Pertemanan yang cukup lama antara Bella dengan Karmika maupun Sarah ini memiliki kedekatan yang berbeda, bisa dibilang Bella lebih sering mengobrol dengan Dania atau lebih dikenal dengan nama panggilan Didi jadi dari 3 temannya hanya Sarah yang tidak begitu intens. Entah karena insiden dulu tentang 'contek-mencotek' atau karena memang tidak cocok saja dengan Sarah tapi bagi Bella alasan keduanya adalah sebuah faktor untuk sedikit membatasi bergaul dengannya, ditambah Bella merasa dia tidak bisa melihat Sarah.
Melihat disini diartikan dengan Sarah yang seadanya tanpa menunjukan dirinya sendiri yang entah kenapa membuat Bella waspada, berbeda dengan Didi yang walau pendiam Bella tahu perasaannya tulus, sikap juga gestur yang menunjukan siapa dirinya, dan feeling mungkin?
Terdengar tak masuk akal tapi saat Bella menceritakan hal ini pada Karmika yang sudah mengenal Sarah lebih lama Karmika pun merasa demikian, tapi Karmika tidak masalah toh Sarah tidak pernah berbuat jahat dan selalu menjadi orang yang kooperatif saat mengerjakan tugas dan baik padanya.
Bella yang sudah merasa semakin tidak nyaman membatasi interaksi dengan Sarah karena ingin mempertahankan hubungan pertemanannya toh ukuran yang Bella gunakan hanya perasaan, perasaan tidak memiliki angka pasti yang berarti bisa jadi tidak valid dan semoga saja hanya perasaan tak berdasar yang tidak penting karena Bella pun tau Sarah ini perempuan baik yang lembut tidak seperti dirinya yang kasar dan urakan.
Beberapa hari dengan perasaan yang aneh itu berbarengan pula dengan kebetulan yang aneh dimana Bella jadi sering bertemu dengan pria yang terlihat ketus di club, temannya Sawal. Padahal sudah pasti beda jurusan tapi tiba-tiba berpapasan di koridor, saat menuju tempat parkir dan juga kantin seolah-olah takdir mengejek Bella karena kebetulan setiap Bella tidak suka orang tersebut anehnya jadi selalu sering bertemu atau di tempatkan disituasi harus bersama.
Memang pria itu teman dekat dari Karmika tapi momen keduanya berlama-lama di tempat yang sama itu sangat jarang dan mereka pun tak mengusahakan untuk mengakrabkan diri jadi begitu banyak pertemuan di kampus saat ini rasanya aneh bagi Bella atau pun pria itu.
Ketidaksukaan orang-orang padanya tidak pernah menjadi masalah untuk Bella tapi entah kenapa dia merasa ekspresi pria itu saja begitu mengganggunya terlebih dari obrolan di grup chat yang dinamai "Bercanda" dia menemukan fakta bahwa pria ketus bernama Rama itu orang yang menyukai Sarah dari SMA, jika diingat-ingat lagi Karmika memang suka membahas pria yang mengagumi Sarah itu tapi Bella tidak begitu memperhatikan dan sekarang jadi baru tahu.
'Anjir cocokologi gak tuh? Yang ada hubungannya sama si Sarah selalu buat aing gak nyaman, yang nyaman cuma hang out sama si Fang anjir. Eta budak kenapa yah bisa kaya raya pisan ih.' Pikiran randomnya mulai memikirkan hal yang tidak penting kesana-kemari sampai seorang pria menepuk pundaknya.
"Oy." Sapanya cukup kencang.
"Anjing!"
"Wess santai." Ucap Sawal dengan sedikit aga terkejut dengan cara Bella yang kasar, baru pertama kali ini ada seorang wanita yang tidak berusaha manis di hadapannya.
"Nyapa nu baleg makanya oy oy oy aja, kaya anjing emang kau."
"Ya maaf, malam ini join lagi gak?"
"Gak tau, kalian main wae ya hidupnya?" Tanya Bella sedikit penasaran dengan keseharian kumpulan Blasteran Malaikat.
"Ya mumpung masih semester awal masih santai nanti-nanti pasti udah sibuk, sibuk nugas dan sibuk mikir."
"Bener oge." Bella sedikit merasakan tatapan kanan dan kirinya yang diperhatikan diam-diam dan Sawal menyadari itu.
"Maaf ya penggemar gue biasanya itu tuh yang diam-diam foto atau apa gitu lah."
"Anjir uyuhan, bukan seleb ini mah kamu jadi kaya maling anjir wal diawasi kieu." Bella menggelengkan kepalanya sambil pergi meninggalkan Sawal yang masih berdiri merasa aneh dengan manusia bernama Bella ini. Begitu cepat akrab tapi juga begitu cepat Sawal merasa tersinggung tapi dia pun tahu Bella tidak mungkin sengaja menyinggungnya.
'Ini blak-blakan doang kayanya ya bukan niat nyinggung? Pasti dia kaget sama kehidupan gue yang cukup terkenal ini.'
Perasaan Sawal yang positive hanya karena Bella teman dari Karmika hancur karena dalam waktu dekat tiba-tiba dia mendapat julukan selebragam miskin yang anehnya malah tidak menyinggung untuknya tapi sedikit mengganggu karena Bella cukup jahil dengan tingkahnya yang luar biasa dan permasalahan yang muncul karenanya.
Luar biasa aneh,
luar biasa mengejutkan,
luar biasa membuatnya lelah.
Bahkan sesekali Sawal merasa dia ingin memutar waktu dan tidak menyapa Bella yang sedang sendiri di dance floor kala itu namun dibalik semua hal yang membuat dahinya mengkerut itu Bella terlihat luar biasa menarik.
Aneh tapi menarik.
🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
