"Makasih ya mau balik lagi sama Rama." Ucapnya yang kesekian kali, sebuah kalimat yang terlontar dari mulut Rama dengan penutupan kecupan di pucuk kepala Bella yang sedang memeluknya.
Setelah menghabiskan berapa hari tanpa Bella rasanya membuat lega kini dia bisa mendekap wanitanya seerat ini kembali, sebenarnya Rama sudah condong berpikir ke hal terburuk yang akan dia terima atas kesalahan yang dia lakukan tapi nyatanya Bella cukup baik untuk memberikan kesempatan baginya. Sepanjang perjalanan dari Regulus ke unitnya Rama tak henti menggandeng Bella seolah tidak ingin kehilangan dan Bella menikmati semua perhatian yang diberikan kekasihnya.
"Udah ih ma maaf-makasih mulu dari tadi diulang-ulang." Rama mengangguk dan mengelus kepala kekasihnya.
"Bel."
"Hmm?"
"Attar, gak mau kamu laporin? Aku bisa bantu."
"Gak usah, aku gak percaya sama proses hukumnya. Selain itu masyarakat masih kentel nyalahin pihak cewe apalagi sebelum kelakuan dia sinting aku emang post foto kita mesra-mesra khususnya aku yang pake baju terbuka, itu bisa jadi bahan seakan aku mengundang kejahatan itu jadi akan diwajarkan tindak si bajingan teh. Biasanya kan gitu nyalahin pakaian."
Saat emosi Bella semakin menggebu-gebu Rama pun meminta maaf kembali "Maaf."
"Kok minta maaf lagi ih? Kan udah dimaafin."
"Sebagai pacar aku gak ada buat kamu dan maaf hukumnya belum bisa jadi sandaran Bella, aku mau nanti di masa depan kamu bisa lebih percaya hukum karena aku ada di dalamnya."
"Cakep banget anjir ih mana pake ngomong begitu segala jadi pingin ketemu piton."
Senyuman di wajah Rama hampir berubah menjadi panik "Bercanda atuh ayang meni tegang, meni gak boleh, meni pedit aja." Protes Bella.
"Boleh by tapi gak sekarang, kan ini kita lagi manis-manis agak gimana gitu kalau-"
"Iya ngerti kasep sini cium." Bella menggulingkan tubuhnya sehingga dia yang tadi menyamping saling memeluk menjadi duduk di atas tubuh Rama lalu menangkup wajahnya untuk diberikan kecupan di bibirnya.
"By makasih udah jadi perempuan baik buat Rama."
"Apa sih dicipok malah makin manis, iya sayangku makasih juga udah sayang sama aku gak nyangka kamu bucin oge." Balasan senyum Rama yang lebar dibalas senyum oleh Bella.
"Karena udah tau bucin jangan dijauhin lagi."
"Manja ah." Gemas Bella meremas bagian selatan Rama dengan bercanda.
"Aw by ih, kaget!"
"Pegang doang wey meni heboh, yu bobo cinih penyuk gantengku." Ajak Bella seolah-olah tidak melakukan hal gila barusan.
***
Rama terbangun dengan suara alarm yang dia pasang di ponselnya, setelah dia matikan tubuhnya otomatis mendekat pada wanita yang sedang tidur terlelap dengan rambut yang berantakan. Rama menghampiri untuk memberikan kecupan beberapa kali di pipi dan menyapanya "Pagi baby." Bella tidak membalas dia sibuk meregangkan tubuhnya lalu berbalik ke arah berlawanan yang Rama dekati lagi untuk memeluknya dari belakang.
"Pacar aku hehehe." Sepertinya pagi ini Rama senang sendiri, senang Bella sudah kembali dan kemarin bukanlah mimpi semata.
Kesenangannya itu dia curahkan dengan membuat sarapan untuk memanjakan kekasihnya, sambil bersiul.
Tangannya sibuk dengan mood yang baik pagi ini di dapur untuk menata sajian di atas piring.
"Ayangg lapar." Tiba-tiba terdengar keluhan dari dari wanita yang terlihat berantakan sambil mengusap perut dengan mata menyipit karena tidak kuat dengan cahaya pagi ini dari jendela.
"Iya bentar ya ini lagi buat kangkung sama telor, gak apa-apa itu aja?"
"Tambahin goreng sosis juga dong, tolong."
"Okay." Balas Rama langsung menuju kulkas siap menambahkan menu baru, di sisi lain Bella tersenyum melihat Rama yang terlihat bersemangat penuh senyum.
'Pingin nambul orang lucu itu ih ya ampun teu kuat.'
Rupanya isi hati Bella sudah kotor di pagi buta, entah salah dirinya yang tidak bisa mengkontrol atau pesona Rama yang terlalu mempesona sampai Bella tidak dapat menahan hawa nafsunya.
🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
