Bella : Di kosan Kiki?
Rama : Iya, kaya biasa. Mau titip apa gak?
Bella : Engga, nanya aja hehe
Bertukar pesan singkat yang sangat terlihat biasa ini anehnya membuat keduanya berdebar, saling menanyakan keberadaan dan kabar, juga menjawab untuk tidak membuat lawan bicaranya khawatir, rasanya aneh. Ada rasa tanggung jawab untuk saling membuat keduanya tenang dengan memberikan kabar duluan atau sekedar membelikan makanan menjadi dua porsi karena tahu mungkin akan makan bersama, dan fakta bahwa keduanya sekarang tidur di satu atap benar-benar membuat imajinasinya gila sendiri. Terutama Bella yang semakin ingin memiliki Rama, ingin memonopoli pria manis yang pengertian itu sedangkankan Rama semakin ingin memperjelas hubungan mereka.
Rasanya memang hubungan ini sudah melebihi teman, ya memang dari awal tujuannya tidak murni ingin menjadi teman apalagi dari sudut pandang Bella yang sudah jatuh hati pada sosok Christian Bramantya ini walau alasannya karena terpesona melihat si pria tanpa busana.
Berbeda dari hari lainnya kini jam tiga siang kira-kira Rama sudah pulang dengan memijit bel pintu cukup heboh, anehnya Rama tidak langsung masuk melainkan mengetuk pintu beberapa kali yang akhirnya Bella membantu membukakan dan melihat dibaliknya ternyata bukan sang tuan rumah melainkan wanita yang terlihat cukup tua.
"Kamu siapa?" Tanya dari wanita di hadapannya.
Pertanyaan selanjutnya membuat Bella diam membatu "Kenapa ada di apart anak saya?"
***
Setelah saling memperkenalkan diri, Bella panik mengirim pesan kepada Rama meminta si pria untuk cepat pulang karena ibunya berkunjung ke unit apartemennya.
Seperti Bella Rama juga cukup khawatir karena belum pernah dia tinggal bersama lawan jenis, selain itu juga dia takut ibunya ini membericarakan hal yang sembarangan atau membuat Bella tidak nyaman mengingat cara bicaranya yang tanpa filter itu.
"Jadi udah sejauh mana sama anak mamah ya? Bikin anak kah?"
"Engga kok tante ini beneran Bella nebeng aja, lebih tepatnya anak tante yang baik mau nolongin Bella ngungsi. Dia bahkan rela tidur di kos temannya jadi Bella di sini sendiri." Ucap Bella merasa bersalah telah mendapatkan fasilitas yang baik sedangkan anaknya harus tidur di kos Kiki yang sudah pasti tidak nyaman karena sempit untuk dua orang.
"Waduh anak mamah baik juga ya." Ada rasa bangga terlihat di wajahnya yang sumbringah.
"Iya baik banget urusan yang si jabret juga dia ikut nemenin Bella ke polisi buat kasih keterangan."
"Hebat tapi kamu ey newak penjahat."
*Newak : Menangkap
Dengan pujian itu Bella malu-malu mengusap tengkuk lehernya "Iya tante Bella kesel soalnya yang lain kaya pada takut ya udah Bella yang kejar."
Begitu obrolannya tambah asik tibalah Rama dengan napas yang terengah-enggah memotong keseruan dua wanita yang anehnya cepat akrab.
"Uluh-uluh si lebay, meni kudu lumpat."
*Lumpat : Lari
"Mamah kok tumben gak chat Ama?" Tanya Rama membuat Bella menahan tawanya karena melihat Rama menyebut nama panggilan dirinya sendiri yang terkesan menggemaskan.
"Ya bae weh kumaha mamah dan lagian kamu panik gitu karena sieun ketauan kumpul kebo kan? Eh engga ya kata Bella kamu ngan nolongin aja tapi bisa aja kamu modus ke si Bella yah? Ngaku siyah!"
"Mamah ngobrol apa astaga? Topiknya jadi kemana-mana gitu."
"Kepo deh."
"Ini kenapa lagi Mocha diajak, Bella gak bisa kena liur anjing mah."
"Walah, kumaha atuh."
"Gak apa-apa kok tante." Jawab Bella buru-buru tidak mau ibu dari pria yang dia sukai merasa bersalah sedangkan Rama menoleh mengerutkan dahinya dengan jawaban Bella.
"Eh mamah pinjam dapurnya ya urang masak saetik mah, meni meja dapur gak ada variasi kieu kasian Bella numpang teh eweh makanan jiga di goa." Ibunya mengomel tapi Rama hiraukan dan terus melihat Bella lalu mendekatinya.
"Sini anjingnya, maaf yah mamah gak tau."
Bella menggendong anjingnya kembali dari pangkuan Rama "Aku ada sabun tanah ma, bisa nanti mandi sekalian kok."
"Maaf bel."
"Mocha bukan tipe yang diem gini sama orang asing dan mamah kelihatan asik banget sama kamu, apa yang kamu lakuin sih bel?"
"Nya ngobrol biasa."
"Kamu bisa buat suasana kaya friendly gitu jadi nyaman tapi kamu juga suka buat suasana tegang dengan keributan, luar biasa."
"Ini ngehina gak sih anjir." Bella yang tadi tersenyum jadi memicingkan matanya, obrolannya tertahan karena Bella menyusul ibunya Rama di dapur. Ikut membantu dan asik sendiri meningglkan Rama dan Mocha.
Rama memandangi dari belakang bagaimana Bella dan ibunya berinteraksi, hangat, nyaman, Rama ingin Bella masuk ke hidupannya.
'Boleh gak bel kamu masuk ke kehidupan aku, tapi mungkin ini bakal berat dengan ending gak jelas.
Aku mau kamu.' Rama terus berbicara dalam hatinya, terpesona seperti tidak pernah jatuh cinta sebelumnya.
"Woy dipanggil-panggil teh hey, kamu terpesona ku si Bella? Hmm geus mamah duga pasti aya nanaon ieu mah moal bener asli ah."
"Apa sih mamah heboh ih." Tolak Rama malu dipergoki ibunya sendiri.
"Halah, awas ya kamu tong nyieun anak. Mamah bejakeun si papah tau rasa." Ancam sang ibu terhadap anaknya sedangkan Bella ingin berteriak dari tadi sebab menyadari Rama memandanginya dengan penuh senyum manis.
'Rama anjing ih cakep aja sebel!'
Sementara Bella salah tingkah, ibu dan anak itu saling beragumen dan menyuarakan opininya yang Bella tidak dengar sama sekali.
🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomansKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
