Hubungan yang lancar dan tidak memiliki masalah diantara sepasang kekasih biasanya mendapat cobaan dari luar, seperti yang dialami Bella dan Joseph.
Teman-teman Joseph sedari awal tidak menyukai kehadiran Bella, karena hubungan mereka membuat waktu Joseph tersita.
Alasan lain teman-temannya tidak suka Joseph berpacaran adalah saat berkumpul jadi tidak ada yang membiayai mereka main dan makan, dalam kata lain Bella membuat pemasukan teman-temannya berkurang. Walau Joseph tau dia dimanfaatkan dia merasa tidak masalah karena hubungan pertemenan mereka sudah jalan dari bangku SMP dan Joseph merasa ini hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Joseph butuh teman dan temannya butuh uang, rasanya impas.
Saat awal Joseph kenal Bella awalnya dia tidak begitu tertarik sampai Bella membuka mulutnya, berbicara dengan fakta tanpa ada pemanis di dalamnya, tidak terlihat cari perhatian namun saat itu Joseph jadi memperhatikannya terus dan berakhir memiliki perasaan lebih.
Begitu mereka mulai dekat saat itu pula Joseph bisa merasakan ketulusan Bella yang terlihat tidak meminta imbalan dari hubungan mereka dengan akhir keputusan Joseph meminta Bella menjadi kekasihnya. Alasan mengapa Joseph sungguh royal begitu mereka menjalin hubungan ialah karena Bella tidak pernah meminta sedikit pun uangnya. Bella lebih suka berbincang banyak hal terutama tentang hidup di kota Bandung dan pengetahuan seputarnya.
Dari perbincangan itu juga Joseph merasa kagum mengetahui Bella pergi ke kota seorang diri karena ingin hidup dilingkungan yang baru, ingin mengetahui bagaimana dunia di luar sana dari pada save zone nya. Joseph merasa selama ini dia selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan tidak seperti Bella padahal dirinya laki-laki.
***
Sore hari ini Joseph sudah menunggu di belakang sekolah bertujuan untuk menjemput Bella yang terlihat sedang memfotokopi materi pelajaran untuk besok.
"Bel mau ke rumah aku? Orangtua aku lagi keluar." Joseph mengelus pipinya, saat Bella baru saja menghampiri motornya.
"Kamu mau ajak aku nyobain apa lagi kali ini?"
Joseph tertawa kecil "Engga, tapi mau cium sih."
"Gak mau sampe sesek ya lagi cape." Peringatan oleh Bella.
"Iya kali ini lembut, sesuai maunya kamu pokonya."
"Okay ayo."
Mungkin Joseph terlihat seperti pria nakal yang memanfaatkan Bella tapi nyatanya tidak seperti itu, Joseph hanya terlalu menyukai wanitanya sampai-sampai ingin memilikinya. Mengajari Bella banyak hal yang tidak seharusnya menjadi lumbrah baginya Bella pun terbuai dengan nikmatnya dunia yang baru dia jajaki, pengalaman menjalin kasih dengan Joseph memang benar-benar indah dimana si pria begitu perhatian dengan penuh cinta.
Sampai akhirnya satu per satu temannya mulai berbicara hal yang buruk yang ditambah-tambahkan agar Joseph mengakhiri hubungannya dengan Bella. Namun Joseph tidak termakan oleh omong kosong temannya dan hanya mengangguk seolah setuju namun dalam hatinya tidak sama sekali. Dia tahu Bella Tanaya seperti apa, dia yang paling tahu jadi opini orang lain diluar hubungannya tentu hanya bualan belaka.
Joseph lebih memilih untuk diam dan mengurangi berkumpul dengan temannya kecuali ada acara futsal atau olahraga lainnya. Selain merasa waktunya sedikit, Joseph lebih memilih menghambiskan waktunya dengan Bella dibanding temannya yang akhir-akhir ini.
Selain kegiatan nakal mereka berdua juga selalu belajar bersama lebih tepatnya Joseph mengajari Bella.
Saat sedang mengajar wajah serius Bella menarik perhatian kekasihnya lalu si pria pun tersenyum.
"Cantik."
"Ih apa sih Ocep buru kerjain lagi sambil jelasin." Titah Bella si manusia seenaknya menyuruh Joseph mengerjakan tugasnya sambil menjelaskan agar dia paham.
"Bel bentar, aku sejujurnya gak expect ada kegiatan belajar di hubungan pacaran kita."
"Naon sih ah random." Bella terdengar tidak tertarik.
"Ya maksudnya kamu selalu ada aja hal-hal diluar ekspetasi aku, kamu rajin begini memang mau ke kampus negeri mana bel?"
"Gak tau, aku mah belajar biar gak bodo aja di kelas sih. Soalnya temen sekelas aku ada nu galak kalo aku salah-salah di liatin wae ngeri."
"Kira aku kamu paling berani." Joseph mengelus pipinya.
"Berani itu kalo bener kalo salah dan bodoh mah era atuh cep." Joseph memberikan kecupan di pipi lalu mengusap kepalanya mendengar jawaban Bella.
"Oh iya aku belum pernah nanya, ari Ocep rencananya udah SMA mau kuliah dimana. Eh eh cita-citanya dulu weh mau gimana kamu? Secara ya asa sagala bisa, apa mau jadi mentri? Cocok siyah cep." Bella mulai terlihat antusias.
"Mmm aku tuh mau jadi pemain tenis."
"Uluh olahraga mahal."
"Oh ya?"
"Iya kan raketnya badag, aku aja badminton make kayu." Pemahaman Bella yang hanya tau dari raketnya saja, sebuah opini tidak valid dan relevan namun Joseph tentu hanya tersenyum mendengar polosnya Bella.
"Terus terus kamu mau di jadiin tukang tenis teh?"
"Gak tau, gak percaya diri." Joseph tertawa miris menunduk.
"Ih naon make gak percaya diri, coba ari kamu ari udah kaya kan vasilitas ada, kemampuan bisa diasah, tinggal kitanya. Sebenernya sih mau situasinya kaya gimana pun kalo kitanya ada kemauan mah bisa siyah, buktinya aku sekarang udah beberapa bulan di Bandung hidup gak makan rumput."
"Hah?"
"Iya kira aku bakal sengsara atau kumaha gitu, ternyata uwa aku nolongan dan aku ge ada tabungan terus aku juga ketemu kamu sih jol suka jajanin makan jadi apa yah pas dijalani teh bisa-bisa wae gening ketakutan dari harapan yang mau diraih teh."
"Oh, iya paham. Kamu tuh kalau lagi gini kaya tambah cantik tau bel."
"Tau, aku semenjak di Bandung perawatan. Da kamu kalau liat aku mah di awal masuk kelas ya da jiga gembel kuleheu siyah gak ada bagus-bagusnya, jaba rambut garing hih ngeri lah."
Joseph tertawa tiap melihat ekspresi Bella yang selalu terlihat jujur dalam mengutarakan pendapatnya.
"Bel, mau cium."
"Ih ocep sateh ojol-ojol!" Bella memukul dada Joseph sampai prianya terdorong ke belakang.
🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
