup di atas pangkuannya sendiri, duduk di sebuah kursi meja makan bundar di sebuah ruangan VVIP.

Ruangan itu tampak terang benderang, ada beberapa ornamen lukisan artistik yang unik, begitu indah dan berkelas.

Di dalam ruangan tidak ada orang lain selain Kim Taehyung sendiri dengan sosok wanita yang telah mengajaknya kemari. Itu tidak jauh dari posisi awal mereka bertemu.

Kim Taehyung sebenarnya merasa sedikit khawatir terlebih lagi dia belum sempat menghubungi siapapun termasuk pak Lee yang yang telah menunggunya di parkiran mobil apalagi Jeon Jungkook......

Sekarang dia disini, terperangkap di dalam ruangan dengan seseorang yang bahkan belum dia kenal sebelumnya.

Melihat kekosongan di dalam mata Taehyung, wanita itu tersenyum tipis. Mendorong sedikit buku menu ke depan Taehyung lalu mengangkat dagunya sedikit, " Lihat dan pesanlah sesuatu untukmu."

Taehyung kini ikut membalasnya dengan senyum tipis dan menggeleng pelan, " Tidak perlu repot-repot nyonya, kebetulan saya juga tidak lapar."

" Oh, baiklah, tapi jangan tolak dengan minuman."

Tanpa persetujuan Taehyung, wanita itu sudah lebih dulu mengirim pesan dengan ponsel nya, meletakkan benda pipih itu di atas meja depannya kemudian menatap raut wajah Taehyung dengan lekat.

Di dalam keheningan waktu yang tak butuh tiga menit, seorang pelayan wanita datang dengan dua gelas jus, dia menyerahkan jus apel untuk si wanita dan jus stroberi kepada Taehyung.

Taehyung mengerutkan mulutnya, sedikit goyah dengan tampilan jus stroberi yang ada di depannya, ragu untuk menerima tapi wanita itu kembali berkata baknya perintah.

" Minum itu, ku jamin kau pasti suka "

Taehyung menerimanya dengan sedikit ragu, menarik lalu menyesap nya sedikit, namun akhirnya dia menyesal karena meminumnya sedikit karena demi apapun itu sangat  terasa asam manis secara alami tanpa di campur gula atau susu.

" Suka? "

" Ah, y-ya..?? "

" Bagus, kalau begitu habiskan."

Taehyung tidak tahu apa motif dari wanita itu menyuruhnya duduk disini dengannya, tapi Taehyung yakin dia tidak memiliki niat jahat......

" Kim Taehyung, apa kau tak mau bertanya apa apa mengenai ku dan mengapa aku membawa mu kesini? "

Taehyung tertegun, itu benar. Dia ingin, tapi dia juga ragu, apakah ini sopan baginya, jadi dia sedikit menurunkan kelopak matanya dengan pandangan sayu.

Melihat keterdiaman Taehyung lagi, mau tak mau wanita itu sedikit menghela nafas dan bergeser ke posisi lain tapi masih dalam gerakan anggun.

" Apa kau benar-benar tidak ingin menanyai sesuatu? " Tanyanya bak tak memiliki kesabaran lagi. Mendengar ini Taehyung pun sedikit tersentak, jadi dia tetap berusaha tenang, waktu kematiannya dalam kelahiran kembali ini sudah berlalu, jadi dia benar-benar tidak tahu apa dan siapa yang akan dia temui serta terjadi selanjutnya nanti padanya.

Dia menatap wanita itu dengan ragu,
" Nyonya, tolong maafkan saya bila melupakan sesuatu, tapi..., Apakah sebelumnya kita pernah bertemu dan saling mengenal? "

" Tidak perlu meminta maaf, lagipula kau benar, kita memang belum dan tidak pernah saling kenal sebelumnya tapi disini, saat ini aku sudah mengenalmu terlebih dahulu."

Wanita itu menjeda kalimatnya, sedikit membasahi bibirnya yang di poles kan lip merah muda sakura, manis dan terlihat natural....

" Aku Jeon Yeobin, Ibu kandung Jeon Jungkook, suami mu dan termasuk Ibu mertua mu."

"............" Taehyung sedikit membuka mulutnya tidak percaya pada sosok di depannya yang baru saja memperkenalkan dirinya itu sebagai Ibu Jungkook.

Jeon Yeobin??

Taehyung tahu nama itu, tapi dia tidak menyangka bahwa wanita itu jauh lebih dari yang dia kira selama ini. Bahkan antara foto formal yang dia temui di internet terlihat cukup berbeda dengan apa yang dia temui saat ini, pantas saja sejak awal dia merasa sosok itu terasa familiar baginya.......

" Terkejut? "

"............."

" Apa Jungkook tidak pernah menceritakan ku padamu? "

"...... Nyonya, aku-

" Jangan panggil aku Nyonya, panggil aku Ibu, bukankah kau istri putraku? Kau menantuku disini."

Taehyung tidak bisa berkata-kata, pipi nya bersemu malu, tidak mampu menampilkan ekspresi lain selain penuh kejutan.

Jeon Yeobin tersenyum lalu mengetuk meja dengan ujung jari telunjuknya dan berkata, " Tidak perlu terkejut, karena aku sudah menduga hal ini telah terjadi, melihat putraku yang terlihat berbeda dua bulan terakhir ini. Ternyata ini yang dia sembunyikan."

" Nyo-, Maaf Ibu, tolong jangan salah paham, tolong jangan salahkan Jungkook, karena ini murni kesalahan ku yang......"
Taehyung merasa bingung, dia tidak tahu harus mengatakannya bagaimana, apakah dia harus berbohong atau berbicara secara terang-terangan, apalagi ini kepada Ibu Jungkook, Ibu mertua nya.....

Melihatnya yang kebingungan, Yeobin tertawa pelan, itu tidak bisa di bilang tulus atau lain, yang pasti wanita itu selalu terasa menyembunyikan pisau di balik gaun indahnya.

" Tidak perlu kau jelaskan pun aku juga sudah tahu apa yang telah terjadi di antara kalian."

Taehyung menatap Yeobin dengan mata besar, tangannya meremat di bawah meja, ragu dan takut apa yang akan wanita itu lakukan padanya setelah ini.

" Jangan melihat ku seolah olah aku adalah penjahat kelas satu di dunia ini, karena aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk putraku satu satunya."

Kim Taehyung, gugup, tidak berani bergerak bahkan seinchi pun dari posisinya saat ini.

" Aku memiliki kekuasaan dan kekuatan sendiri di luar kendali Jeon, jadi tidak sulit bagiku untuk melihat rencana kalian berdua."

" Ibu......"

" Aku tidak akan berbuat macam- macam dengan satu syarat."

"............."

" Ikut aku ke rumah utama."

" A-apa!? T-tapi aku tidak bisa-

" Ya atau tidak kau harus tetap ikut denganku, jangan mencari alasan karena aku tahu kau membawa Cucuku di dalam perut mu saat ini."



DYTTMS
TBC

𝙳𝚈𝚃𝚃𝙼𝚂Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang