19. Blasteran Malaikat

123 12 1
                                        

Setelah usai berkuliah seharian dan bermain di mall hingga malam Bella tidak melanjutkan pulang seperti temannya melainkan singgah di tempat hiburan malam bersama teman sekelas lainnya yang memang hobi minum, sesampai di sana Bella biasanya memisahkan diri karena teman sekelasnya pun memiliki kesibukan sendiri entah mencari pasangan untuk diajak main-main atau sekedar menambah relasi.

Bella turun ke dance floor untuk menikmati lagu bersama orang-orang lainnya, sendiri namun tidak canggung dia asik meliuk-liuk atau menganggukan kepalanya mengikuti tempo musik. Menarinya terhenti saat ada pria mendekati untuk berbisik.

"Teman Karmika kan? Kenalin gue Sawal." Ucapnya dengan ramah, Bella menyadari beberapa orang melihat ke arahnya setelah si pria berbincang basa-basi dengannya. Dia juga tau bahwa Raden Sawal Pangestu ini semacam seleb di sosial media tapi dirinya tidak pernah tertarik hingga akhirnya dia berkenalan karena ternyata Karmika menitipkan dirinya pada sang seleb ini yang Bella sedikit tidak terima.

'Dikira aing anak kecil kali ya mi, astaga terlalu khawatir.' Bella paham setelah dirinya jujur Karmika yang terlihat biasa saja pasti menghawatirkannya secara berlebihan.

Sawal berbisik kembali ke telinga Bella "Kalau mau gabung tinggal ke atas aja, gue udah bilang sama yang lain gue bawa teman."

"Okay, thank you." Balas Bella yang entah terdengar atau tidak tapi ternyata Sawal sudah sibuk dengan teman lainnya jadi si pria benar-benar menghampiri Bella hanya untuk mengatakan tugasnya karena Karmika menyuruh.

Sejujurnya Sawal merasa dia perlu mengajak berkenalan hari ini pun karena merasa kasihan Bella sendiri, club malam akan lebih menyenangkan jika dihabiskan bersama.

Bella tidak langsung menghampiri Sawal sampai dia melihat beberapa minuman dan hidangan makanan diantar ke meja di atas, tempat VIP blasteran malaikat kalau kata Karmika.

"Hmm sekumpulan pria sombong." Bella berdecak menyimulkan seenaknya "Tapi aing lapar, samperin kali ya."

Walau pun asalinya butuh tapi Bella sengaja berjalan dulu kesana-kemari so asik dengan beberapa orang sampai Sawal yang di atas mengangkat tangannya memberi tahu bahwa mejanya ada di sana yang Bella juga sudah tau karena dia mengincar konsumsi gratis.

'Anjir aing memalukan banget, ngehina tapi hayang makan gratisan. Fuck kemiskinan dan perut isi cacing!' Bella mengumpat untuk dirinya sendiri, dia berjalan menaiki lantai atas mendekati Sawal seolah terpaksa karena diajak padahal isi hatinya ingin segera duduk dan makan.

Sawal menarik Bella semangat mengenalkan temannya yang baru dia kenal juga ke beberapa orang di meja itu, semua menyapa dengan ramah yang cukup mengejutkan Bella. Walau begitu yang dia ingat hanya Jian, Dirga, Fang dan Sawal tentunya yang mengajak dia bergabung, sisanya pasif jadi Bella pun tidak berminat mengingat nama-nama orang yang mungkin tidak akan bertemu lagi.

Yang paling ramah tentu Sawal, mungkin karena dia menjaga imej atau semacamnya. Perkenalan dan topik yang ringan ternyata membuat Bella bisa masuk dengan mudah, hanya dalam beberapa menit dia sudah duduk nyaman sambil memakan keripik, tahu goreng atau pizza yang masih hangat.

Saat dirinya bersemangat menyantap pizza seperti orang kelaparan dari samping dia merasa panas seperti ada yang menatap dan benar saja 1 orang yang dari awal seperti tidak antusias akan kehadirannya ketahuan meliriknya entah sejak kapan.

Bella memutar bola matanya 'Najis so cool bari curi-curi pandang.'

Di meja hanya ada Bella dengan pria itu tapi anehnya tidak memulai percakapan bahkan sosoknya terlihat enggan untuk dekat dari posisinya yang begitu sangat jauh. Padahal hiburan malam tempat dimana berkenalan sangat mudah bahkan bisa bertukar sosial media dan mendapatkan teman baru namun baru kali ini Bella merasakan canggung sampai menyimpan pizza yang setengahnya sudah dia gigit.

Bella baru menyadari semua pria yang dimeja itu sangat ramah bahkan Sebastian Ahmad saja yang pernah menghabiskan malam dengan Bella menyambutnya seolah tidak pernah melakukan dosa bersama tapi satu orang ini yang bahkan tidak tahu siapa dan sepenting apa kedudukannya di Regulus itu sudah sesombong sampai tidak menganggap keberadaan Bella.

"Gak asik." Ucap Bella sebal yang tidak mungkin terdengar oleh pria disebrang sana karena lagu yang keras.

Untuk berkenalan memang Bella sedikit pasif, pengalamannya banyak dia yang menyambut uluran tangan orang lain tapi jika pun ada disituasi sulit seperti ini Bella akan berusaha pula tapi kali ini untuk mengeluarkan usaha pun dia tidak minat. Tatapan, gestur tubuh, dan cara pria itu diam tanpa melirik sedikit pun membuat Bella tidak menyukai sosok pria dengan rambut hitam yang so tenang di pojok meja vip ini. 

Bella akhirnya menyusul Sawal ke bawah sambil membawa potongan pizza yang telah dia gigit karena merasa sayang jika harus menyisakannya.

"Akhirnya pergi juga, aneh banget so asik." Keluh si pria berambut hitam yang bernama Christian Bramantya.

***

'Temen si seleb aneh-aneh tapi paling aneh si yang mojok so diem, kayanya gak suka aing si eta. Tapi aing salah apa anjir? Ah bodo amat cupu juga gak akan minat aku.'

Saat Bella menuruni tangga pria bernama Jian dan Dirga menyapa Bella, ramah sekali tidak seperti pria yang menyendiri di meja VIP tadi. Semua teman Sawal ramah kecuali pria itu.

'Bener anjir cuma dia yang sombong, dikira aing mau kenal sama dia kali ya. Gak ada niat sama cowo cupu maaf aja.' 


🌻

METANOIA (another story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang