Rama berjalan di koridor kampus menggenggam tangan Bella mengantarnya ke kelas, adegan yang sudah biasa bagi warga Regulus melihat pasangan manis itu berjalan beriringan lebih tepatnya si pria yang menyandang status manis sebab Rama akan menebar senyum cuma-cuma pada orang yang dia lewati dan menyapanya sedangkan di belakang Bella dengan wajah datar tidak peduli sama sekali dengan orang sekitar.
Bella menggoyangkan tangannya membuat Rama menoleh ke belakang "Kenapa by?"
"Kamu kenapa?"
"Kenapa apa?"
"Too protective keliatannya, sampe dianter ke kelas biasanya sampe depan gedung aja."
"Pingin aja, aku jarang kasih perhatian ke kamu kali ya sampe kamu anggep begitu." Wajahnya mulai memelas.
"Apa sih ah lebay, udah sana ah banyak yang ngeceng kamu di sini." Usir Bella yang sudah di depan kelasnya.
Rama mengelus pipi Bella pelan "Semangat belajar ya pacar, aku pergi."
"Iya, gak usah dijemput begitu beres aku ke kantin kamu." Ucap Bella sebelum masuk kelas meninggalkan Rama.
Senyum yang terukir semakin hilang saat mendapati dari seberang gedung sana ada yang memperhatikannya, dia Riki. Keduanya sempat saling menatap dingin sebelum masing-masing pergi mengurusi urusannya. Sebenarnya semenjak perkelahian antara Riki dan Bella, perasaan Rama yang tidak tenang itu dibuktikan langsung dengan beberapa kali mendapati Riki yang memperhatikan kekasih dari jauh seperti barusan, itulah sebabnya dia menghampiri Riki untuk memberikan peringatan.
Sebenarnya Rama tau jalan pikiran orang gila jika ditegur malah diri kita sendiri yang berpontensi ada dalam bahaya tapi Rama tidak masalah dengan hal itu sebab dia bukan dirinya yang dahulu, dia lebih kuat secara mental dan dia memiliki Bella yang percaya padanya dengan begitu dia tidak akan diam lagi saat ada sesuatu yang dirasa tidak benar. Dia akan melawan dan juga akan menjaga Bella yang sudah memang tugasnya.
***
Berawal dari obrolan bersama Sawal kemudian Devon bergabung saat diperlukan, kini anggotanya bertambah dengan hadirnya Fang(Sebastian) ikut membantu Rama atas saran Sawal yang mengatakan lebih banyak lebih baik apalagi dengan bergabungnya orang-orang powerfull yang dapat menggunakan uang, benar saja kasus yang Rama tangani menjadi cukup serius dengan bergabungnya Fang yang menggunakan uangnya untuk mencari identitas Riki.
Dengan adanya rencana rahasia, ini membuat Rama terkadang lupa dengan memberikan waktunya untuk Bella, memang dia akan menemani Bella dan menjaganya tapi di luar itu kebiasaan bersamanya jdi sedikit berkurang yang Bella bisa rasakan sampai di titik menjadi kesal sendiri sebab pernah satu kejadian keduanya sedang berduaan tiba-tiba Sawal dan yang lainnya datang di mana Bella masih ingin menghabiskan waktu bersama. Sampai-sampai wanita itu berpamitan dengan sendirinya, teman-teman Rama mungkin tidak menyadari tapi Rama sadar betul hal itu membuat kekasihnya bad mood namun Rama tidak melakukan apapun saat itu karena memang ada yang harus dia diskusikan dengan temannya.
Bisa dibilang memperoleh informasi Riki itu susah-susah gampang, susah karena setiap tahapannya banyak yang menodong mereka sejumlah uang dan gampang karena semua berjalan hanya karena uang. Benar nyatanya seperti yang Sawal bilang bahwa informasi di negara ini mudah didapatkan toh KTP nya pun sudah tersebar kemana-mana.
Dari hasil penulusuran hanya dalam 2 hari semenjak bergabungnya Fang akhirnya mereka mendapatkan berkas-berkas tentang Riki yang ternyata kakak dari Roy, orang yang pernah membuat hidup Rama seperti neraka tidak disangka sekarang kakanya menganggu kekasihnya yang tentu Rama tidak akan membiarkan masalah ini lewat begitu saja tapi sebelum mengurus itu semua Rama harus membuat Bella menginap di unitnya dahulu sebab sekarang situasinya sudah pasti bahaya dengan mengetahui identitas Riki yang berkaitan dengan Roy.
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
