Di sebuah unit apatemen Rama pagi-pagi sudah berisik di area dapur sebab Bella sedang membuat jus tomat dan menyiapkan air mineral untuk Rama yang masih terlelap.
Begitu kembali ke kamar dengan 2 gelas Bella langsung menaruhnya di nakas dan memberikan kecupan di seluruh wajah Rama yang terlelap sampai akhirnya sang pria terbangun.
Pemandangan menggemaskan itu segera Bella abadikan sebelum dirinya menyapa "Pagi Rama lucu." Ucap Bella yang nadanya dibuat imut mengecup kembali Rama yang masih mengusap wajahnya belum total sadar.
"Pagi." Rama menggeliat meregangkan tubuhnya, terlihat masih malas untuk beranjak dari kasur.
Bella membukakan gordeng setengah agar cahaya matahari cukup masuk memberikan cahaya ke segala sisi ruangan.
"By." Suara seraknya menyapa telinga Bella.
"Apa?"
"Maaf tolong mau minum."
Bella memang sudah menyiapkan air minum di nakas dekat kasur jadi dia langsung membantu Rama meneguk.
"Aduh aduh haus sampe gak nyisa." Bella sedang dalam mood yang sangat baik di minggu yang cerah ini.
"By temenin bobo lagi." Rama menarik Bella untuk berbaring kembali di kasurnya yang sudah berantakan.
"Wanginya." Rama mengendus pada tubuh wanitanya.
"Iya lah aku kan udah mandi, yu kamu juga aku mandiin."
"By." Nadanya berubah serius.
"Bercanda elah, tapi kalo kamu mau aku sih gak nolak." Ucap Bella mengeratkan pelukannya.
"Aku males banget ke kamar mandi buat sikat gigi padahal mau bayar hadiah Bella yang berhasil puasa."
"Ya udah ayo ini langsung."
"Gak boleh lah gak sopan lagian kamunya bersih udah mandi masa dicium sama yang masih kotor gini."
"Lucu amat gak sopan, aku padahal biasa aja. Ini nih mau ngemut dulu permen?"
"Engga ah biar aja nanti kalau aku udah bersih." Balas Rama menutup mulutnya kalau wajahnya terlalu dekat.
"Ma gak usah lebay gak sebau itu mulut kamu da kemarin malem juga kan sikat gigi sebelum bobo."
"Tetep aja." Rama menjauhkan wajahnya dan tidur di atas perut Bella.
"Perutnya kurang gendut, makannya dikit ini baby aku."
"Iya semenjak pacaran sama kamu aku kurus."
"Beneran by?" Rama menanggahkan kepalanya untuk bertemu tatap dengan Bella.
"Iya soalnya seringnya makanin kamu dari pada nasi."
"By ah aku udah khawatir kirain aku toxic secara gak sadar atau aku buat salah sampe kamu kurang makan."
"Lagian mau segendut apa sih ma da itu juga cukup berdaging perutnya kalo mau lebih gendut tanemin benih kamu."
"By ih bercandanya masih pagi kenapa sih ngomongnya."
"Maaf hehehe tapi kamu misal ini mah misal aku jol hamil kamu gimana?"
"Ya takut lah by."
"Kenapa?"
"Aku dihadapan keluarga kamu bakal jadi sosok bajingan yang ngerusak anak kesayangan yang mereka rawat baik-baik, aku juga belum punya kerjaan dari mana orang tua kamu bisa percaya sama aku setelah aku izin buat nikahin kamu? Kalau kaya gitu awalnya bakal jadi berat untuk kamu dan aku by, buat kamu mungkin mental kamu belum siap buat aku juga aku belum berani nerima kata-kata jahat yang memang pantas dan terakhir aku gak tega anak kita bakal jadi omongan jelek orang cuma karena kesalahan kita. Ah sedih bayanginnya by gak sanggup." Tanpa sadar Rama berkaca-kaca membayangkan kekacauan yang tidak terjadi itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
METANOIA (another story)
RomanceKisah romansa huru-hara remaja milenial di kampus Regulus yang diawali dengan perkenalan antara seorang Bella Tanaya yang menyandang tittle yakuza dengan Christian Bramantya yang memiliki imej malaikat yang baik, menariknya pribadi yang bertolak bel...
