25. Memantau

122 12 1
                                        

Semenjak kejadian tidak megenakan di kamar mandi Rama menghindar mengunjungi kos Kiki atau tempat-tempat dimana dia berpapasan dengan Bella sebelumnya. 

Masih tidak masuk akal bagi Rama untuk seorang wanita yang telah melihat tubuhnya secara keseluruhan dan tidak ada rasa terkejut, marah, teriak atau reaksi pada umumnya, malah yang Bella perlihatkan seperti rasa kagum dan suka akan apa yang dipandangnya. Sungguh membuat Rama merinding ketakutan sebab belum pernah dia bertemu dengan wanita seperti Bella.

'Dia cabul gitu ya?' Pikir Rama ditengah kelas saat dosen sedang mengajar.

Usaha Rama nyatanya tidak berjalan sempurna dan dia cukup lengah perihal menghindar, contohnya seperti hari ini tiba-tiba pertemuannya dengan Sawal dan Karmika ditemani tamu tak diundang yaitu Bella Tanaya yang sedari awal kehadirnya terus menerus mengumbar senyum yang Rama abaikan dan pura-pura tak lihat.

Bahkan saat kursi disebelahnya diduduki oleh Bella tidak membuat Rama jadi menyapa wanita disampingnya. Bella benar-benar merasa seperti hantu dan agak jengkel karena Rama benar-benar tidak ada ketertarikan sama sekali namun Bella tidak akan menyerah tentu saja sebab hidup dalam penyesalah lebih menyebalkan jadi dia memilih lakukan apa yang bisa sekarang.

Tapi ternyata selama 2 bulan ini tidak bisa juga, Rama benar-benar memegang rekor sulit untuk Bella taklukan. Bahkan pernah beberapa kali saat Blasteran malaikat datang ke club Bella lebih effort dengan membenahi rambut dan pakaiannya hanya demi dilirik setidaknya oleh seorang Christian Bramantya.

"Ganti target?" Tanya Gilang yang tak Bella jawab.

"Jangan nakal, Karmika sayang lo." Gilang menepuk pundak Bella dan kembali ke meja nya sedangkan Bella menunduk malu karena sudah 2x dia harus merendahkan dirinya hanya untuk sekedar mengejar pria yang dia sukai terlebih Gilang menyadarinya.

'Anjing emang aa Gilang paling bisa buat aing malu, untung dia gak ember tentang harga diriku ngemis cinta huhuhu si Rama lagi atuh lah meni ribet gak bisa apa dia terima cintaku langsung. Boong deng belum cinta tapi suka ih gemes lucu dan ya gitu lah.'

***


Memantau media sosial Rama nyatanya membuat Bella sedikit murung, diantara banyaknya tweet yang Rama sukai hanya akun Sarah satu-satunya wanita yang ada di halaman sana membuat Bella cukup iri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Memantau media sosial Rama nyatanya membuat Bella sedikit murung, diantara banyaknya tweet yang Rama sukai hanya akun Sarah satu-satunya wanita yang ada di halaman sana membuat Bella cukup iri.

"Kenapa? Ada apa dimukaku?" Tanya Sarah yang Karmika ikut cek melihat ke arah wajah Sarah karena Bella melamun menatap terus.

"Kamu cantik ya sar baru sadar aing." puji Bella yang membuat Karmika merinding sedangkan Sarah membalas dengan senyum sebagai ucapan terima kasih.

Disaat Karmika melanjutkan memakan pastanya Bella bertanya lagi "Sar kamu tau gak si Sawal sama Rama interest sama kamu?"

"Katanya sih gitu." Jawab Sarah sembari terlihat mengingat-ingat karena hal itu terjadi saat dia masih SMA kelas 1.

"Terus kamu gak ada minat sama salah satunya?" Tanya Bella bersemangat dengan sedikit maju menatap Sarah.

"Engga sih, dari mereka juga gak ada yang bener-bener deketin aku dan bilang dengan lantang jadi aku pikir ah asik-asikan doang aja gitu." Sarah yang curiga ini membuat Bella juga mengangguk seperti paham alasannya.

Kedua belah pihak sangatlah pasif jika Bella membantu menjadi penengah bisa saja minggu depan pun Rama menggandeng temannya ini tapi karena dia memiliki kepentingan sendiri tentunya hal ini menjadi kunci dimana dia cukup yakin bisa mendapatkan Rama karena dia cukup aktif, bukan tipe menunggu melainkan menjemput bola.

"Kalau salah satu dari mereka deketin dan nembak? Maksudnya kamu ada interest gak-" Kalimatnya dipotong oleh Karmika yang sudah tau maksud dan tujuan pertanyaannya "Sar si Bella mau deketin salah satu dari temen aku itu, biar gak repot kedepannya jadi dia mau mastiin perasaan kamu."

'Fuck Karmika kadang bisa sat-set disaat genting begini tapi jadinya kaget!'

"Ohh hahaha good luck." Ucap Sarah yang membuat Bella mengerutkan dahinya sedikit bingung.

"Noh udah dijawab, sana kejar gas full." Karmika memperjelas.

Bella tidak begitu menyukai Sarah tapi bukan membencinya pula hanya saja jika ketidaksukaannya ditambah dengan masalah perihal pria Bella merasa hal itu merepotkan jadi memang memastikan lebih awal sebelum lebih jauh mengejar Rama menurutnya adalah solusi untuk tidak bertikai dan menjadikan dirinya jadi tokoh antagonis untuk temannya.


🌻

METANOIA (another story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang