Setiap pulang kampus selesai kelas pasti anak Bercanda menyempatkan diri untuk mampir ke mall entah mengobrol di cafe sembari mengerjakan tugas atau murni main, karaoke, dan nonton bioskop tapi akhir-akhir ini Sarah terus tidak hadir yang membuat Karmika dan Dania khawatir terkecuali Bella yang cukup cuek memang dari awal tidak begitu merasa saling peduli satu sama lain.
"Dia juga akhir-akhir ini kaya ngejauh gak sih? Waktu telat masuk kita jelas nyisain dia satu kursi eh dia duduk dibelakang." Jelas Dania terlihat kecewa mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
"Aku udah tanya beberapa kali dia ada masalah apa gimana dia bilang engga, apa kita ada salah ya?"
"Guys geus gera teu kudu dipikiran lagian temen nu baik mah moal ngajieun batur kapikiran jeung hal nu kieu mun heeh aya salah ge kuduna carita lain jiga budak SD lain ngahindar weh." Bella terdengar kesal terlihat dari bahasanya yang tiba-tiba memakai bahasa sunda.
"Gak ngerti gue." Jawab Dania melihat ke arah Karmika.
"Udah gera jangan dipikirin lagian temen yang baik gak akan ngebuat orang lain kepikiran sama hal yang kaya gini kalau iya juga ada salah juga harusnya cerita bukan kaya anak SD menghindar." Karmika dengan baik mengartikan mendadak agar Dania paham.
"Iya sih yah tapi bel kan gak semua orang bisa jujur bicara apa yang dia rasain kalau kita salah pun."
"Lain masalah jujur apa engga, ya kalau lu mau memperbaiki hubungan sepaitnya kabar itu ya jadiin bahan diskusi toh dengan diem dan menghindar juga jadinya apa sok? Malah gini jajauhan, menghasilkan asumsi lebih luas dan suudzon."
"Kenapa ya." Karmika berbicara dengan suara kecil yang masih penasaran.
"Geus ah males aku balik aja, mau liat Rama aja biar good mood."
"Hih." Protes kedua temannya yang melihat Bella pulang karena sudah terlalu kesal.
***
"Hari ini kaya beda nih." Sapa Rama duduk di ruang tengah menyapa Bella yang sedang melipat bajunya.
"Beda apa?"
"Gak ada senyum-senyum genit salting kaya banyak bad moodnya dari kemarin, kenapa?" Tanya Rama penasaran.
Bella sempat ingin membuka mulutnya tapi dia urungkan niatnya karena mengingat Sarah adalah wanita yang pernah Rama sukai, apa jadinya kalau dia menjelekan dan berbicara negatif tentang Sarah yang mungkin membuat Rama malah makin mundur ditambah pria di sebelahnya pernah menyukai temannya itu mana bisa dia percaya dengan ucapan Bella jadi dia akhirnya hanya menggeleng menjawab pertanyaan Rama, tidak ingin menceritakan sama sekali.
Untuk pertama kalinya Rama melihat sisi Bella yang tidak bersemangat dan merusuh melainkan menjadi diam dan sibuk mengerjakan pekerjaan rumah, pemandangan yang tidak pernah dia sangka seorang Bella melakukan hal-hal seperti ini tapi kemudian dia sadar harusnya memang seperti ini Bella kan memang tinggal sendiri di kos nya jadi pasti mandiri melakukan pekerjaan rumah seperti menyetrika, mencuci dan lainnya tapi mungkin imej yang dibangun oleh Bella wanita urakan jadi melihatnya seperti ini adalah sesuatu yang baru dan membuat Rama sedikit terpesona.
Rama selalu melihat Bella sebagai orang yang kasar dan tidak berempati tapi semakin sini dia melihat beberapa sisi baik seorang Bella yang memang baru terlihat jika sudah cukup dekat juga caranya yang mungkin beda, Bella punya cara sendiri dalam hidupnya dan beberapa aksinya memang selalu menjadi omongan jika tidak tahu alasan dibaliknya. Lagi-lagi manusia memang punya sisi baik dan buruk dan cara pandang manusia terhadap manusia lain kadang dipengaruhi banyak faktor.
"Eh bel itu baju aku gak usah." Rama sadar baju kotornya ikut dilipat oleh Bella.
"Udah gak apa-apa lagian aku juga numpang dan kamu gak mau dibayar, anggap aja ini balas budinya. Oh iya maling deket kos ku gimana kabarnya?"
'Mampus.' Rama lupa untuk mengurus tentang hal itu dia malah fokus memperhatikan Bella selama ini dan pergi ke kos Kiki hanya untuk menumpang tidur.
Rama berdehem lalu menjawab "Belum bel, semoga cepet ya."
Bella mengangguk-anggukan kepalanya dan mulai melipat sisa baju Rama yang cukup menumpuk.
'Ini kenapa jadi kaya gambaran suami-istri astaga.' Rama yang heboh sendiri membayangkan skenario di kepalanya sementara Bella sedang hati-hati melipat sebab menduga pasti kaos Rama barang yang mahal dan dia tidak mau melakukan kesalahan.
🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
